Love Scam di Indonesia Dilakukan WNA Tiongkok Berlokasi di Tangerang
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman (tengah) menunjukkan barang bukti saat jumpa pers di gedung Direktorat Jenderal Imigrasi di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026) (ANTARA/Walda Marison)
MerahPutih.com - Modus penipuan daring terus berkembang dan semakin kompleks, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih luas bagi masyarakat.
Penipuan yang terjadi saat ini umumnya dilakukan dengan memanfaatkan berbagai layanan keuangan seperti transfer melalui rekening bank dan virtual account, pengisian saldo dompet digital (e-wallet), hingga pembelian aset digital, termasuk kripto.
Sejak 22 November 2024 hingga 28 Desember 2025, IASC telah menerima 411.055 laporan dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp402,5 miliar dana korban berhasil diblokir atau diselamatkan.
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membongkar sindikat penipuan dan pemerasan modus love scam yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok.
Baca juga:
Love Scam Jadi Modus Penipuan Keuangan Yang Kian Marak di Indonesia
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman mengatakan kasus tersebut terbongkar saat petugas melakukan penyelidikan di salah satu perumahan elit kawasan Tangerang pada awal Januari 2026.
"Kami menggelar operasi pengawasan keimigrasian di berbagai wilayah Tangerang pada tanggal 8 Januari sampai dengan 16 Januari 2026," kata Yuldi saat jumpa pers di gedung Direktorat Jenderal Imigrasi, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin.
Penangkapan itu bermula ketika petugasnya menyelidiki sebuah rumah di kawasan Perumahan Gading Serpong lantaran menerima laporan ada aktivitas WNA yang mencurigakan di sana.
Berdasarkan laporan tersebut, petugas memantau rumah itu hingga akhirnya melakukan penggeledahan pada Kamis (8/1) lalu.
"Saat itu tim mengamankan 14 warga negara asing yang terdiri dari 13 warga negara Republik Rakyat Tiongkok dan 1 warga negara Vietnam," kata Yuldi.
Selanjutnya pada Sabtu (10/1) dan Jumat (16/1) tim kembali menangkap 7 WNA serta 4 WNA asal Tiongkok di dua tempat berbeda.
Setelah diselidiki, lanjut Yuldi, para WNA itu menjalankan modus penipuan dengan mayoritas korban merupakan WN Korea Selatan yang tinggal di luar Indonesia.
Para pelaku, menghubungi korban lewat aplikasi Telegram untuk mulai membangun komunikasi dengan korban.
Setelah komunikasi terbangun, barulah para pelaku menghubungi korban dengan cara vidio panggilan atau video call dengan maksud ingin menampilkan bagian tubuh atau video call sex (VCS).
Saat VCS itu berlangsung, pelaku langsung merekam korban. Video tersebut lalu dipakai sebagai alat memeras korban agar mau menyerahkan sejumlah uang kepada para pelaku.
"Saat ini tim kami mengamankan pelaku dan barang bukti berupa ratusan unit telpon genggam, belasan laptop, dan PC serta monitor. Kemudian jaringan Wi-Fi, dan instalasi-instalasi jaringan untuk membantu para pelaku dalam menjalankan aksinya," kata Yuldi.
Hingga saat ini belum ada bukti adanya korban dari warga negara Indonesia. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan tindakan karena pada para WNA itu sudah melanggar ketentuan izin tinggal dan melanggar peraturan tentang keimigrasian.
Yuldi juga memastikan sampai saat ini para WNA itu tengah menjalani detensi dan pemeriksaan intensif. Mereka terancam sanksi berat terkait pelanggaran izin tinggal sertaindikasi tindak pidana kejahatan siber.
Yuldi juga memastikan petugas masih terus melakukan pengejaran terhadap anggota jaringan lain yang diduga masih bersembunyi di Indonesia.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Love Scam di Indonesia Dilakukan WNA Tiongkok Berlokasi di Tangerang
Love Scam Jadi Modus Penipuan Keuangan Yang Kian Marak di Indonesia
Pengaduan Dugaan Penipuan WO Capai 207, Posko Laporan Terus Dibuka
Ribuan Penipuan Kepabeanan Mayoritas Belanja Online, Modusnya Nyamar Jadi Petugas Bea Cukai
Penipuan WO Ayu Puspita, Polisi Ungkap Korban 87 Orang dengan Kerugian Mencapai Rp 16 Miliar
Pemilik WO Ayu Puspita Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Modus Penipuan Paket Nikah
Tipu 87 Orang, Pemilik dan Staf WO Ayu Puspita Jadi Tersangka
Marak Penipuan Lowongan Pekerjaan, Transjakarta: Proses Rekrutmen Tidak Dipungut Biaya
Adik Presiden Prabowo Tegaskan tak Punya Akun Medsos, Sebut Ajakan untuk Investasi Menyesatkan
Raup Ratusan Juta, Jaksa Gadungan Petentengan Bawa Revolver Dicokok di Pamulang