Kerja Sama Kemaritiman Indonesia–Inggris Buka 600 Ribu Lapangan Kerja, DPR: Siapkan Pekerja yang Terampil
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer di Kantor PM Inggris, London.(foto: Setpres)
MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi IV DPR RI Usman Husin menyambut baik kerja sama Indonesia dengan Inggris di bidang kemaritiman yang nilainya mencapai 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp 90 triliun. Ia mengatakan kerja sama tersebut strategis karena berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
?
Kerja sama ini mencakup pembuatan sekitar 1.500 kapal nelayan yang akan diproduksi di dok kapal Inggris dan selanjutnya dirakit di Indonesia. Program tersebut diperkirakan mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 600 ribu orang di Tanah Air.
?
“Kerja sama kemaritiman ini patut diapresiasi karena memberikan dampak ekonomi yang besar. Masyarakat Indonesia bisa terlibat langsung dalam proses pembuatan kapal sehingga manfaatnya tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja,” ujar Usman dalam keterangannya, Jumat (23/1).
?
Meski demikian, Usman menekankan pentingnya kesiapan pemerintah sebelum kerja sama ini dilaksanakan. Pemerintah, kata dia, harus memastikan tersedianya sumber daya manusia yang terampil, khususnya dalam penguasaan teknologi produksi kapal. “Pemerintah perlu menyiapkan para calon pekerja yang memiliki keterampilan memadai agar mampu mengikuti standar dan teknologi yang digunakan dalam industri perkapalan,” jelasnya.
Baca juga:
Kerja Sama Maritim Indonesia - Inggris Bakal Serap 600 Ribu Pekerja
?
Usman juga berharap kerja sama ini tidak hanya bersifat bisnis, tetapi disertai dengan transfer pengetahuan dan teknologi dari Inggris kepada Indonesia. Dengan demikian, masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, dapat meningkatkan kapasitas dan keahlian mereka dalam teknologi pembuatan kapal nelayan.
?
“Transfer teknologi menjadi kunci. Harapannya, anak-anak muda kita semakin terampil dan di masa depan Indonesia bisa lebih mandiri dalam industri pembuatan kapal nelayan,” pungkasnya.
?
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membawa komitmen investasi sekitar Rp 90 triliun dari Inggris. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan investasi Rp 90 triliun didapatkan setelah Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan PM Inggris Keir Starmer.(Pon)
Baca juga:
?
?
?
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Menteri Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026, Ini Yang Bakal Dilakukan
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan
Ekonomi Masih Tertekan, Menteri Purbaya Tidak Akan Cabut Aturan Insentif Pajak
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Presiden Prabowo Beri Perintah Jaksa Periksa Mantan Petinggi BUMN, Ini Komentar KPK
Presiden Prabowo Sentil Bali Banyak Sampah, Gubernur Koster: itu Kiriman
DPR Minta RI Aktif dan Kritis di Board of Peace
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Presiden Prabowo Sindir Pihak yang tak Suka Dengannya Dikendalikan Asing, Tantang untuk Bertarung di Pemilu 2029