Merahputih.com - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dalam satu minggu terakhir terjadi penurunan kasus COVID-19 di Jawa-Bali secara signifikan. Angka kenaikan kasus COVID-19 di Jawa-Bali bahkan telah melewati puncak kasus pada 15 Juli 2021 lalu dan rata-rata turun sebesar 50 persen.
Penurunan kasus ini dampak dari pelaksanaan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.
“Hal ini dapat terlihat dari jumlah provinsi yang mengalami penurunan jumlah kasus dan BOR yang turun,” ujar Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/8).
Baca Juga
Sambut Persiapan Liga 2, Gibran Vaksinasi Massal Suporter Pasoepati
Pemerintah akan terus melanjutkan penerapan PPKM level 3 dan 4 di sejumlah kabupaten/kota pada 3-9 Agustus 2021.
Dalam penerapan PPKM level 3 dan 4 yang akan dilakukan pada 3 Agustus nanti, Menko Luhut menyebutkan, terdapat 12 kabupaten/kota yang masuk ke level 3, dan satu kabupaten masuk level 2.
Menko Luhut menyatakan, detail kabupaten/kota mana saja yang masuk dalam PPKM level 3 dan 4 nantinya akan dikeluarkan lewat instruksi Mendagri dalam waktu dekat ini.
Menurut dia, masih ada beberapa daerah yang memang dibutuhkan perhatian khusus karena masih tingginya kasus terkonfirmasi positif, positivity rate, dan juga jumlah kematian warganya.
"Seperti Bali, Malang Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan juga Solo Raya. Tapi ini semua daerah sudah kita tangani, dan minggu ini mustinya kita lihat angkanya membaik," paparnya.
Berkat angka yang sudah sedikit membaik tersebut, Menko Luhut sangat yakin kondisi dalam 1-2 pekan ke depan akan membaik.
"Hal ini terjadi karena masih banyaknya masyarakat yang melakukan isolasi mandiri, sehingga kelak dilakukan perawatan intensif di rumah sakit, yang akibatnya menyebabkan kematian karena saturasi oksigen rata-rata di bawah 90," tuturnya.
Baca Juga
COVID-19 tak Kunjung Selesai, Gibran Ajukan Biaya Tidak Terduga Rp 110 Miliar ke DPRD
Pemerintah, lanjut Luhut, sudah melakukan intervensi untuk menurunkan angka kasus kematian. Pemerintah telah membentuk Task Force untuk menjemput pasien isoman.
"Kami bentuk task force untuk menjemput yang positif-positif dari rumah-rumah dan bawa ke pada isolasi terpusat," ujar Luhut. (Pon)