Lima Pakaian dan Aksesoris Ini Ternyata Berdampak Negatif Bagi Kesehatan

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 27 April 2017
Lima Pakaian dan Aksesoris Ini Ternyata Berdampak Negatif Bagi Kesehatan

(Foto: pixabay/bright side)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Perempuan memang memiliki ruang berekspresi lebih banyak dibandingkan pria. Hal tersebut terbukti dari model pakaian dan aksesoris yang dimiliki perempuan lebih bervariatif.

Tapi, tahukah Anda jika ternyata ada banyak dampak negatif pada kesehatan yang muncul akibat aksesoris atau pakaian yang dimiliki. Bahkan berdasarkan penelitian terbukti bahwa 73 persen masalah punggung perempuan berasal dari pakaian dan asesoris yang kenakan.

Nah, dikutip dari Bright Side, kali ini merahputih.com akan menunjukan 5 pakaian dan aksesoris yang memberikan dampak negatif pada kesehatan. Apa saja itu?

Celana Ketat

pixabay / bright side

Ternyata celana ketat punya banyak efek negatif bagi kesehatan Anda. Saat memakai celana ketat maka sirkulasi darah menjadi buruk, pembuluh darah melebar hingga membuat pencernaan lebih lambat. Selain itu, celana yang terlalu ketat juga menyebabkan mati rasa dan nyeri di paha.

High heels

pinterest / bright side

Berdasarkan penelitian Auburn University, perempuan yang sering memakai sepatu hak tinggi memiliki masalah kesehatan seperti Nyeri sendi, kapalan hingga kerusakan saraf empat kali lebih banyak dibandingkan pria. Semakin tinggi dan sempit sepatu yang dipakai maka dampak negatifnyapun semakin buruk.

Bra yang dipasang dengan buruk

bright side

Ukuran bra yang salah atau bra yang dipasang dengan buruk ternyata dapat menyebabkan banyak masalah nyeri di punggung, bahu dan tulang belakang. Jika tidak ingin terjadi seperti itu disarankan cobalah bra sebelum membelinya. JIka Anda memiliki payudara besar maka hindari bra dengan tali pengikat.

Anting berat

Huffingtonpost

Menurut penelitian terbaru, 20 persen dari semua tindikan bisa menyebabkan berkembangnya bakteri. Ditambah lagi jika prosedur dilakukan secara tidak benar, hal itu dapat menyebabkan penyebaran infeksi di masa depan. Penggunaan anting-anting besar dan berat juga semakin menambah risiko itu.

Tas besar

pinterest / bright side

Tas besar saat ini memang sudah menjadi fashion. Tapi ternyata terlalu membawa beban terlalu berat akan menyebabkan nyeri otot dan akhirnya akan merusak sendi Anda. Jika Anda tidak bisa melepaskan tas XXL favorit Anda, cobalah untuk tidak mengisinya dengan barang-barang yang tidak perlu.

Sahabat Merahputih, itulah lima pakaian dan aksesoris yang ternyata berakibat buruk bagi kesehatan. Selain artikel ini Anda juga bisa baca Jangan Tertipu dengan Kenyamanan Piama!

#Pakaian #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan