Kesehatan

Manfaat Kolagen untuk Kesehatan Anak

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 22 Agustus 2022
Manfaat Kolagen untuk Kesehatan Anak

Kolagen memiliki manfaat kesehatan untuk anak. (foto: pexels.com_artem podrez)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOLAGEN telah menjadi asupan tambahan yang trendi untuk saat ini. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengeluarkan produk kolagen sesuatu dengan kegunaan masing-masing. Penting untuk memastikan anak-anak dan juga orang dewasa sama-sama mendapatkan jumlah nutrisi dan juga suplemen yang tepat, salah satunya kolagen.


Seperti dilansir Alodokter, kolagen merupakan protein alami di dalam tubuh yang jumlahnya melimpah dan terdapat di dalam tulang, kulit, oto, tendon, dan ligamen. Namun, seiring bertambahnya usia, jumlah kolagen yang berada di dalam tubuh bisa saja berkurang. Supaya jumlah kolagen tetap terjaga, kamu bisa mengonsumsi makanan-makanan tertentu, seperti sum-sum tulang sapi, ceker ayam, ataupun suplemen kolagen. Para orangtua perlu tahu nih, kolagen juga baik untuk kesehatan anak.

BACA JUGA:

Jaga Gizi Anak di Masa Pandemi

1. Kesehatan Kardiovaskular


Kolagen merupakan protein esensial yang ditemukan dalam jaringan ikat. Jaringan ikat menempati bagian penting di seluruh tubuh, terutama di jantung dan juga pembuluh darah. Sistem kardiovaskular anak-anak harus mengalirkan darah secara efektif saat tubuh mereka menjadi lebih besar secara fisik. Kolagen juga merupakan bagian penting dari sistem pembuluh darah padat yang berfungsi sebagai alat transportasi, dan juga membantu mengalirkan darah ke seluruh tubuh anak.

anak-anak
Kolagen merupakan protein alami di dalam tubuh yang jumlahnya melimpah.(foto: pexels.com_alexander dummer)


2. Menjaga Kesehatan Pencernaan


Ada lipatan kecil di dinding lapisan perut kamu yang benar-benar dibingkai dari kolagen. Makanan dengan gula yang tinggi, karbohidrat olahan, dan juga minyak sayur serta biji-bijan yang meradang, bisa membuat lapisan perut kamu benar-benar terbuka. Hal tersebut memungkinkan racun dari makanan kamu akan langsung masuk ke pembuluh darah. Racun ini bisa menyebabkan berbagai efek samping, seperti migrain, nyeri pada tubuh, radang kulit, dan juga suasana hati yang buruk.
Dengan meningkatkan kolagen, mungkin meningkatkan kesehatan terkait perut pada anak.

BACA JUGA:

Cegah Stunting dengan Perhatikan Isi Piring Anak

keluarga
Supaya jumlah kolagen tetap terjaga, kamu bisa mengonsumsi makanan-makanan tertentu. (foto: pexels.com_august de richelieu)


3. Meningkatkan Kebersihan Mulut


Banyak anak yang mengongsumsi gula berlebih, tentunya banyak juga dari mereka yang mengalami kebersihan mulut yang buruk. Hal ini bisa terjadi di berbagai struktur, seperti geraham lunak, gusi mundur, dan juga gigi kecil. Dengan meningkatkan kolagen bisa meningkatkan kebersihan mulut.


4. Menyembuhkan Luka


Sementara kolagen dikenal sebagai anti penuaan, ternyata juga bermanfaat bagi elastisitas kulit yang dapat membantu anak-anak. Bisa saja anak-anak bermain sesuatu dan terjatuh, menyebabkan luka pada kaki atau bagian lainnya. Kolagen bisa membantu memulihkan cedera lebih cepat dengan meningkatkan tubuh menggunakan suplemen. Yang bisa membantu memulihkan diri.(yos)

BACA JUGA:

Bekal ke Sekolah Menjamin Kecukupan Gizi Anak

#Kesehatan #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan