Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Berencana Temui Zulhas, Bahas Koalisi 2024?

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 08 November 2019
 Megawati Berencana Temui Zulhas, Bahas Koalisi 2024?

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ahmad Basarah (Foto: Antara Foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengakui, ada rencana Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Zulhas dan PAN sendiri kini tengah berada di luar pemerintahan.

Baca Juga:

Pengamat: Duet Prabowo-Puan Bukan Harga Mati

"Memang ada rencana Pak Zulkifli akan menemui Bu Megawati. Namun, karena kesibukan Ibu Mega dan kesibukan Pak Zul sendiri, sampai sekarang belum terealisasi rencana pertemuan tersebut," kata Basarah kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/11).

Megawati dan Zulhas bakal bahas koalisi Pemilu 2024
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendatangi rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa (22/11). (Foto: MerahPutih/Dery Ridwansah)

Zulkifli Hasan sebelumnya mengatakan, ia tak hanya bertemu Nasdem, tetapi juga bertemu PDI-P untuk membahas persiapan Pilkada 2020 dan Pilpres 2024.

Menurut Basarah, pernyataan Zulkifli tersebut karena is merasa memiliki kesamaan visi dan misi antara PAN dan PDIP.

"Ya, tentu Pak Zulkifli menyatakan demikian karena merasa memiliki banyak kesamaan antara visi misi dan platform perjuangan PAN dan PDIP sehingga wajar kalau beliau memprediksikan atau merencanakan bahwa di 2024 akan ada satu koalisi kembali," ujar dia.

Ahmad Basarah lantas menilai manuver politik yang sedang dimainkan Partai NasDem merupakan bagian persiapan menghadapi Pemilu 2024.

Basarah menilai dinamika tersebut wajar dilakukan meski perhelatan Pemilu 2019 baru saja usai.

Wakil Ketua MPR RI ini berpendapat, manuver yang dilakukan elite partai politik merupakan hal yang biasa dalam demokrasi.

Namun, ia menegaskan pertemuan para elite tersebut jangan sampai dibenturkan kepada hal-hal yang lebih personal.

Sehingga dapat merusak hubungan di antara para elite partai politik.

"Menurut hemat saya kalau kita dewasa membangun demokrasi yang tahu mana saat kita berbeda, mana saat kita bersama, saya kira jangan selalu kaitkan hal tersebut pada hal-hal yang bersifat personal," ujarnya.

Basarah menambahkan, PDIP menghormati NasDem yang sedang bermanuver membangun komunikasi politik dengan partai non-pemerintah.

Baca Juga:

Nasdem Sebut Hubungan Jokowi-Surya Paloh Seperti Abang dan Adik

Mantan aktivis GMNI ini mengatakan setiap partai memiliki kedaulatan untuk menentukan sikap politiknya.

"Kami dari PDIP memegang teguh etika politik bahwa kita tidak boleh memasuki yuridiksi organisasi partai politik lain, karena masing-masing punya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sendiri-sendiri, masing-masing punya kedaulatan untuk menentukan langkah-langkah politik apa yang akan diambil," pungkas Ahmad Basarah.(*)

Baca Juga:

Gerindra Minta Anies Tak Tergoda Tawaran Nasdem Maju di Pilpres 2024

#Ahmad Basarah #Megawati Soekarnoputri #PDI Perjuangan #Partai Amanat Nasional #Zulkifli Hasan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
PDIP tidak melihat rencana Kaesang sebagai sesuatu yang perlu ditanggapi secara khusus.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan