Media Luar Ruang Siap Kembali Bangkit di 2021

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 16 Desember 2020
Media Luar Ruang Siap Kembali Bangkit di 2021

Media Luar Ruang seperti neon box, billboar dan sebagainya diperkirakan akan kembali bangkit di tahun 2021 (foto: pixabay/walulla)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NIELSEN Consumer and Media View, sebuah studi sindikasi yang dilakukan di 11 kota besar menunjukkan TV, Internet dan Media luar ruang, adalah tiga media dengan angka penetrasi atau jangkauan terbesar.

Per harinya TV dapat menjangkau 90% dari total populasi, sedangkan Digital menjangkau 65% dan Media luar ruang 54%. Lebih tepatnya, untuk media luar ruang ada 1 dari 2 orang menyebutkan jika mereka pernah melihat media ini dalam satu minggu terakhir.

Baca Juga:

Nielsen: Pembeli Online Bertumbuh Dua Kali Lipat di 2020

Hal tersebut sangat menarik, karena media luar ruang tetap muncul di tengah masa pandemi seperti saat ini. Fakta menarik lainnya yang Nielsen temukan adalah kebanyakan dari konsumen menjawab jika mereka masih pergi keluar rumah dalam satu minggu terakhir.

Banyak konsumen yang masih sering pergi ke luar rumah (Foto: pixabay/robinams)

Definisi keluar rumah dalam hal ini mencakup segala macam aktivitas, baik memang bekerja ke kantor, atau bahkan hanya untuk berbelanja dalam jarak yang sangat dekat.

Hal ini sejalan dengan temuan Nielsen dalam Covid Special Survey di bulan mei 2020, terhadap 500-an responden di 11 kota besar, yang salah satu informasinya menunjukkan kapan konsumen siap untuk keluar rumah.

Di kuartal keempat ini, Oktober - Desember 2020, konsumen menyatakan sudah siap untuk menonton konser atau bahkan melakukan perjalan keluar negeri.

"Jadi konsumen sudah pede untuk keluar, hanya saja channel-nya yang belum dibuka seperti dulu," ujar Cerli Wirsal, Direktur, Nielsen Media Indonesia, seperti siaran pers yang diterima merahputih.com.

Adanya pembatasan sosial berskala besar sangat berdampak negatif terhadap media luar ruang (Foto: pixabay/sofuego)

Dengan adanya pembatasan berskala besar dan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, memang berdampak negatif terhadap media luar ruang jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Hal ini terlihat dari angka penetrasi dua tipe utama media luar ruang yang menurun, yaitu tipe yang di tepi jalan (baik dalam bentuk statik atau LED) dan di transportasi publik (Consumer and Media View, Q3 2020).

Tetapi dengan adanya penurunan ini, bukan berarti media luar ruang langsung tercoret dalam media pilihan para pengiklan untuk menjangkau konsumen. Kategori produk Perbankan dan Finansial adalah salah satu pengiklan yang cukup banyak menggunakan media luar ruang.

Baca Juga:

Catat, Ini Kelebihan dan Kekurangan Situs-situs Belanja Online

"Media outdoor merupakan media yang tidak bisa dikesampingkan dalam rangkaian campaign. Namun perlu ada terobosan, sehingga media ini dapat menciptakan engagement dengan konsumen dan menjadi relevan dengan situasi saat ini," tutur Norisa Saifuddin, SVP Markom BCA.

Salah satu upaya Nielsen dalam membantu semua pelaku industri media luar ruang adalah dengan meluncurkan tiga pengukuran yang menyeluruh. Yaitu dari sisi pengukuran traffic yang akurat, belanja iklan dan peta kompetisi di media luar ruang.

"Dengan adanya tambahan informasi ini, menunjukkan keseriusan Nielsen untuk membantu perkembangan media luar ruang kedepannya, menjadi lebih transparan dan akuntabel," jelas Cerli.

"Perhitungan traffic adalah hal standar yang dibutuhkan oleh pengiklan seperti kami, tapi itu tidak cukup. Kami butuh mengukur efektivitas, engagement dan ROI," tambah Norisa Saifuddin.

Berdasarkan monitoring titik media luar ruang di Jakarta pada bulan September 2020, Nielsen menemukan ada sekitar 1.200 titik, tetapi hanya 30% yang terisi dengan iklan.

Sebagian besar lainnya masih kosong. Tentunya kondisi ini adalah sebuah tantangan bagi para pemilik titik. Inilah yang membuat para pemilik titik menjadi kreatif dan mencari cara yang efektif meyakinkan pengiklan.

Salah satunya dengan mengkombinasikan beberapa tipe media yang mereka miliki. Mahaka Media, yang memiliki lini bisnis baik di media luar ruang dan radio, mencoba mengantisipasi hal tersebut.

"Mahaka akan melakukan kolaborasi di jaringan radio, digital dan media luar ruang kami untuk menghasilkan hasil campaign yang lebih efektif," ujar Adrian Syarkawi, Director, Mahaka Visual Integra.

Berdasarkan gross rate card, Nielsen menghitung belanja iklan media luar di bulan September tahun ini, di Jakarta mencapai angka lebih dari 293 miliar dan kategori produk Properti, Korporasi (Corporate Ads) dan Finansial adalah tiga kategori produk terbesar.

Masing-masing kategori memiliki strategi beriklan yang berbeda, ini terlihat dari tipe media luar ruang yang dipilih. Kategori finansial lebih banyak menggunakan tipe LED, sedangkan kategori properti lebih banyak menggunakan tipe Midi.

"Perbedaan kebutuhan ini yang membuat stickearn menjadi flexible, menyediakan format beriklan yang berbeda dan juga pengukuran yang dapat melihat dampak campaign”, ujar Archie Carlson, Co-Founder Stickearn, salah satu penyedia media luar ruang.

Kategori produk yang berbeda, seperti kategori minuman dan makanan, terlihat beriklan di
tipe media luar ruang lain, yaitu tipe transportasi (di dalam kereta, stasiun kereta, badan mobil dan transportasi publik lainnya). (Ryn)

Baca Juga:

Kisah Masuknya Budaya Belanja 'Online' ke Indonesia

#Model Iklan #Ekonomi #COVID-19
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Bank Jakarta Ingin Jadi Financial Operating System, Hubungkan Warga, UMKM, dan Investor
Dirut Bank Jakarta memaparkan empat strategi utama untuk membangun ekosistem keuangan kota, mulai dari inklusi keuangan, UMKM, perumahan hingga investasi.
Ananda Dimas Prasetya - 38 menit lalu
Bank Jakarta Ingin Jadi Financial Operating System, Hubungkan Warga, UMKM, dan Investor
Indonesia
IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
DPR mendesak pemerintah memulihkan kepercayaan investor setelah IHSG turun ke 5.644,23, rupiah menembus Rp 18.041 per dolar AS, dan capital outflow mencapai Rp 66,20 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Indonesia
Mensesneg Tegaskan Purbaya Tetap Menjabat Menkeu, Belum Ada Rencana Reshuffle
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan Purbaya Yudhi Sadewa tetap menjabat Menteri Keuangan. Istana juga membantah adanya rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
Mensesneg Tegaskan Purbaya Tetap Menjabat Menkeu, Belum Ada Rencana Reshuffle
Indonesia
Rupiah Tembus Rp 18.050 per Dolar AS, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Serius
Pelemahan rupiah hingga Rp18.050 per dolar AS menjadi sorotan DPR. Wakil Ketua DPR meminta pemerintah serta Bank Indonesia memperkuat langkah stabilisasi ekonomi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Rupiah Tembus Rp 18.050 per Dolar AS, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Serius
Indonesia
Rupiah Tembus Rp 18.043 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab hingga Langkah Stabilisasi
Bank Indonesia menjelaskan pelemahan rupiah hingga menyentuh Rp 18.043 per dolar AS. Faktor geopolitik Timur Tengah, arus modal keluar, hingga kebutuhan domestik menjadi pemicunya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Rupiah Tembus Rp 18.043 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab hingga Langkah Stabilisasi
Indonesia
Indonesia Rajai Pasar Keuangan Digital, Trader Butuh Platform yang Stabil dan Responsif
Indonesia merupakan rumah bagi komunitas trader forex dan komoditas yang berkembang pesat dan semakin sophisticated.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Indonesia Rajai Pasar Keuangan Digital, Trader Butuh Platform yang Stabil dan Responsif
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: ASEAN Prediksi Indonesia Akan Bangkrut Tahun 2030 Gara-gara Terlilit Utang
Ini dalam informasi yang diunggah akun Facebook “Herna Rizky”.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: ASEAN Prediksi Indonesia Akan Bangkrut Tahun 2030 Gara-gara Terlilit Utang
Indonesia
Pilih Ciptakan Lapangan Kerja Ketimbang Bangun Gedung, Prabowo: Jangan Bangun Kantor Megah Kalau Tidak Produktif
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan memprioritaskan program produktif pencipta lapangan kerja dibanding pembangunan kantor megah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Pilih Ciptakan Lapangan Kerja Ketimbang Bangun Gedung, Prabowo: Jangan Bangun Kantor Megah Kalau Tidak Produktif
Indonesia
Prabowo Janji Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara, Tegaskan SDA Harus untuk Rakyat
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya menghentikan kebocoran kekayaan negara dan memastikan sumber daya alam Indonesia dinikmati seluruh rakyat.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Prabowo Janji Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara, Tegaskan SDA Harus untuk Rakyat
Indonesia
Prabowo Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare untuk Dongkrak Ekspor
Prabowo menyiapkan proyek budidaya perikanan berskala besar hingga 14 ribu hektare untuk memperkuat ekspor dan devisa Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Prabowo Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare untuk Dongkrak Ekspor
Bagikan