Mahfud: Dari Sisi Politik KPK & Presiden Sama-Sama Bermasalah

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Sabtu, 17 Januari 2015
Mahfud: Dari Sisi Politik KPK & Presiden Sama-Sama Bermasalah

Mahfud MD nilai KPK dan Jokowi bermasalah (Foto: twitter @mohmahfudmd)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Hingga kini polemik pemilihan Kapolri baru masih terus berlangsung. Presiden Joko Widodo mengajukan calon tunggal Kapolri, Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan. Surat pengajuan Presiden Joko Widodo disetujui DPR RI. Komjen Pol Budi Gunawan dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan. Dalam rapat paripurna di DPR sendiri bekas ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri dinyatakan lolos untuk menjadi pucuk pimpinan korps Bhayangkara.

Meski dinyatakan lolos, Komjen Budi Gunawan ditetapkan sebagai terangka kepemilikan rekening gendut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menanggapi hal tersebut, pakar hukum tata negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD angkat biacara.

Dalam akun twitternya @mohmahfudmd menjelaskan bahwa pengusulan Komjen Budi Gunawan oleh presiden dan penetapan Budi Gunawan oleh KPK sebagai tersangka sama-sama benar. Sebab keduanya mempunyai dasar hukum jelas.

Namun demikian penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka kepemilikan rekening gendut oleh KPK rentan dan kental dengan muatan politis lantaran, penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka secara tiba-tiba dan mendadak.

BACA JUGA: Mantan Wakapolri Minta KPK Selidiki Dugaan Rekening Gendut Badrodin Haiti

"KPK jg terasa memolitisi krn hanya BG yg tiba2 TSK. Pdhal trkait rekening gendut yg trlapor ada belasan orang," tulis Mahfud dalam akun twitternya.

Mahfud yang juga bekas Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid melanjutkan, jika dikaitkan dengan calon pejabat eksekutif yang berstabilo merah maka bukan hanya Budi Gunawan saja yang memperoleh rapor merah, melainkan ada 8 orang.

"Itu masalah politik yg timbul dari langkah KPK. Tp masalah politik jg muncul dari Presiden ketiba tiba2 mengajukan BG ke DPR," sambung Mahfud.

Bukan hanya itu Mahfud juga mempertanyakan alasan Presiden Joko Widodo yang terburu-buru mengganti Kapolri Jenderal Sutarman, padahal Sutarman sendiri baru akan memasuki masa pensiun pada Oktober 2015 mendatang.

Mahfud menambahkan jika ditinjau dari dasar hukum, baik KPK dan Presiden mempunyai dasar hukum jelas. Namun ditinjau dari sudut politik kedua lembaga tersebut sama-sama bermasalah. Selain menggunakan pendekatan hukum dan politis, Mahsud juga menawarakan pendekatan dari segi moral.

Dari segi moral sejatinya sudah ada dasar hukum tentang etika dan moral bagi pejabat negara yaitu ketetapan MPR No. VI/MPR/2001 dan No. VIII/MPR/2001. Dalam ketentuan tersebut dijelaskan bahwa pejabat publik yang disorot publik karena indikasi negatif harus bersedia mundur diri tanpa harus menunggu proses pengadilan terlebih dahulu.

"Jd dlm kss pencalonan BG ini tinggal kita mau pakai optik apa : hukum, politik ataukan moral? Apapun : KASIHANILAH BANGSA INI," tandas Mahfud. (bhd)

 

 Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom

Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom

 

BERITA LAINNYA:

Kisah Cinta Lucu Bung Karno Ditolak Noni Belanda

Dalam Hal Pemberantasan Narkoba, Jokowi Diatas SBY

#Presiden Jokowi #Kapolri #Polri #Ketua MK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan Rotasi Enam Kapolda, Simak Daftar Lengkapnya
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melantik Irjen Wibowo sebagai Kakorlantas Polri serta merotasi enam Kapolda. Berikut daftar lengkap pejabat yang berganti.
Ananda Dimas Prasetya - 20 menit lalu
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan Rotasi Enam Kapolda, Simak Daftar Lengkapnya
Indonesia
Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta kepada Aipda Yudhi yang Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada Aipda Yudhi yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba di Katingan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta kepada Aipda Yudhi yang Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba
Indonesia
Polisi Aktif Brigjen LMI Tersangka Baru Korupsi MBG, Begini Reaksi Polri
Pada 2025 Brigjen LMI diduga meminta didirikan perusahaan untuk menjual food tray atau wadah makanan (ompreng) kepada calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Polisi Aktif Brigjen LMI Tersangka Baru Korupsi MBG, Begini Reaksi Polri
Indonesia
Gus Jazil: Hari Bhayangkara ke-80 Harus Jadi Momentum Pembenahan Internal Polri
Gus Jazilul Fawaid meminta Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum pembenahan internal Polri, memperkuat profesionalisme, integritas, dan kepercayaan publik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Gus Jazil: Hari Bhayangkara ke-80 Harus Jadi Momentum Pembenahan Internal Polri
Berita
Bareskrim Bongkar Dugaan Penyimpangan Impor Sianida, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan
Negara tidak boleh dirugikan akibat tata kelola yang tidak transparan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Bareskrim Bongkar Dugaan Penyimpangan Impor Sianida, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan
Indonesia
HUT ke-80 Bhayangkara, Puan Maharani Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas Polri
Puan Maharani menegaskan Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum memperkuat legitimasi Polri melalui pelayanan profesional, transparan, dan akuntabel.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
HUT ke-80 Bhayangkara, Puan Maharani Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas Polri
Indonesia
Polri Bongkar Kasus Narkoba Senilai Rp 10,4 Triliun, Kapolri Listyo: Selamatkan 89 Juta Jiwa
Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan, bahwa pihaknya sudah membongkar kasus narkoba senilai Rp 10,4 triliun.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Polri Bongkar Kasus Narkoba Senilai Rp 10,4 Triliun, Kapolri Listyo: Selamatkan 89 Juta Jiwa
Berita Foto
Presiden Prabowo Pimpin HUT Ke-80 Bhayangkara, Teguhkan Sinergi Polri untuk Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menginspeksi pasukan pada upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 01 Juli 2026
Presiden Prabowo Pimpin HUT Ke-80 Bhayangkara, Teguhkan Sinergi Polri untuk Indonesia
Indonesia
Presiden Prabowo Puji Polri, tak Pernah Ada Insiden Teroris selama Pemerintahannya
Prabowo mengatakan bahwa tantangan di masa depan masih banyak. Ada masalah kemiskinan yang merupakan akibat dari korupsi hingga kejahatan penyelundupan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Presiden Prabowo Puji Polri, tak Pernah Ada Insiden Teroris selama Pemerintahannya
Indonesia
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ungkapkan Keberhasilan Ungkap 464 Kasus Tindak Pidana Migas
Polri berperan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting, memutus rantai distribusi yang merugikan petani seperti tengkulak.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ungkapkan Keberhasilan Ungkap 464 Kasus Tindak Pidana Migas
Bagikan