Kesehatan

Manfaat Terapi Lintah untuk Kesehatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 28 Agustus 2023
Manfaat Terapi Lintah untuk Kesehatan

Terapi lintah beri manfaat kesehatan.(foto: EllWi_pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MESKI terlihat mengerikan, lintah ternyata memiliki beberapa manfaat. Hewan berbentuk seperti ulat nan menggelikan dan menjijikan ini ternyata dapat membantu kita dalam mencegah berbagai peyakit.

Menurut Alodokter, terapi lintah dipercaya mampu mencegah pembekuan darah hingga dapat memperlancar peredaran darah. Berbagai kandungan enzin yang terdapat pada liur lintah membuat terapi lintah dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

Terapi lintah merupakan pengobatan tradisional dengan cara menempelkan lintah ke bagian tubuh tertentu. Saat lintah menggigit kulit, beberapa zat dalam air liur lintah akan memasuki pembuluh darah. Kandungan air liur lintah dipercaya dapat mengobaati keluhan diabetes, varises, dan mengurangi nyeri osteoartritis. Praktik pengobatan tradisional ini sudah lama digunakan di beberapa negara, seperti Mesir dan Arab Saudi.

BACA JUGA:

Terapi Lintah, Pengobatan ala Mesir Kuno yang Banyak Manfaat

Tentu dalam pegobatan ini, lintah yang dingunakan adalah lintah khusus dan sudah dipilih seperti Hirudo medicinalis, Hirudo troctina, dan Hirudo nipponia. Jadi bukan lintah yang suka mampir ke rumah kita. Berikut manfaat terapi lintah untuk kesehatan tubuh

1. Melancarkan peredaran darah

terapi lintah
Terapi lintah dapat memperlancar peredaran darah.(foto: whitesession_pixabay)

Terapi lintah diyakini dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Hal ini karena sifat antikoagulan pada air liur lintah yang mampu mencegah penggumpalan darah.

Karena sifat antikoagulan tersebut, terapi lintah juga banyak digunakan pada operasi bedah plastik maupun operasi mikro. Meski begitu, efektivitas dan keamanan penggunaan terapi lintah dalam tindakan bedah masih harus diteliti lagi.

2. Mengobati penyakit kardiovaskular

Terapi lintah dipercaya efektif dalam melancarkan peredaran darah. Hal ini membuat terapi lintah banyak dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kardiovaskular. Manfaat terapi ini diyakini karena kandungan hirudin pada air liur lintah.

3. Menurunkan risiko amputasi pada penderita diabetes

Penyakit diabetes memiliki risiko komplikasi, termasuk terhambatnya aliran darah ke tangan, kaki, dan jari-jari. Kondisi ini bisa menyebabkan luka dan kematian jaringan syaraf pada tubuh, yang merupakan salah satu penyebab dilakukannya amputasi pada penderita diabetes.

Terapi lintah dapat bermanfaat mengurangi risiko amputasi. Hal ini karena lintah mengandung hirudin yang mampu memperbaiki sirkulasi darah dalam tubuh.

BACA JUGA:

Polusi Udara Meningkat, Ini Cara Bikin Kualitas Udara di Rumah Tetap Sehat

4. Meredakan nyeri osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan radang sendi akibat kerusakan pada tulang rawan yang dapat menimbulkan gesekan antar tulang, sehingga penderita merasakan nyeri.

Kondisi tersebut dapat diobati dengan terapi lintah. Hal ini diyakini karena sifat anestesi pada air liur lintah. Tidak hanya itu, air liur lintah yang bersifat antiradang yang dipercaya dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan sendi.

terapi lintah
Terapi lintah dapat mengurasi resiko amputasi.(foto: andreas160578_pixabay)

5. Menjegah pertumbuhan sel kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air liur lintah dapat menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu, seperti kanker paru-paru dan kanker payudara.

Hal ini diduga karena sifat antikanker dan antikoagulan, serta kandungan hirustasin di dalam liur lintah yang baik untuk mencegah perkembangan sel kanker.

Kandungan pada air liur lintah tersebut juga diketahui bermanfaat dalam mencegah sel kanker agar tidak menyebar, atau mengalami metastasis.

Meskipun terapi lintah dapat menyembuhkan dan mencegah berbagai macam penyakit, perlu diperhatikan bahwa ada beberapa kondisi seseorang tidak boleh melakukan terapi lintah, yakni:

• Penderita hemofilia

• Sedang menjalani terapi anti koagulan

• Penderita anemia kronis

• Sedang menjalani prosedur cuci darah, kemoterapi, dan radioterapi

• Memiliki alergi terhadap protein lintah

• Wanita hamil

• Penderita penyakit autoimun

Oleh karena itu, sebelum kamu melakukan terapi lintah, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya.(aql)

BACA JUGA:

Kiat Atasi Sakit Perut Haid Hari Pertama

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan