Makanan yang Wajib Dihindari Saat Tengah Malam

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 04 November 2019
Makanan yang  Wajib Dihindari Saat Tengah Malam

Makanan yang harus dihindari saat malam (Foto: Pixabay/Robert-Owen-Wahl)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pernahkah kamu merasa lapar di malam hari? Saat itu pasti rasanya ingin membuka kulkas dan mencari makanan yang bisa langsung di santap. Alhasil, tubuh gemuk tercipta. Seperti yang diketahui makan di tengah malam adalah salah satu penyebab lemak di tubuh bertumpuk.

Tapi, hal itu sebenarnya bisa disiasati. Tidak semua makanan yang disantap di malam hari bisa membuatmu gemuk. Nah, dilansir dari Boldsky, berikut ini makanan yang benar-benar harus kamu hindari saat lapar di tengh malam.

Baca juga:

Yuk, Cek Kepribadian Lewat Caramu Mandi

1. Spageti

Spageti (Foto: Pixabay/joshuemd)
Spageti (Foto: Pixabay/joshuemd)

Makanan ini kaya kalori sehingga tidak boleh dimakan di tengah malam. Selain itu spageti atau pasta biasanya disajikan dengan banyak saus. Hal tersebut memungkinkan kamu sakit perut jika dikonsumsi di malam hari.

2. Es krim

Es krim (Foto: Pixabay/binamg)
Es krim (Foto: Pixabay/binamg)

Es krim adalah makanan berkalori lain yang harus dihindari di malam hari. Satu sendok es krim mengandung sekitar 150 kalori. Hal itu tentu akan membuat kamu cepat gemuk.

3. Permen

Permen (Foto: Pixabay/Daria-Yakovleva)
Permen (Foto: Pixabay/Daria-Yakovleva)

Permen memberikan kamu banyak energi. Oleh karena itu tak disarankan untuk mengonsumsi permen di malam hari. Kandungan energi pada permen mampu membuatmu terjaga. Selain itu gula pada permen adalah kalori yang membuatmu gemuk.

Baca juga:

Ternyata Biji Mangga Juga Punya Manfaat

4. Pizza

Pizza (Foto: Pixabay/joshuemd)
Pizza (Foto: Pixabay/joshuemd)

Pizza adalah salah satu makanan terlezat yang bisa dikonsumsi kapanpun kalian suka. Sayangnya, dibalik rasanya yang nikmat, pizza adalah makanan berkalori yang harus dihindari di malam hari.

5. Saus cabai

Saus cabai (Foto: Pixabay/Mimzy)
Saus cabai (Foto: Pixabay/Mimzy)

Saus cabai adalah salah satu makanan berkalori paling tinggi yang diisi dengan protein dan karbohidrat. Hal itu membuat saus capai harus dihindari ketika malam hari.

6. Keripik

Keripik (Foto: Pixabay/Didgeman)
Keripik (Foto: Pixabay/Didgeman)

Camilan keripik adalah salah satu yang harus kamu hindari di malam hari.mengonsumsi sebungkus keripik akan membuat kamu menambah berat badan secara instan. Oleh karena itu, meski dikenal sebagai makanan ringan, camilan keripik harus dihindari dengan cara apapun.

7. Keju

Keju (Foto: Pixabay/JillWellington)
Keju (Foto: Pixabay/JillWellington)

Keju adalah makanan berkalori lain yang harus dihindari untuk dikonsumsi di malam hari. Keju memiliki lebih dari 125 kalori di setiap irisan. Hal itu tentu membuatmu tak bisa terhindar dari tubuh gemuk saat mengonsumsinya.

Baca juga:

Apakah Migrain dan Sakit Kepala Sebelah Kondisi Berbeda?

#Menu Makanan #Kesehatan #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan