Mabes Polri Olah TKP Ulang Kecelakaan Beruntun di Puncak

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 25 April 2017
Mabes Polri Olah TKP Ulang Kecelakaan Beruntun di Puncak

Dishub Kabupaten Bogor mengecekan kondisi bus HS Transpot di jalur Puncak, Minggu (23/4). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Mabes Polri mengadakan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang kecelakaan beruntun di Puncak Cisarua, Bogor yang terjadi pada Sabtu (22/4). Olah TKP menggunakan teknologi baru 3D Laser Scanner.

"Kita laksanakan olah TKP di Puncak ini karena dari hasil penyelidikan tidak ada CCTV, sehingga kita membawa suatu alat 3D laser analisis kecelakaan lalu lintas," kata Kepala Sub Bidang Penyidikan Kecelakaan Lalu Lintas Direktorat Penengakkan Hukum Mabes Polri AKBP Dedy Suhartono di Bogor, Jabar, Selasa (25/4).

Ia menyebutkan, alat tersebut bisa mendeteksi keadaan lalu lintas sebelum, saat berlangsung kecelakaan dan setelah kejadian.

Alat perekaman baru Polri itu mempunyai akurasi 99 persen dalam membuat sketsa TKP dengan hasil tiga dimensi untuk mengukur benturan hingga menyebabkan kecelakaan yang menyebabkan kematian, jarak kendaraan serta kerusakkan mobil.

AKBP Dedi juga menjelaskan alat akan melakukan perekaman gambar dan grafik sehingga terkumpul data keadaan lebih nyata.

"Nanti kita tunggu satu hari dua hari hasilnya upaya kita yang gunakan untuk menyakinkan hakim bahwa kejadiannya seperti ini," jelasnya.

Dari hasil penyelidikkan sementara, sambungnya, kecepatan bus HS Transport diperkirakan 70 sampai 80 km per jam sebelum benturan, lalu menabrak kendaraan lain akibat tidak berfungsinya rem.

Oleh sebab itu, kepolisian telah memanggil pihak Perusahaan HS Transport dalam kelalaian pengawasan kelayakkan kendaraan yang beroperasi.

"Izin bisa dicabut, siapa yang nyuruh kenapa kendaraan sudah tahu tidak layak masih dioperasikan," ucapnya, menegaskan.

Empat titik perekaman dilakukan sepanjang jarak 50 meter di tanjakkan Jalan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Lalu lintas di area lokasi sudah steril sejak pukul 08.50 WIB dengan gelar olah TKP dimulai pada pukul 09.13 WIB hingga 10.00 WIB.

Sumber: ANTARA

#Mabes Polri #Kecelakaan Bus #Puncak
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Tim DVI Kesulitas Identifikasi 17 Jenazah Korban Bus ALS Terbakar
Proses identifikasi korban melalui ciri fisik maupun properti pribadi mengalami kendala karena sebagian besar barang milik korban terlepas dari tubuh
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Tim DVI Kesulitas Identifikasi 17 Jenazah Korban Bus ALS Terbakar
Indonesia
Tim DVI Terima 17 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel
Tim DVI saat ini masih fokus melakukan identifikasi korban melalui pencocokan data antemortem dan postmortem yang diperoleh dari keluarga korban.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Tim DVI Terima 17 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel
Indonesia
Bus ALS vs Truk BBM Adu Banteng, DPR RI Tagih Janji Keselamatan Transportasi Nasional
Kejadian berulang dengan pola yang sama menunjukkan adanya persoalan sistemik yang belum terselesaikan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Bus ALS vs Truk BBM Adu Banteng, DPR RI Tagih Janji Keselamatan Transportasi Nasional
Indonesia
Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki Tewaskan 16 Orang, Begini Kronologisnya!
Kecelakaan maut bus ALS vs truk tangki di Jalan Lintas Sumatera, Karang Jaya, Muratara, menewaskan 16 orang.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki Tewaskan 16 Orang, Begini Kronologisnya!
Indonesia
Polisi Boleh Main Medsos, Mabes Polri Kasi Syarat Asal untuk Kebaikan Institusi
Tetap diperbolehkan selama diarahkan untuk kepentingan institusi, khususnya fungsi kehumasan, dan berada di bawah koordinasi resmi.
Dwi Astarini - Selasa, 05 Mei 2026
Polisi Boleh Main Medsos, Mabes Polri Kasi Syarat Asal untuk Kebaikan Institusi
Indonesia
Bus Haji Indonesia Kecelakaan Pulang Ziarah dari Jabal Magnet, 10 Orang Terluka
Bus Jamaah Haji Indonesia mengalami kecelakaan di Jabal Magnet, Arab Saudi. Tidak ada korban jiwa, 10 orang terluka, sebagian sudah kembali ke hotel.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Bus Haji Indonesia Kecelakaan Pulang Ziarah dari Jabal Magnet, 10 Orang Terluka
Indonesia
Perwira Polri Terlibat Pemilikan Narkoba di NTB Dibawa ke Bareskrim Polri
Dengan memberangkatkan AKP Malaungi pada pagi tadi ke Mabes Polri, kini Mabes Polri dapat melengkapi susunan puzzle dari kasus peredaran narkoba di wilayah NTB
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Perwira Polri Terlibat Pemilikan Narkoba di NTB Dibawa ke Bareskrim Polri
Indonesia
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Human Error Adu Banteng Transjakarta di Swadarma, Belum Ada Tersangka
Ojo juga memberikan klarifikasi mengenai informasi awal yang menyebutkan adanya korban patah tulang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Februari 2026
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Human Error Adu Banteng Transjakarta di Swadarma, Belum Ada Tersangka
Indonesia
Pramono Anung Sanksi Operator dan Sopir Usai Bus Transjakarta Tabrakan
Pemprov DKI sanksi sopir dan operator usai dua bus Transjakarta tabrakan di Koridor 13. Diduga akibat microsleep, 23 penumpang luka.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Pramono Anung Sanksi Operator dan Sopir Usai Bus Transjakarta Tabrakan
Indonesia
Diduga Lalai hingga Bikin Tabrakan, Polisi Amankan 2 Sopir Transjakarta Koridor 13
Dua sopir Transjakarta Koridor 13 diamankan oleh polisi. Sopir tersebut diduga lalai hingga menyebabkan kecelakaan pada Senin (23/2) lalu.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
Diduga Lalai hingga Bikin Tabrakan, Polisi Amankan 2 Sopir Transjakarta Koridor 13
Bagikan