Makepung, Tradisi Balap Kerbau di Bali

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 18 Juni 2017
Makepung, Tradisi Balap Kerbau di Bali

Makepung adalah tradisi balap kerbau yang biasa dilakukan para petani di Jembana, Bali. (Foto: specialpenetahuan.blogspot)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Jika Madura memiliki Karapan Sapi, Bali juga memiliki tradisi balapan yang menggunakan hewan. Bedanya, Bali tidak menggunakan sapi, melainkan kerbau. Tradisi ini disebut Makepung.

Makepung, berarti kejar-kejaran. Tradisi yang berasal dari Kabupaten Jembana, Bali ini tadinya hanyalah adu kekuatan kerbau saat membajak sawah di Jembrana. Kemudian, seiring berjalannya waktu, para petani di Kabupaten Jembana menjalankan tradisi balap kerbau secara rutin dengan yang arena balap sawah.

Meskipun tadinya hanya keisengan yang dilakukan petani, kini Makepung banyak dilakukan berbagai kalangan. Bahkan, tradisi ini juga diselenggarakan secara profesional dan dilombakan dalam bentuk Gubernur Cup. Jumlah kerbau yang dilibatkan bisa mencapai 300 pasang.

Tradisi ini dijadikan sebagai agenda tahunan. Biasanya, dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober dan dilakukan pada hari Minggu.

Aturan perlombaan ini terbilang cukup unik. Pemenang lomba tidak ditentukan dari peserta yang lebih dulu mencapai garis akhir. Akan tetapi, pemenang ditentukan berdasarkan jarak peserta yang berada di belakangnya. Peserta harus bisa menjaga jarak sejauh 10 meter jika ingin menjadi pemenang. Lalu, jika jarak peserta yang
di belakang bisa mempersempit jarak 10 meter tersebut, peserta yang di belakang menjadi pemenang.

Sekarang ini area balap Makepung bukan di sawah yang berlumpur lagi. Area balap Makepung merupakan tanah kosong yang berbentuk huruf "U" dengan jarak mencapai 2 kilometer. Hingga dewasa ini, tradisi ini masih dilestarikan dan menjadi daya tarik, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca juga artikel mengenai Aneka Tradisi Madura.

#Tradisi Makepung #Bali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Fun
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Kolaborasi dengan Minikino sejalan dengan salah satu pilar Noema yang menempatkan komunitas dan inklusivitas sebagai bagian penting dari identitas resor.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Indonesia
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Rencana yang disiapkan akan menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Badung dengan sejumlah kawasan pariwisata di Bali Selatan hingga Canggu.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Bagikan