Love Scam Jadi Modus Penipuan Keuangan Yang Kian Marak di Indonesia
Tinder ingin hindari bahaya AI. (Foto: Freepik/Freepik)
MerahPutih.com - Hingga akhir tahun 2025, Indonesia Anti Scam Center telah menerima 3.494 laporan kerugian masyarakat yang terkena penipuan melalui modus love scam dengan total kerugian Rp 49,19 miliar.
Baru-baru ini, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta membongkar dugaan sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara jaringan internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Praktik penipuan itu terbongkar setelah operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Senin (5/1), pukul 13.00 WIB.
Dalam operasi penipuan itu, dimanfaatkan aplikasi kencan daring, kloningan dari aplikasi asal China bernama WOW.
Baca juga:
Para pegawai perusahaan itu dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna.
Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.
Setelan pengguna mengirim gift, mereka kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi.
Penggunanya merupakan warga negara asing dari beberapa negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Australia
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan love, relationship, romance scam menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat dan dilakukan secara global.
“Terbukti juga di Indonesia yang baru saja kejadian adalah di Yogyakarta ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional,” katanya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 di Jakarta, Jumat.
Para scammer-scammer, kata ia,ini menargetkan korban di berbagai negara melalui internet dan aplikasi, sehingga kalau kita melihat kejahatan seperti ini adalah risiko lintas batas yang sangat tinggi,” ujar Friderica yang akrab dipanggil Kiki
Ia mengatakan, para korban ini dimanipulasi secara emosinya, merasa memiliki hubungan atau memiliki relationship dan mungkin kemudian dipersuasi dan sebagainya, sehingga para korban secara sukarela men-transfer sejumlah uangnya karena merasa memiliki hubungan yang khusus spesial dengan lawan jenis, sehingga mereka mengalami kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar .
Selain kehilangan uang, mereka juga mengalami dampak psikologis karena berhasil dimanipulasi secara emosional dan sulit untuk disembuhkan.
Di Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), pihaknya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk terus waspada atas berbagai bentuk penipuan yang terus juga berevolusi dan berinovasi, termasuk modus love scam
“Satgas PASTI memanfaatkan berbagai kanal komunikasi untuk menjangkau masyarakat secara luas dengan memberikan pesan-pesan anti-scam yang disebarkan melalui social media, kemudian media massa, sarana transportasi massal, podcast, serta berbagai media lainnya ditampilkan secara langsung di kanal lainnya, perbankan seperti di ATM, kemudian aplikasi mobile banking, dan sebagainya,” ujar Kiki.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Love Scam Jadi Modus Penipuan Keuangan Yang Kian Marak di Indonesia
Ramalan Zodiak Hari Ini, 9 Januari 2026: Asmara Rawan Gesekan, Keuangan Perlu Kendali
Ramalan Zodiak 8 Januari 2026: Asmara dan Keuangan Sedang Diuji?
Ramalan Zodiak 5 Januari 2026: Keuangan dan Asmara Diuji di Awal Pekan
Ramalan Zodiak, 2 Januari 2026: Asmara dan Keuangan, Ini Masalah Utamanya
Ramalan Zodiak, 29 Desember 2025: Keuangan dan Asmara Diuji, Ini Kendala dan Tipsnya
Ramalan Shio Kuda 2026: Tahun Ujian Sekaligus Peluang Besar
Ramalan Zodiak 28 Desember 2025: Keuangan dan Asmara Sedang Diuji
Ramalan Zodiak 25 Desember 2025: Lengkap dengan Tips Menghadapi Masalah
Ramalan Zodiak 23 Desember 2025: Saatnya Evaluasi Asmara dan Keuangan