LSM Asing Ikut 'Main' di Papua, Pengamat: Bukti Intelijen Pemerintah Lemah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 10 September 2019
LSM Asing Ikut 'Main' di Papua, Pengamat: Bukti Intelijen Pemerintah Lemah

Ilustrasi: Aksi demonstrasi diwarnai pembakaran kios di Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8) (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta mengkritisi kemampuan intelijen Indonesia yang terkesan 'bobol' dengan kehadiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing maupun pihak asing dalam kericuhan yang berujung ingin merdekanya Papua.

Ia mengatakan kasus ini menjadi bukti dari kelemahan Indonesia dalam menangkal propaganda yang dimainkan pihak asing.

Baca Juga

Barisan Aktivis Timur Tolak Upaya Referendum Papua Merdeka

"LSM-LSM tersebut dukung kemerdekaan Papua. Dan kita tidak lakukan kontra atas propaganda itu. Ini bukti bahwa fungsi intelijen dan kontra narasi kita masih lemah,” kata Stanislaus kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/9).

Ia juga menilai kasus Papua tak semata-semata berkaitan dengan kasus rasisme saja.Justru banyak faktor yang melatarbelakanginya. Begitupun, tawaran solusi harus beragam.

“Perlu pendekatan keamanan (lawan propaganda), pendekatan budaya (dialog dengan tokoh masyarakat setempat) hingga pendekatan humanisme (ciptakan trust kepada masyarakat di sana). Ini harus dilakukan paralel. Perlu kerja keras,” kata dia.

Petugas PLN Papua mulai memperbaiki jaringan listrik yang terdampak kerusuhan pada Kamis (29/8) (Dokumentasi PLN Papua) Caption

Ia pun menilai soal pemblokiran jaringan internet dan komunikasi saat kerusuhan di Papua kemarin adalah kekeliruan.

Untuk melawan kontra propaganda, kata Stanislaus, pemerintah tak bisa lakukan sendirian, tapi perlu bantuan media massa dan masyarakat juga.

“Panggil saja media massa ke Papua, buka akses dan tunjukkan, biar masyarakat tahu apa yang terjadi sebenaranya. Ini upaya untuk menangkal beredarnya informasi dari pihak media asing dan LSM asing yang beredar,” ujar Stanislaus.

Baca Juga

Barisan Aktivis Timur Tolak Upaya Referendum Papua Merdeka

Seperti diketahui, Polisi terus memburu tersangka provokasi kerusuhan asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, Veronica Koman. Polisi menyebut saat ini lokasi Veronica sudah diketahui.

Polri sedang berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu Veronica. Polisi juga terus memantau provokasi di media sosial terkait kerusuhan Papua. Adapula tokoh lain yang seperti Benny Wenda yang diduga terlibat. (Knu)

#Papua #Papua Barat #Intelijen
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Rombak Jabatan, Brigjen Anom Setyadji Kini Pegang Posisi Wakabaintelkam
Brigjen Anom Setyadji ditunjuk menjadi Wakabaintelkam Polri melalui Surat Telegram Kapolri tertanggal 10 Oktober 2026. Simak rekam jejak kariernya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Kapolri Rombak Jabatan, Brigjen Anom Setyadji Kini Pegang Posisi Wakabaintelkam
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan