Makan Alpukat Tiap Hari Bisa Tingkatkan Kualitas Diet
Alpukat punya segudang manfaat kesehatan. (Foto: Unsplash/Art Rachen)
MerahPutih.com - Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Current Developments in Nutrition menemukan orang dengan obesitas perut yang makan satu buah alpukat per hari selama 26 minggu mengembangkan pola makan yang lebih sehat.
Setelah periode enam bulan mengonsumsi alpukat, pola makan peserta penelitian menjadi lebih sejalan dengan pedoman diet yang disarankan untuk orang Amerika, menurut penulis utama studi, Kristina Petersen, PhD, seorang profesor ilmu nutrisi di Penn State University.
Baca juga:
Meskipun tidak ada perubahan signifikan dalam berat badan atau lemak perut, peserta yang makan alpukat setiap hari cenderung meningkatkan asupan sayuran dan lemak sehat, serta mengurangi konsumsi biji-bijian olahan, natrium, dan gula tambahan.
Wendy Bazilian, seorang penulis dan ahli gizi, menggarisbawahi pentingnya menambahkan makanan utuh ke dalam pola makan, termasuk alpukat. Dia menyarankan berbagai cara untuk mengonsumsi alpukat, seperti mencampurnya dalam saus salad, smoothie, atau sebagai topping untuk hidangan seperti taco atau salad.
Temuan ini menunjukkan bahwa menambahkan lebih banyak makanan utuh ke dalam pola makan dapat meningkatkan kualitas makanan secara keseluruhan, tanpa meningkatkan risiko penambahan berat badan. (waf)
Baca juga:
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta