MerahPutih.com - Elemen mahasiswa berbagai macam almamater telah tiba di sekitar Gedung TVRI, tak jauh dari Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8) sore. Hal ini menambah jumlah massa yang menolak Omnibus RUU Cipta Kerja.
Beberapa massa aksi sempat ingin menerobos kawat berduri yang sudah dipasang aparat kepolisian. Tak hanya itu, mereka juga membakar ban di depan kawat berduri.
Baca Juga
Satu Lagi Pati Polri Jadi Tersangka Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra
Sementara itu, massa dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Front Perjuangan Rakyat (FPR) hingga Front Mahasiswa Nasional telah membubarkan diri. Pasalnya, mereka telah menggelar aksi unjuk rasa sejak siang tadi.
Saat ini, kelompok mahasiswa tengah berorasi di depan kawat berduri yang dijaga oleh aparat kepolisian. Jumlah massa aksi dari elemen mahasiswa pada hari ini, notabene lebih banyak ketimbang massa aksi dari sektor buruh.
Aparat kepolisian melarang adanya aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Pasalnya, Presiden Joko Widodo akan menyampaikam pidato kenegaraan.
"Kami sudah antisipasi bahwasanya tidak boleh sama sekali demo. Hari ini tidak boleh demo di depan kantor DPR karena hari ini ada kegiatan pidato kenegaraan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan.
Yusri meminta agar meminta massa aksi untuk patuh pada protokol kesehatan mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung. Untuk itu, kepolisian menyarankan agar massa tidak turun ke jalan.
"Kami imbau supaya mereka ikut aturan, protokol kesehatan di situasi pandemi begini. Harapan pertama tidak usah demo, kan lagi corona. Di imbau tidak usah turun," sambungnya.
Baca Juga
Terkait sidang tahunan sekaligus pidato kenegaraan Presiden Jokowi, kepolisian telah menyiagakan pengamanan. Total 6.300 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya acara. (Knu)