Ledakan Keras Terjadi di Madrasah Tsanawiyah Al Mujahidin

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 02 Juli 2017
Ledakan Keras Terjadi di Madrasah Tsanawiyah Al Mujahidin

ilustrasi bom (foto: screenshot humansandalimentation)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ledakan keras terjadi di Yayasan Pondok Pesantren atau Madrasah Tsanawiyah Al Mujahidin di Desa Sebangau Permai, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah pada Sabtu (1/7) sekitar pukul 16.30 WIB, namun tidak ada indikasi ledakan terkait dengan jaringan teroris.

"Memang ada ledakan di lokasi Yayasan atau Madrasah tersebut, tetapi tidak ada kaitannya dengan jaringan teroris. Kami masih mendalami kejadian ledakan itu," kata Kapolres Pulang Pisau, AKBP Dedy Sumarsono SIK MH saat dikonfirmasi Antara di Pulang Pisau, Sabtu (1/7) malam.

Kesimpulan sementara dari kepolisian setempat, ungkap Dedy Sumarsono, ledakan keras menyerupai bom di sekolah itu adalah racikan mercon dengan bahan dasar belerang dan karbit.

Kapolres menjelaskan, kejadian ini masih didalami dan yang pasti peracik bom tersebut bernama Heri Wahyudi adalah guru honor di madrasah itu, bukan bertujuan merakit bom, tetapi hanya untuk membuat mercon atau petasan.Dari informasi yang dihimpun petugas di lapangan, sebut Dedy Sumarsono, Heri Wahyudi adalah warga Desa Sebangau Permai, kelahiran 5 Januari 1989, dan sebagai guru honor di Madrasah Al Mujahidin.

Saksi dalam ledakan itu adalah Noor Imansyah Bin Supriadi, warga Desa Sebangau Permai kelahiran 5 Mei 2002, siswa Madrasah Al Mujahidin Kelas II, dan Riki Nuriadi warga Desa Sebangau Permai kelahiran 23 Juni 2001, siswa Madrasah Al Mujahidin Kelas I.

Dari keterangan Noor Imansyah, peracik bahan Heri Wahyudi memanggil dirinya dan Nuriadi masuk kedalam sekolah. Posisi sekolah dalam keadaan kosong, dan setibanya di ruangan sekolah itu keduanya melihat gurunya sedang meracik bahan itu dengan menggunakan alat blender. Kedua saksi tidak mengetahui campuran dan tidak mengetahui apa maksud dan tujuan guru melakukan hal itu. Bahan-bahan tersebut kemudian meledak saat diracik di blender.

Menurut keterangan Riki Nuriadi, guru honor tersebut juga pernah melakukan hal serupa pada Jumat (30 Juni 2017) dengan tempat dan lokasi tidak diketahui.Akibat ledakan dari bahan-bahan campuran sejenis bom itu, ketiganya mengalami luka-luka karena hanya berjarak lima meter dari tempat meracik.

Sementara Heri Wahyudi mengalami luka yang cukup parah. Peracik bom ini mengalami luka pada bagian wajah, kaki, tangan dengan satu jari tangan putus.

"Polisi masih mendalami kejadian tersebut. Ketiga korban saat ini masih menjalani perawatan," demikian Dedy Sumarsono.

Sumber: ANTARA

#Ledakan Diduga Bom #Ledakan Hebat #Kalimantan Tengah #Pondok Pesantren
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ngeri! Ledakan Pabrik Bikin Warga Pekayon Pasar Rebo Keracunan Gas Amonia, 24 Orang Dilarikan ke RS
Warga Pekayon, Pasar Rebo panik akibat ledakan pabrik dan kebocoran gas amonia yang bikin sesak napas. Puluhan warga keracunan dan dievakuasi. Cek kronologinya!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Ngeri! Ledakan Pabrik Bikin Warga Pekayon Pasar Rebo Keracunan Gas Amonia, 24 Orang Dilarikan ke RS
Indonesia
Prabowo Hadir di 100 Tahun Gontor, Hasan Abdullah Sahal Ungkap Makna di Balik Nama 'Gontor'
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo. Hasan Abdullah Sahal mengungkap makna satu abad pengabdian Gontor.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Hadir di 100 Tahun Gontor, Hasan Abdullah Sahal Ungkap Makna di Balik Nama 'Gontor'
Indonesia
100 Tahun Gontor: Prabowo Hadir, Mushaf Al-Qur'an Karya Santri Diluncurkan
Presiden Prabowo menghadiri puncak peringatan 100 tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu 19 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
100 Tahun Gontor: Prabowo Hadir, Mushaf Al-Qur'an Karya Santri Diluncurkan
Indonesia
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Sebanyak 2.000 santri Ponpes Budi Utomo menggelar Salat Istisqa di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Soloraya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Dunia
Gudang Kembang Api di Meksiko Meledak, 10 Orang Tewas, 81 Luka
Sebelumnya, sembilan orang tewas disebut terluka dan 24 orang terluka.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gudang Kembang Api di Meksiko Meledak, 10 Orang Tewas, 81 Luka
Indonesia
2 Jam Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng Gagal, 800 Kg Garam Tak Mampu Turunkan Hujan
OMC sempat dilakukan sekali dengan menyebarkan 800 kilogram garam selama dua jam delapan menit. Namun, hasilnya nihil.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
2 Jam Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng Gagal, 800 Kg Garam Tak Mampu Turunkan Hujan
Indonesia
Dapur SPPG Kalitengah Disuspend Usai 431 Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan
Sebanyak 431 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo diduga keracunan usai menyantap MBG. Dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin disuspend sementara BGN.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Dapur SPPG Kalitengah Disuspend Usai 431 Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan
Dunia
Ledakan Kantor Polisi Dekat Lokasi Demo, 14 Tewas Puluhan Luka-Luka
Ledakan di luar kantor polisi menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya. Pelaku meledakkan bom saat sedang terjadi unjuk rasa dekat kantor polisi.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Ledakan Kantor Polisi Dekat Lokasi Demo, 14 Tewas Puluhan Luka-Luka
Indonesia
Dua Korban Ledakan Rumah Mewah Medan Masih Terjebak, SAR Bentuk 3 Tim Evakuasi
Dua korban masih terjebak reruntuhan ledakan rumah mewah di Medan. Basarnas bentuk tiga tim SAR dengan drone thermal dan peralatan ekstrikasi untuk evakuasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Dua Korban Ledakan Rumah Mewah Medan Masih Terjebak, SAR Bentuk 3 Tim Evakuasi
Indonesia
Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, DPR Minta Hasil Investigasi Jadi Dasar Perbaikan
Komisi I DPR menyoroti ledakan gedung amunisi di Madiun. TNI diminta melakukan investigasi untuk menjadi bahan perbaikan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, DPR Minta Hasil Investigasi Jadi Dasar Perbaikan
Bagikan