MerahPutih.com - Satuan Tugas Operasi Teritorial TNI dari Kodim 1508/Tobelo kembali mengamankan senjata ilegal. Kali ini berjumlah tiga yang disita warga masyarakat di Galela Selatan, Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut).
Dandim 1508/Tobelo Letkol Arh Herwin BS menyatakan, kegiatan operasi teritorial (Opster) yang dilaksanakan di wilayah Halut selama dua bulan tersebut tidak hanya menyasar pembangunan fisik maupun non fisik. “Selain itu kami juga punya tugas lain. Misalnya, mencegah peredaran senjata api ilegal di masyarakat,” kata Herwin.
Dia memberikan contoh yang dilakukan Serka Sainal Abidin yang merupakan anggota Kodim 1508/Tobelo yang tergabung dalam Satgas Opster TNI 2017. Kata Herwin, selama opster berlangsung di wilayah Halut secara kontinyu Serka Sainal melaksanakan pendekatan ke masyarakat di daerah sasaran operasi.
Nah, dari hasil pendekatan, diperoleh informasi tentang keberadaan senjata api di tangan masyarakat. Informasi itu lantas ditindaklanjuti dengan melakukan komunikasi secara intensif. Sehingga, masyarakat secara sukarela mau menyerahkan senjata api yang selama ini disimpan di rumah.
"Dari hasil penyerahan tersebut diperoleh tiga pucuk senjata rakitan laras panjang dan 40 butir munisi kaliber 12,7 mm. Senjata tersebut kini diamankan di Makodim 1508/Tobelo,” kata Herwin.
Sebelumnya, Prajurit jajaran Kodim 1501/Ternate juga mengamankan tujuh pucuk senjata api organik dan rakitan yang diserahkan masyarakat Halmahera Barat.
Komandan Kodim 1501/Ternate Letkol Inf Abd Razak Rangkuti mengatakan, anggotanya telah menerima penyerahan senjata api organik dan rakitan dari wilayah Halmahera Barat. Saat ini senjata tersebut diamankan di Makodim 1501/Ternate untuk kemudian dititipkan ke Gudang Detasemen Peralatan.
Bahkan, perolehan senjata tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat atas situasi yang semakin kondusif sehingga mereka dengan sukarela menyerahkan senjatanya.
Dia menceritakan penyerahan senjata dari masyarakat itu berkat pendekatan yang dilakukan Serma Hendri Nardi Wibowo dan Serka Munawar. Keduanya berhasil melakukan penggalangan terhadap masyarakat sehingga mereka secara sukarela mau menyerahkan senjata yang dikuasai.
Rinciannya, 1 pucuk senjata api organik jenis Heavy Gun (SMB) pabrikan Jepang Serial Number 1874.8618.8 masih aktif. Ada juga 4 pucuk senjata api rakitan laras panjang. Kemudian 2 Pucuk senjata api rakitan beserta 12 butir amunisi kaliber 12,7 mm, kaliber 5.56 mm dan kaliber 9 mm. (*)
Sumber: Antara