PEMBALAP MotoGP asal Spanyol Marc Marquez terlempar ke udara setelah melakukan cornering di tikungan ketujuh sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kecelakaan yang juga membuat tunggangannya, Honda RC213V berputar di udara tersebut terjadi pada sesi warm up MotoGP 2022, Minggu (20/3).
Insiden yang dialami oleh Marcquez bernama highside. Jenis kecelakaan ini memang umum terjadi pada ajang MotoGp ketika pembalap menikung. Selain highside, pembalap biasanya juga berpotensi mengalami kecelakaan lowside.
Baca Juga:
Kearifan Lokal Pembalap MotoGP di Mandalika, Sampai Bingung Ada Bensin Eceran
Pengertian singkatnya, highside merupakan sisi atas dan lowside merupakan sisi bawah. Misalnya ketika menikung ke kanan, posisi tubuh pengendara juga akan miring ke kanan. Sisi kanan pengendara ini menjadi lowside, sementara sisi kirinya ialah highside. Marquez mengalami highside ketika ia sedang melahap tikungan ke kanan.
Seperti yang diberitakan Kabaroto, penyebab terjadinya highside ialah rem belakang terkunci atau karena ban kehilangan traksi saat berekselerasi. Hal itu disebabkan akibat pengereman yang salah atau ban kehilangan daya cengkeram.
Insiden highside mengakibatkan roda belakang biasanya tidak lurus sejalan dengan roda depan. Posisi ban akan berlawanan ke sisi lain. Alhasil, keadaan seperti ini akan membuat pengendara terpental ke udara bersama dengan motornya.
Baca Juga:
Menurut laman Shifting-Gears.com, highside kebanyakan terjadi pada sepeda motor dengan CC tinggi. Meski begitu, kecelakaan ini tetap bisa dihindari ketika pengendara melakukan cornering. Kunci utamanya ialah dengan menarik gas perlahan ketika melakukan cornering agar ban tidak kehilangan traksi. Ketika menarik gas dengan perlahan, sepeda motor akan mendapatkan kembali traksi secara perlahan. Tentu saja, pengendara juga harus waspada ketika melakukan pengereman.
Sementara itu, lowside ialah kecelakaan yang disebabkan pembalap kehilangan grip kedua atau salah satu ban tanpa mendapatkan traksi kembali. Lowside kerap terjadi saat pembalap kehilangan grip di bagian depan. Pembalap yang mengalami kecelakaan ini tidak terbanting dari motor karena ia akan jatuh di sisi bawah ketika menikung. Lowside juga terjadi karena pembalap kehilangan traksi roda depan.
Tak hanya itu, faktor lain penyebab lowside ialah karena pembalap terlalu banyak mengerem di tikungan, daya cengkeram rendah karena ban aus , akselerasi terlalu banyak saat menikung, dan kecepatan terlalu tinggi. Untuk menghindari kecelakaan ini pengendara hanya perlu mengurangi kecepatan seperlunya sebelum menikung. (ikh)
Baca Juga:
MotoGP Mandalika dan WSBK Siap Bangkitkan Pariwisata Indonesia