MerahPutih Nasional- Sekelompok orang tanpa baju dengan memakai celana pendek mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka awalnya berdiri dan berorasi di samping kanan pintu gerbang KPK yang dijaga tiga orang Pamdal itu.
Puluhan personel kepolisian yang awalnya sedang duduk santai di depan gedung KPK langsung mendekati mereka. Mereka ini tetap melanjutkan orasinya dan sebagian lainnya bernegosiasi dengan pihak kepolisian. Tak lama negosiasi berjalan, sebagian dari para demontrasi yang mengatasnamakan "Aliansi Wong G Waras" ini langsung memasuki pintu halaman gedung KPK melalui pintu kiri.
Diantara demontrasi tersebut, ada lima orang dari mereka yang menarik perhatian. Mereka hanya memakai celana pendek, tanpa baju. Badan kelima orang tersebut di cat hitam. Wajah mereka dilapisi topeng bergambar empat pimpinan KPK dan Komjen Pol Budi Gunawan. Mereka berdiri tegak persis di depan pintu masuk gedung KPK yang berada di depan resepsionis.
Aksi mereka ini mendapat perhatian dari sejumlah wartawan. Para jurnalis dari berbagai media, baik cetak, elektronik dan website tidak menyia-nyiakan momen aksi mereka yang bertopeng Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Zulkarnain, Adnan Pandu Praja dan Komjen Pol Budi Gunawan itu.
Para demontrasi kemudian meninggalkan halaman gedung KPK menuju ke jalan Rasuna Said. Namun, mereka tidak berhenti, mereka melanjutkan orasinya dengan menggunakan pengeras suara. Massa aksi yang lain juga mengikuti teriakan yang diucapkan seorang orator, Ipul.
Kepada massa aksi, Ipul meneriakkan yel-yel "Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan" berulang kali. Teriakan Ipul ini kemudian di ikuti oleh massa aksi. Massa aksi ini membawa spanduk berwarna putih sekitar 3,5 meter. Di spanduk itu, tertulis 'Tegakkan Konstitusi NKRI, KPK Bhinneka Tunggal Ika'.
Dalam orasinya Ipul mengatakan, bahwa KPK harus bersih dari segala macam kepentingan kelompok sehingga pemberantasan korupsi bisa berjalan maksimal. Begitu juga Polri. Dikatakannya, Polri harus menjadi penegak hukum dan sahabat masyarakat dan rakyat Indonesia.
"Agar semua lembaga di atas ini berprinsip seperti Bhinneka Tunggal Ika," katanya. (Hur)