Malala Yousafzai Buat Donald Trump Terlihat Bodoh!
(Foto: Twitter Malala Fund)
MerahPutih Internasional - Setelah berbagai pihak mengecam tindakan Donald Trump yang berkampanye dengan menebar kebencian pada umat Islam di Amerika, kini giliran gadis muda penerima Nobel Perdamaian Malala Yousafzai yang mengeritiknya.
Tak hanya mengeritik, Malala juga memberikan 'pembelajaran' untuk Trump atas apa yang telah ia lakukan.
Seperti yang dilansir BBC, Malala menyatakan kalimat Trum yang hendak melarang umat Islam datang ke AS adalah suatu hal yang sangat bodoh.
"Semakin banyak anda berkata tentang Islam dan memusuhi muslim, semakin banyak teroris yang anda ciptakan," kata Malala.
"Penting bagi politisi atau media, untuk berhati-hati terkait apa yang mereka ucapkan atau tulis. Bila tujuan anda menghentikan terorisme, jangan coba menyalahkan seluruh umat muslim, karena itu tidak akan bisa menghentikan terorisme. Sebaliknya itu akan semakin membuat teroris menjadi lebih radikal," jelasnya.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Malala adalah seorang aktivis dari Pakistan yang menyuarakan kesetaraan pendidikan bagi kaum perempuan.
Malala bahkan berani menentang pemerintahan Taliban di negaranya hingga ia ditembak dan hampir meninggal, sejak saat itu Malala menulis berbagai esay tentang ketidak adilan yang terjadi di negaranya melalui sebuah blog untuk BBC.
Malala kini dikenal sebagai seorang aktivis muda penerima Nobel.
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Donald Trump Peringatkan Iran Jangan Coba-Coba Bangun Nuklir Baru
Ribuan Video dan Foto Kasus Epstein, Publik Lapar dan Haus Informasi Kejahatan
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
HNW Soroti Partisipasi Indonesia di Board of Peace, Ingatkan Amanat UUD 1945 soal Palestina
Tanpa Inggris-Prancis, Donald Trump Umumkan 26 Anggota Dewan Perdamaian Gaza Termasuk Indonesia
Pasal 5 NATO Bisa Jadi Penyelemat Greenland dari Obsesi Donald Trump
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal