Lomba Melamun, Peserta Ingin Punya Mobil Rubicon Sampai Jadi Pengemis
Melalui acara ini ingin memperkenalkan budaya unik di Korea Selatan, yakni melamun. (MP/Ismail)
PERLOMBAAN unik yang tak lazim diselenggarakan di kantor kantor Jinju Academy, di Jalan Panjaitan No. 44, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Minggu (5/3).
Perlombaan tak lazim itu yakni lomba untuk melamun. Muhaimin Nul Aziz (23) termenung melamun dengan tatapan mata kosong, duduk bersila memakai selimut sarung.
Sementara di sampingnya terdapat tulisan kertas 'Pengen Beli Rubicon'. Kemudian tepat di depannyan terdapat uang pecahan Rp20 ribu dan Rp10 ribu ditaruh di atas piring plastik.
Baca Juga:
Nul merupakan satu dari 25 peserta lomba melamun. Warga Kabupaten Pasuruhan, Jawa Timur tersebut melamun selama 60 menit sesuai yang ditetapkan panitia. Tepat pukul 11.30 WIB waktu melamun dinyatakan habis. Dia pun hanya bisa pasrah menyerahkan hasil lomba tersebut pada panitia.
Nul mengaku dalam melamunnya tersebut berkeinginan punya mobil Rubicon dengan kondisi warga bisa. Ia mengaku hanya bekerja sebagai pembuat roti di rumah.
"Saya tidak punya banyak uang dan gaji hanya pas-pasan, jadi pengemis untuk cari tambahan penghasilan untuk beli mobil Rubicon," kata Nul, Minggu (5/3).
Dia mengatakan tertarik ikut lomba melamun karena punya kebiasaan melamun di rumah saat sedang kerja jaga warung roti.
"Pengen beli mobil Rubicon karena keren dipakai. Apalagi sedang viral kasus Rubicon belum bayar pajak," katanya.
Baca Juga:
Destinasi Wisata Indonesia yang Diakui UNESCO, Wajib Kamu Kunjungi
Owner Jinju Academy Desty Konita mengatakan Jinju Academy melalui acara ini ingin memperkenalkan budaya unik di Korea Selatan, yakni melamun.
"Menurut riset melamun dapat me-refresh kerja otak agar lebih maksimal kembali. Atas dasar itu kita adakan lomba ini," katanya.
Dikatakannya, total ada 400-an peserta yang mendaftar namun hanya 40 orang yang dipilih dan yang hadir hanya 25 orang. Peserta dari berbagai daerah, antara lain Medan, Pasuruhan dan Yogyakarta.
Para peserta, kata dia, diseleksi berdasarkan alasan ketertarikannya mengikuti lomba melamun. Penilaian lomba berdasarkan pose melamun, denyut jantung stabil dengan pengukuran denyut jantung empat kali, kostum unik. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
10 Rekomendasi Tempat Wisata Purwokerto Terbaik 2025, Harga Terjangkau!