Masih Buron, Waspadai Modus Komplotan Curanmor Berpistol Air Softgun Jakut
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra (empat dari kiri) didampingi Kanit Reskrim AKP Emir Maharto Busatrosa (tiga dari kiri) saat jumpa pers penangkapan dua pelaku pencurian motor di Kelapa
MerahPutih.com - Tersangka berinisial AS (32) dan BG (29) yang terpaksa ditembak kakinya oleh polisi saat dilumpuhkan ternyata anggota sindikat komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di sekitar wilayah Jakarta Utara (Jakut).
Sayangnya, belum semua anggota komplotan pencuri motor di kawasan Jakut itu berhasil ditangkap. Kepolisian masih memburu tiga orang anggota sindikat.
"Kami baru menangkap dua pelaku dan masih ada tiga pelaku yang masih dalam pengejaran," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra didampingi Kanit Reskrim AKP Emir Maharto Bustarosa saat jumpa pers di Jakarta, Senin (13/1).
Baca juga:
Tembak Kaki 2 Pencuri Motor di Kelapa Gading, Polisi Klaim Tindakan Terpaksa yang Terukur
Kompol Seto menambahkan kelompok ini mempunyai ciri modus operandi khusus saat beraksi. "Para pelaku ini menjalankan aksi mereka di pagi hari karena situasi dinilai aman dan tidak ramai," tutur dia.
Menurut dia, para pelaku juga memiliki tugas masing-masing saat beraksi. Tak hanya itu, lanjut dia, mereka juga terlebih dahulu mengawasi keadaan sekeliling dan berbekal senjata air softgun.
Kapolsek memaparkan modus para pelaku dengan merusak motor milik korban, menarik kabel kontak, kemudian memasang soket buatan di jalur kontak motor yang menyebabkan mesin motor dapat menyala. "Aksi pelaku ini terekam kamera CCTV," imbuhnya, dikutip Antara.
Baca juga:
Polisi Waspadai Aksi Serangan Susulan Gangster Motor ke Warga Kramat Pulo Senen
Terkait dua tersangka yang ditangkap, Kapolsek mereka terpaksa ditembak kakinya karena melakukan perlawanan. Keduanya kini terancam hukuman pidana kurungan maksimal tujuh tahun penjara.
Lebih jauh, Kompol Seto menambahkan polisi menyita beberapa barang bukti berupa senjata air softgun serta peluru gotri, enam kunci kontak imitasi, flashdisk berisi rekaman video CCTV, enam plat nomor. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Aturan Polisi Ditempatkan di Jabatan Sipil Segera Rampung, Jadi Solusi Sementara
MK Bolehkan Polisi Bertugas di Jabatan Sipil asal Sesuai Undang-Undang, Pengamat Minta tak Ada lagi Keraguan
Bahan Baku Lab Narkoba Apartemen Pluit Impor dari India, Bos Besarnya Masih di Luar Negeri
Polri Pastikan Layanan Contact Center 110 Diakses Gratis, Masyarakat Bisa Lapor 24 Jam
Banjir Jakarta Utara Bikin Lalu Lintas Lumpuh Total Pagi Ini, Kendaraan Sampai Mogok Terjang Jalan Astra
Nakhoda dan ABK KM Putri Sakinah Ditetapkan Tersangka, Polisi Sebut Ada Unsur Kelalaian
Protes Institusi Polri Ditempatkan ‘Setara’ Kementerian, Penasihat Kapolri: Bertentangan dengan UUD 1945!
Polisi Tangkap Jurnalis di Morowali, Tegaskan Bukan Terkait Profesi Pers
Viral Pos Polisi Tulungagung Dipakai Bikin Video Mesum, Identitas Pelaku Masih Dicari
Apartemen Lab Narkoba di Ancol Dikelola Sindikat Internasional, Produk Dikemas Mirip Minuman Saset