Masyarakat Cinta Masjid: Umat Islam Harus Tolak Ijtima Ulama III

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 05 Mei 2019
Masyarakat Cinta Masjid: Umat Islam Harus Tolak Ijtima Ulama III

Masyarakat Cinta Masjid (MCM). Foto: MP/Kanugrahan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masyarakat Cinta Masjid (MCM) mengeluarkan pernyataan sikapnya menentang Ijtima Ulama III yang baru berlangsung. Mereka menganggap, kegiatan yang diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni 212 itu bertentangan dengan ajaran Islam.

Ketua MCM Wishnu Dewanto mengatakan, masyarakat tak membutuhkan Ijtima Ulama karena bisa memecah belah persatuan.

Masyarakat Cinta Masjid (MCM)
Masyarakat Cinta Masjid (MCM). Foto: MP/Kanugrahan

"Masyarakat tak membutuhkan ijtima yang memecah belah," kata Wishnu saat acara konfrensi pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (5/5).

Wishni melanjutkan ulama seharusnya membuat suasana menjadi sejuk.

"Apa yang dilakukan para ulama, kita harus ikuti kalau rujukannya al Quran dan hadist. Tapi kalau ajakannya nuansa politis, maka kita tak boleh ikuti," imbuh Whisnu.

Ia menjelaskan, Ijtima ulama tak dirasakan manfaatnya. "Jangan cara yang destruktif. Kita himpun ulama yang baik. Masyarakat harus menunggu keputusan KPU. Dan tak menggunakan cara cara yang inkonstitusional," ucap Whisnu.

Ia pun bakal mensosialisasikan kepada masyarakat soal pentingnya menunggu hasil hitungan resmi KPU yang bakal berlangsung 22 Mei mendatang.

"Intinya masyarakat harus menerima apapun hasilnya. Jika menggunakan cara yang inkonstitusional, maka negara wajib hadir untuk menindak pelakunya," jelas Whisnu.

Seperti diketahii, dalam Ijtima Ulama III ini diputuskan lima rekomendasi. Pertama, Ijtima Ulama menyimpulkan terjadi kecurangan dan kejahatan bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam proses penyelenggaraan pemilu 2019.

Sejumlah tokoh agama dari berbagai Ormas Islam (FPI, GNPF Ulama, PA 212) menggelar Konfrensi pers untuk 'Persiapan Ijtima Ulama dan Tokoh 3' di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (29/4).

Kedua, mendorong dan meminta BPN Prabowo-Sandiaga untuk mengajukan keberatan melalui mekanisme legal, prosedural tentang terjadinya berbagai kecurangan dan kejahatan, terstruktur sistematis dan masif dalam proses pilpres 2019.

Penggagas Ijtima Ulama III, Bachtiar Nasir. (MP/Kanugrahan)
Penggagas Ijtima Ulama III, Bachtiar Nasir. (MP/Kanugrahan)

Ketiga, mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi paslon capres-cawapres 01. Keempat, mengajak umat dan seluruh anak bangsa untuk mengawal dan mendampingi perjuangan penegakan hukum secara syar'i dan legal konstitusional dalam melawan kecurangan kejahatan serta ketidakadilan termasuk perjuangan pembatalan paslon capres cawapres 01 yang ikut melakukan kecurangan dan kejahatan dalam pilpres 2019.

Kelima, Ijtima Ulama memutuskan melawan kecurangan kejahatan serta ketidakadilan adalah bentuk amal ma'ruf nahi munkar, konstitusional dan sah secara hukum dengan menjaga NKRI dan kedaulatan rakyat. (Knu)

#Ulama
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cuma Ada 5.000 Slot Parkir di Acara Haul Akbar Ulama Betawi 2026 Monas, Mending Naik Transum!
Dishub DKI Jakarta melarang parkir di bahu jalan saat Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 di Monas. Disediakan 1.840 slot mobil dan 3.180 motor, serta imbauan gunakan Transjakarta.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Cuma Ada 5.000 Slot Parkir di Acara Haul Akbar Ulama Betawi 2026 Monas, Mending Naik Transum!
Lifestyle
Amalan Penting yang Dianjurkan saat Ramadan, Perbanyak Doa dan Istigfar
Dua amalan ini sangat dianjurkan saat menyambut Ramadan. Hal itu menjadi kesiapan spritiual yang matang.
Soffi Amira - Sabtu, 07 Maret 2026
Amalan Penting yang Dianjurkan saat Ramadan, Perbanyak Doa dan Istigfar
Lifestyle
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Apakah obat tetes mata membatalkan puasa? Simak penjelasan ulama fikih dan dalilnya. Mayoritas ulama sebut: tidak membatalkan puasa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Indonesia
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI menilai tindakan pendakwah berinisial E tersebut telah melanggar prinsip perlindungan anak, norma sosial, dan norma agama.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
Indonesia
Ketua PBNU Ingatkan Umat Tak Beri Ruang untuk Pemecah Belah dan Penyebar Kebencian
Ketua PBNU Abdullah Latopada tekankan pentingnya menahan diri dan tidak terjebak dalam narasi yang dapat memecah belah umat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 14 April 2025
Ketua PBNU Ingatkan Umat Tak Beri Ruang untuk Pemecah Belah dan Penyebar Kebencian
Indonesia
Wacana Alokasi Dana Zakat untuk Program MBG, PAN: Perlu Kajian dan Pendapat Ulama
Saleh Partaonan Daulay menganggap wacana itu perlu kajian yang mendalam.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Januari 2025
Wacana Alokasi Dana Zakat untuk Program MBG, PAN: Perlu Kajian dan Pendapat Ulama
Indonesia
Gus Miftah Bilang Tukang Es Goblok, PKB: Tidak Sesuai dengan Karakter Pak Prabowo
Tindakan kurang terpuji Gus Miftah mendapat sorotan dari Wakil Ketua Umum PKB.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Desember 2024
Gus Miftah Bilang Tukang Es Goblok, PKB: Tidak Sesuai dengan Karakter Pak Prabowo
Indonesia
Habib Hasan Assegaf Dimakamkam Dekat Ibunya di Cilodong Depok
Dekat makam ibunya, Hubabah Fatmah Alathas di kompleks Masjid Nurul Musthofa Center, Jalan Kampung Sawah, Cilodong, Depok.
Wisnu Cipto - Kamis, 14 Maret 2024
Habib Hasan Assegaf Dimakamkam Dekat Ibunya di Cilodong Depok
Indonesia
14 Ormas Islam Tergabung Dalam LPOI Keluarkan 9 Petisi Jelang Pemilu 2024
Ulama-ulama LPOI akan mengawal petisi tersebut melalui “Gerakan Sosial Demokrasi Muslim (Gersosdem) Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Februari 2024
14 Ormas Islam Tergabung Dalam LPOI Keluarkan 9 Petisi Jelang Pemilu 2024
Indonesia
Ulama Sepuh NU dan Santri Situbondo Dukung Ganjar-Mahfud
Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD bersilaturahmi kepada ssejumlah ulama sepuh NU di Situbondo dan Probolinggo, Minggu (12/11).
Mula Akmal - Senin, 13 November 2023
Ulama Sepuh NU dan Santri Situbondo Dukung Ganjar-Mahfud
Bagikan