Libur Natal-Tahun Baru, Pendatang Masuk Jateng Harus Rapid Test Antigen

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 18 Desember 2020
Libur Natal-Tahun Baru, Pendatang Masuk Jateng Harus Rapid Test Antigen

Ilustrasi - Tim gabungan melakukan razia pemudik saat Lebaran di pintu masuk Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengeluarkan kebijakan khusus bagi pendatang yang akan masuk wilayah tersebut saat libur Natal dan tahun baru 2021.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengemukakan, pihaknya membuat kebijakan rapid test antigen bagi pendatang yang masuk ke wilayah Jateng, saat libur Natal dan tahun baru.

Langkah tersebut diambil agar tidak kecolongan dengan lonjakan kasus COVID-19 seperti terjadi saat libur panjang Oktober lalu.

Baca Juga:

Natal dan Tahun Baru, Kafe dan Mal di Tangsel Diwajibkan Tutup Jam 19.00

"Libur panjang Oktober lalu banyak pendatang masuk wilayah Jawa Tengah. Setelah itu, terjadi lonjakan kasus COVID-19," ujar Ganjar, Jumat (18/12).

Ganjar mengatakan, alasan rapid test antigen digunakan karena hasilnya keluar lebih cepat sehingga dapat segera diketahui terpapar COVID-19 atau tidak. Dengan cara ini, ia berharap kasus COVID-19 tidak naik usai libur.

"Rapid antigen modelnya seperti swab, tapi lihat hasilnya cepat. Kalau tidak mau lebih baik jangan keluar kota dan tetap di rumah saja," katanya.

 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MP/Ismail)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MP/Ismail)

Pemprov Jawa Tengah, kata Ganjar, juga akan menggelar operasi yustisi ketat di berbagai rest area dengan mengajak aparat Polri, TNI, dan satpol PP. Petugas akan membubarkan setiap kerumunan dan menjalankan pemeriksaan.

"Kami berharap ini bisa dijadikan perhatian masyarakat. Sebelum berlibur pertimbangkan kondisi kesehatan keluarga," tutup Ganjar.

Baca Juga:

Kapolda Metro Tekankan Disiplin Prokes saat Libur Natal dan Tahun Baru

Sementara itu, Sekda Solo Ahyani mengatakan, hasil swab antigen menjadi syarat mutlak bagi pemudik yang masuk Solo dan tidak ingin dikarantina.

Hal ini sangat penting mengingat penyebaran COVID-19 Solo masih tinggi, yakni 3.656 kasus.

"Syarat hasil swab antigen yang dibawa ke Solo, maksimal 2 hari setelah hasil tersebut keluar. Kami akan melakukan pengecekan," kata Ahyani.

Ahyani yang juga menjabat Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Solo ini menegaskan, pemudik dengan KTP Solo akan dikarantina 14 hari di Solo Techno Park. Sementara wisatawan boleh masuk Solo tanpa dilakukan karantina. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Denmark Lockdown Selama Natal dan Tahun Baru

#Jawa Tengah #Libur Natal Dan Tahun Baru #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Aditia berpulang setelah menjalani perawatan intensif panjang setelah insiden pengeroyokan brutal yang dialaminya pada Rabu, 8 Mei 2019 malam.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Indonesia
Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Water Bombing Terganggu Cuaca Cuaca
Penanganan karhutla di Gunung Lawu membutuhkan kerja bersama pemerintah, TNI-Polri, BNPB, BPBD, Perhutani, dan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Water Bombing Terganggu Cuaca Cuaca
Indonesia
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Kolaborasi tersebut dinilai membutuhkan kontribusi lintas bidang keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi, termasuk UMS.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Indonesia
Pekerjakan Orang Luar Sukoharjo, Pabrik Obat Terlarang Raup Omzet Rp 3 Miliar per Hari
Seluruh pekerja yang beraktivitas di dalam pabrik obat ilegal beromzet miliaran rupiah tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Pekerjakan Orang Luar Sukoharjo, Pabrik Obat Terlarang Raup Omzet Rp 3 Miliar per Hari
Indonesia
Polda Metro Bongkar Pabrik Obat Keras di Sukoharjo, Palsukan Izin Jadi Pabrik Botol dan Kardus
Pabrik tersebut sebelumnya digrebek Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada pekan lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Polda Metro Bongkar Pabrik Obat Keras di Sukoharjo, Palsukan Izin Jadi Pabrik Botol dan Kardus
Indonesia
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar belum padam. Api mengancam mata air warga, pemadaman udara terkendala angin, dan polisi diminta menyelidiki penyebabnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Hewan tersebut diduga mati diterkam hewan buas Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Indonesia
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Pemkab menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan ditangani KPK.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Indonesia
Bea Cukai Surakarta Musnahkan 12,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp12,53 Miliar
Bea Cukai Surakarta mengamankan 12.866.052 batang rokok ilegal dan 164.400 ml MMEA. Potensi kerugian negara mencapai Rp12,53 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Bea Cukai Surakarta Musnahkan 12,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp12,53 Miliar
Indonesia
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Produksi jagung Jateng mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen, atau sekitar 17,02 persen dari produksi nasional.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Bagikan