LSI Denny JA Ungkap Masyarakat Lebih Cemaskan Ekonomi Daripada COVID-19

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 13 Juni 2020
LSI Denny JA Ungkap Masyarakat Lebih Cemaskan Ekonomi Daripada COVID-19

Ilustrasi Rapid test massal (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei yang menyebut masyarakat lebih khawatir terhadap ekonomi daripada penyebaran COVID-19.

Penelitian itu menggunakan metode kualitatif dengan kajian data sekunder seperi dari Gallup Poll, Worldometer, serta riset ekperimental Denny JA dan Eriyanto.

“Sekarang kondisinya, masyarakat lebih mencemaskan konteks ekonomi, ketimbang takut terhadap COVID-19,” ungkap peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar kepada wartawan, Jumat (12/6).

Baca Juga

Update COVID-19 Sabtu (23/5): 21.745 Positif, 5.249 Sembuh

Ia menuturkan, perubahan terjadi di Amerika Serikat (AS) berdasarkan data Gallup Poll. Pada 6-12 April 2020, kekhawatiran atas virus mencapai 57%, sedangkan ekonomi hanya 49%. Sementara pada 11-17 Mei, kecemasan terhadap virus justru menjadi 51%, dan ekonomi naik di angka 53%.

Rully menambahkan, konteks di Indonesia, publik yang mengkhawatirkan kondisi ekonomi sebesar 67,4%, dan terpapar virus hanya 25,3%.

“Secara kesimpulan, hasil studi eksperimental hampir mirip dengan dua data sebelumnya. Tingkat ketakutannya lebih tinggi di kalangan responden ketika diberikan informasi mengenai konteks ekonomi ketimbang COVID-19,” ujar Rully.

Ia menyebutkan, riset yang dilakukan LSI Denny JA menemukan lima alasan. Pertama, meluasnya berita kisah sukses banyak negara. Cukup massif berita media konvensional ditambah media sosial memberitakan banyak negara sudah melampaui puncak pandemik.

Virus corona di negara tersebut relatif bisa dikendalikan, walau vaksin belum ditemukan. Negara yang sering diberitakan sukses adalah Selandia Baru, Jerman, Hong Kong, dan Korea Selatan. Walau vaksin belum tersedia, contoh kongkret negara yang sukses itu sudah cukup mengurangi kecemasan atas virus.

Apalagi diberitakan pula kegiatan ekonomi di negara tersebut secara bertahap mulai hidup lagi. Berita ini sampai meluas kepada publik Indonesia baik melalui media konvensional ataupun media sosial. Kedua, meluasnya kemampuan protokol kesehatan dalam mengurangi tingkat pencemaran virus corona.

Seorang dokter menunjukkan alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Seorang dokter menunjukkan alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Social distancing, cuci tangan, masker adalah tiga cara paling populer dalam protokol kesehatan itu. Terbentuk pesan kuat, walau vaksin belum ditemukan, manusia punya alat lain untuk melawan, untuk melindungi diri.

Ditemukannya protokol kesehatan yang efektif ini juga mengurangi tingkat kecemasan. Tidaklah benar kita sama sekali tak berdaya menghadapi virus walau vaksin belum ditemukan.

Ketiga, di sisi lain, tabungan ekonomi umumnya publik luas semakin menipis. Semakin lama berlakunya lockdown, pembatasan sosial, ditutupnya aneka dunia usaha, semakin berkurang kemampuan ekonomi rumah tangga.

Saat kecemasan atas terpapar virus corona menurun, kecemasan atas kesulitan ekonomi meninggi. Terutama dirasakan di lapisan menengah bawah, apalagi sektor informal, bayangan akan kesulitan ekonomi, bahkan kelaparan terasa lebih mengancam dan kongkret.

Keempat, jumlah warga yang secara kongkret terkena kesulitan ekonomi jauh melampaui jumlah warga yang terpapar virus corona.

Menaker melaporkan jumlah PHK ditambah yang dirumahkan hingga Juni 2020 sekitar 1,9 juta orang. Sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia melaporkan, jumlah yang lebih banyak lagi karena juga menghitung sektor informal. Total yang di PHK sudah 7 juta warga. Hingga 11 Juni 2020, dari data Worldometer, yang terpapar virus corona di Indonesia kurang dari 35.000 warga. Yang wafat karena virus corona kurang dari 2.000 warga.

Baca Juga:

Bupati Karanganyar Bolehkan Warga Salat Id di Masjid dan Lapangan, Begini Reaksi Ganjar

Kelima, hingga Juni 2020, semakin hari grafik yang terpapar, apalagi yang wafat karena virus corona semakin landai dan menurun. Sebaliknya, grafik kesulitan ekonomi, diukur dari yang di PHK, yang mengambil pesangon Jamsostek bertambah dari bulan ke bulan. Grafik ini ikut juga membuat kecemasan atas terpapar virus corona melemah, sementara kecemasan atas virus ekonomi meninggi.

Riset LSI Denny JA dilakukan dengan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber dari dalam dan luar negeri. Tiga sumber data LSI, yaitu Galup Poll (2020), VoxPopuli Center, dan riset eksperental yang dilakukan Denny JA dan Eriyanto pada Maret-Juni 2020.

Total responden 240 mahasiswa, dibagi dalam delapan kelompok dan masing-masing 30 responden. Setiap kelompok diberi satu jenis treatment saja. (Knu)

#COVID-19 #Survei #Hasil Survei #LSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Survei Kedai Kopi: Anak Muda Tegaskan Demo Cara Cara Efektif Sampaikan Aspirasi
Survei tersebut menunjukkan 65,9 persen responden menilai demonstrasi sebagai cara paling efektif untuk menyampaikan aspirasi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Survei Kedai Kopi: Anak Muda Tegaskan Demo Cara Cara Efektif Sampaikan Aspirasi
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Gerindra mengklaim kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai oke.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Indonesia
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menanggapi survei SMRC terkait kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Indonesia
Hasil Survei SMRC Kepuasan ke Prabowo Turun, Ini Kata Dasco
Hasil survei yang terbukti sesuai dengan kondisi sebenarnya bisa menjadi bahan evaluasi oleh pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Hasil Survei SMRC Kepuasan ke Prabowo Turun, Ini Kata Dasco
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Fun
Berburu Takjil Jadi Tradisi Favorit Gen Z dan Milenial saat Ramadan, Survei Populix Ungkap Faktanya
Survei Populix mengungkap berburu takjil menjadi aktivitas ngabuburit paling populer bagi Gen Z dan milenial. 41 persen menganggap tradisi ini tak tergantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Maret 2026
Berburu Takjil Jadi Tradisi Favorit Gen Z dan Milenial saat Ramadan, Survei Populix Ungkap Faktanya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Survei Metro TV Ungkap 100 Responden Tak Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Beredar unggahan hasil survei yang mengungkap 100 responden tak puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Survei Metro TV Ungkap 100 Responden Tak Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Bagikan