PUASA intermittent merupakan salah satu cara yang diadopsi untuk melakukan diet, beberapa orang bahkan menamainya diet puasa. Jenis puasa ini lebih memperhatikan siklus antara periode makan dan puasa. Singkatnya, ini adalah metode untuk mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu. Namun, di antara waktu puasa tersebut, kamu masih dapat mengonsumsi minuman nol kalori.
Puasa intermittent cenderung lebih mengatur kebiasaan makan daripada diet secara umum. Metode ini kerap menganjurkan puasa makan selama 16 jam, tapi waktunya dapat kamu tentukan sendiri. Pola makan harian yang tak teratur dapat diperbaiki dengan menjalani puasa intermittent. Oleh karena itu, metode ini bisa memperbaiki atau membentuk perilaku makan yang lebih sehat.
Baca juga:
3 Sumber Protein Rendah Lemak yang Cocok Untuk Diet Sehat dan Seimbang
Mengutip laman Healthline, ditemukan sejumlah penelitian yang menunjukan bahwa puasa intermittent memiliki manfaat yang baik untuk tubuh dan otak. Selain menurunkan berat badan dan memperbaiki pola makan, ada beberapa manfaat dari puasa intermittent yang jarang diketahui.
1. Mengubah Fungsi Hormon, Sel, dan Gen
Ketika tidak mengonsumsi apapun dalam sementara waktu, beberapa hal akan terjadi dalam tubuh. Misalnya, tubuh akan mengubah kadar hormon untuk membuat lemak tubuh yang tersimpan, menjadi lebih mudah diakses dan memulai perbaikan sel.
Selain itu, kadar insulin dalam darah juga turun secara signifikan yang memfasilitasi pembakaran lemak. Kemudian, hormon pertumbuhan dalam darah meningkat secara drastis, dan terdapat gen serta molekul yang bergabung menjadi perlindungan terhadap penyakit.
2. Membantu Mengatasi Lemak Visceral
Sebagian orang mencoba puasa intermittent untuk menurunkan berat badan. Secara umum, metode ini akan membuat makan lebih sedikit. Kecuali, jika kamu mengimbanginya dengan makan lebih banyak selama waktu makan.
Menurut sebuah penelitian, beberapa orang yang melakukan puasa intermittent kehilangan 4-7 persen dari lingkar pinggang selama 6-24 minggu. Ini tandanya mereka kehilangan banyak lemak visceral, atau lemak berbahaya di rongga perut yang cenderung menyebabkan penyakit.
Baca juga:
3. Dapat Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 telah menjadi diagnosis yang sangat umum dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini dapat dilihat dari kadar gula darah yang tinggi dalam konteks resistensi insulin.
Apa pun yang mengurangi resistensi insulin akan membantu menurunkan kadar gula darah dan melindungi dari diabetes tipe 2. Puasa intermittent telah terbukti memiliki manfaat besar bagi resistensi insulin dan mampu mengurangi kadar gula darah.
4. Mengurangi Stres Oksidatif dan Peradangan dalam Tubuh
Stres oksidatif adalah salah satu langkah menuju penuaan dan memicu penyakit kronis. Hal ini melibatkan molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas. Radikal bebas bereaksi dengan molekul penting lainnya, seperti protein dan DNA. Beberapa penelitian menunjukan bahwa puasa intermittent dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres oksidatif. (Cil)
Baca juga: