Kesehatan

Main Gim 1 Jam per Hari Pengaruhi Kualitas Tidur

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 15 Agustus 2021
Main Gim 1 Jam per Hari Pengaruhi Kualitas Tidur

Gim problematik dapat terjadi pada kisaran 3-5 persen dari para gamer. (123RF/stockbroker)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LAMA atau pendeknya durasi bermain gim setiap hari dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas tidurmu. Demikian penemuan sebuah studi pada 2014 terhadap lebih dari 800 orang dewasa berusia 18-94 tahun. Penelitian itu menyelidiki dampak durasi video gim pada kualitas tidur.

Dalam studi tersebut, durasi bermain gim diketahui harian bervariasi. Akhir pekan menjadi saat orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu bermain video gim. Peneliti lalu menentukan durasi gim harian rata-rata untuk peserta dari informasi yang mereka kumpulkan tentang penggunaan video game harian selama satu minggu.

"Mereka menemukan jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain gim sebagai prediktor dari beberapa perubahan pada jam tidur dan masalah tidur, termasuk penurunan kualitas tidur, kelelahan, gejala insomnia, serta waktu tidur dan waktu bangun yang tertunda," ujar Michael J Breus, Ph.D., psikolog klinis dan diplomat di American Board of Sleep Medicine.

BACA JUGA:

Pandemi Bikin Jam Tidur Terbalik? Perbaiki dengan 3 Cara Ini

Peneliti juga menemukan bermain gim lebih dari 1 jam sehari dikaitkan dengan risiko 30 persen lebih tinggi dari kualitas tidur yang buruk. Selain itu, durasi bermain gim yang lebih panjang juga memprediksi latensi tidur yang lebih lama atau jumlah waktu yang lebih besar yang dibutuhkan untuk nyenyak, efisiensi tidur yang lebih rendah (pengukuran kualitas tidur), dan peluang lebih besar untuk menggunakan obat tidur.

gaming
Bagi sebagian gamer, hobi ini menjadi masalah perilaku yang mengganggu tidur. (123RF/gstockstudio)

"Seperti banyak pilihan dan kebiasaan gaya hidup kita yang lain, termasuk minum alkohol dan komposisi makanan, moderasi penting. Terlepas dari waktu gim kamu, berkomitmenlah pada batas waktu harian dan patuhi itu. Dan konsistenlah tentang ruang yang dibutuhkan untuk gim dalam kehidupan sehari-hari, pada akhir pekan dan selama seminggu," penulis buku Beauty Sleep ini menambahkan dalam artikelnya di Psychologytoday.com (12/8).

Kecanduan atau Gangguan Perilaku?

gaming
Gim problematik berhubungan dengan bermain yang merugikan kesehatan fisik dan psikologis. (123RF/tatyanagl)

Gim problematik bisa menjadi masalah besar untuk tidur. Bagi sebagian gamer, hobi ini menjadi masalah perilaku yang secara signifikan dapat mengganggu tidur dan kesejahteraan di banyak aspek kehidupan.

"Kehadiran gim dalam kehidupan kita masih relatif baru, dan konsensus ilmiah dan medis tentang apa yang mendefinisikan "problematic gaming" masih dalam banyak perdebatan," ujarnya. Apakah itu kecanduan? Gangguan perilaku? Apakah gim problematik merupakan gejala dari masalah psikologis lain, seperti depresi atau kecemasan, atau apakah itu masalah perilaku dan kesehatan mental utama?

Dia menjelaskan, "Karena pemahaman kami tentang gim problematik masih muncul, sulit untuk memperkirakan seberapa umum masalah itu." Studi telah menempatkan prevalensi gim problematik antara kurang dari 1 persen hingga lebih dari 30 persen dari para gamer. Beberapa analisis penelitian terbaru menunjukkan, gim problematik dapat terjadi pada kisaran 3-5 persen dari para gamer.

Paling sering, gim problematik berhubungan dengan bermain secara berlebihan, merugikan kesehatan fisik dan psikologis, dan menunjukkan perilaku adiktif dalam kaitannya dengan gim.

BACA JUGA:

Bahaya, Kurang Tidur Bikin Selalu Negative Thinking

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak penelitian telah menyelidiki dampak gim problematik pada tidur. Penelitian baru dari tahun 2021 meneliti 34 studi tentang hubungan antara gim problematik dan tidur. Di hampir tiga lusin penelitian, para peneliti menemukan gim problematik sangat berhubungan dengan beberapa masalah tidur, termasuk:

- Kurang tidur
- Durasi tidur pendek
- Kualitas tidur buruk
- Waktu tidur dan waktu bangun nanti
- Gangguan fase tidur tertunda
- Gangguan ritme sirkadian
- Sering terbangun di malam hari
- Kantuk di siang hari

Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan di area ini untuk meningkatkan pemahaman kita tentang masalah apa yang berkontribusi pada gim problematik dan bagaimana mereka memengaruhi tidur. Jika kamu atau seseorang dalam keluargamu memiliki perilaku berikut:


- Bermain gim secara berlebihan
- Sangat sibuk dengan gim
- Mengalami kesulitan menjauh dari gim untuk aktivitas lain
- Tidak dapat mengurangi jumlah gim meskipun berusaha
- Mengalami kesulitan memenuhi tuntutan dan kewajiban hidup
- Mengalami kesulitan menikmati kehidupan di luar permainan
- Mengalami kesulitan tidur
- Mengalami efek gim yang merugikan mental, fisik, emosional

Penting untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan. Perawatan untuk gim problematik, termasuk terapi perilaku kognitif, mungkin diperlukan bersamaan dengan penanganan untuk masalah tidur.(aru)

BACA JUGA:

Coba Malam Ini, 3 Posisi Tidur Ini Sangat Menyehatkan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan