Martin Bashir tak Ingin Dikaitkan dengan Kematian Putri Diana
Interview Martin Bashir dengan Putri Diana pada 1995. (Foto: BBC)
MANTAN jurnalis BBC, Martin Bashir, menggunakan tipu daya kepada Putri Diana demi mendapatkan wawancara eksklusif pada 1995. Ia membantah bertanggung jawab atas rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Diana.
Mengutip The Sunday Times, Bashir meyakini aksinya tidak menyakiti Diana. Penyelidikan independen yang diterbikan Kamis (20/5) menemukan Bashir berbohong dan membuat Diana percaya bahwa ia dimata-matai demi mendapat persetujuan untuk wawancara. Dalam wawancara itu, Diana membeberkan pernikahan yang gagal dengan Pangeran Charles.
“Saya tidak pernah ingin menyakiti Diana sama sekali dan saya yakin tidak melakukannya,” kata Bashir.
Putra sulung Diana, William, mengatakan wawancara itu didapatkan dengan cara menipu. Itu menjadi kegagalan BBC berkontribusi signifikan terhadap ‘ketakutan, paranoia, dan isolasi’ Diana. Pangeran Harry dan adik Diana, Charles Spencer, mengatakan wawancara itu bagian dari praktik tidak etis yang pada akhirnya merenggut nyawa Diana dalam kecelakaan mobil di Paris 1997.
Baca juga:
“Saya tidak merasa bertanggung jawab untuk banyak hal lain yang terjadi dalam hidupnya, dan masalah rumit terkait keputusan itu,” kata Bashir.
“Saya bisa memahamin motivasinya. Tapi untuk menghubungkan tragedi, hubungan sulit antara keluarga kerajaan dan media hanya di pundak saya terasa tidak masuk akal. Gagasan bahwa saya satu-satunya yang bertanggung jawab saya kira tidak masuk akal dan tidak adil,” lanjutnya.
Laporan mantan hakim senior di Inggris, John Dyson, menemukan bahwa Bashir, yang waktu itu kurang terkenal, telah menunjukkan pernyataan bank palsu kepada Spencer. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Diana disadap oleh layanan keamanan dan dua asisten senior dibayar untuk memberikan informasi tentang Diana.
Baca juga:
“Bashir menipu dan membujuknya untuk mengatur pertemuan dengan Putri Diana. Dengan perilaku tipu daya, Bashir berhasil menciptakan tulisan tangan dari Diana sebulan setelah wawancara yang menuliskan tidak ada penyesalan dan Bashir tidak menunjukkan informasi yang tidak Diana ketahui,” tulis laporan itu.
Berdasarkan laporan tersebut, setelah wawancara ditayangkan, Bashir berulang kali berbohong kepada atasan mengenai caranya mendapatkan akses wawancara itu. Wawancara dengan Diana membuat Bashir jadi terkenal. Ia bahkan bisa mewawancarai bintang papan atas, termasuk Michael Jackson. (and)
Baca juga:
Kisah di Balik Bulimia, Gangguan Makan yang Diderita Putri Diana
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses
Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun
Putra Rob Reiner, Nick, Didakwa atas Pembunuhan Orangtuanya
Pembunuhan Rob Reiner, Polisi LA Tangkap Anak sang Sutradara
Sutradara Hollywood Rob Reiner dan Istrinya Ditemukan Tewas di Rumah Mereka di Los Angeles, Diduga Dibunuh
Dua Dekade Persahabatan, RAN Persembahkan Video Musik 'Memori' di Usia ke-19
Go Public, Katy Perry Pamer Kemesraan Bareng Justin Trudeau di Instagram
Epy Kusnandar Meninggal Dunia, Dedikasi 29 Tahun di Dunia Hiburan
Mudy Taylor Meninggal Dunia, Komika Musikal dengan Legasi Besar
Menggerepe Ariana Grande di Pemutaran Perdana ‘Wicked: For Good’, Seorang Pria Australia Dilarang Masuk Singapura Selamanya