Lebih dari 450 Faskes di DKI Jakarta Jadi Lokasi Vaksinasi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 14 Januari 2021
Lebih dari 450 Faskes di DKI Jakarta Jadi Lokasi Vaksinasi

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI, Widyastuti. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - 488 Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Jakarta telah didaftarkan ke aplikasi P-Care BPJS sebagai pelaksana vaksinasi COVID-19. Ratusan Faskes itu didaftarkan sesuai persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.

488 Faskes tersebut terdiri dari RSUD, RS Vertikal/TNI/Plori, RS Swasta, Puskesmas, Klinik Pemerintah atau Swasta yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota di DKI Jakarta.

Baca Juga

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Rangkulan dengan Wagub Wajib Tes COVID-19

Sementara sesuai Permenkes 84 Tahun 2020, pelayanan vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah atau swasta yang memenuhi persyaratan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan pos pelayanan Vaksinasi COVID-19, klinik, rumah sakit, atau unit pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti di Jakarta Kamis (14/1).

Sementara, persyaratan bagi fasilitas pelayanan kesehatan melaksanakan vaksinasi corona adalah memiliki tenaga kesehatan pelaksana Vaksinasi COVID-19 dan memiliki sarana rantai dingin sesuai dengan jenis Vaksin COVID-19 yang digunakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Faskes juga wajib Memiliki izin operasional fasilitas pelayanan kesehatan atau penetapan oleh Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Dinkes DKI, Widyastuti. Foto: MP/Asropih
Kepala Dinkes DKI, Widyastuti. Foto: MP/Asropih

Dinkes DKI, Sudinkes, Puskesmas, dan fasilitas pemberi vaksin yang sudah terdaftar dalam P-care telah memiliki tempat penyimpanan vaksin. Berupa Cold Room untuk Dinkes, Cold Chain Sudinkes, dan Puskesmas sesuai standar WHO yaitu suhu 2-8 derajat Celcius.

"Manajemen penyimpanan vaksin juga diterapkan oleh petugas secara ketat, untuk memastikan stabilitas vaksin tetap baik dari mulai pabrik, instalasi penyimpanan vaksin, sampai vaksin disuntikkan oleh vaksinator kepada target," terang dia.

Terkait pendistribusian vaksin, ucap Widyastuti, telah dilakukan sejak Selasa (12/1) ke lima administrasi kabupaten kota di Jakarta. Distribusi dilakukan berjenjang mulai Dinkes ke Suku Dinas Kesehatan, lalu ke Puskesmas, hingga menuju seluruh Faskes tempat penyuntikan vaksinasi termasuk RS.

Baca Juga:

Setelah Divaksin COVID-19, Ariel Noah Diminta Selfie dengan Petugas Medis

Saat ini sudah dimulai pendistribusian vaksin dan logistik vaksin dari Dinas Kesehatan, ke Sudinkes Kota dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

"Kami sudah melakukan simulasi distribusi logistik dan simulasi alur pelaksanaan vaksin di faskes bersama Sudinkes, Puskesmas, dan BPJS Kesehatan," tutupnya. (Asp)

#Dinas Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Dinkes DKI Jakarta mencatat empat kasus Hantavirus sepanjang 2026. DPRD DKI meminta Pemprov meningkatkan pengawasan dan langkah preventif agar tidak menyebar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Indonesia
104 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Awal
Sebanyak 104 siswa di Jakarta Timur diduga keracunan program MBG. Dinkes DKI mengungkap kemungkinan penyebab dari jeda distribusi makanan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
104 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Awal
Indonesia
Dislipidemia Mendominasi Temuan Medis Program Cek Kesehatan Gratis Jakarta Pusat
Integrasi sistem melalui platform digital memastikan setiap data kesehatan warga terekam dengan akurat guna menentukan langkah penanganan medis selanjutnya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Februari 2026
Dislipidemia Mendominasi Temuan Medis Program Cek Kesehatan Gratis Jakarta Pusat
Indonesia
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan belum ada kasus virus Nipah di Jakarta dan meminta Dinkes serta warga tetap waspada.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman
Indonesia
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Masyarakat diminta tidak meremehkan gangguan kesehatan yang muncul secara mendadak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Februari 2026
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Indonesia
Belum Ada Kasus Nipah di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Virus Nipah belum ditemukan di Jakarta. Dinkes DKI pun meminta warga tetap waspada dan fokus pencegahan dini.
Soffi Amira - Senin, 02 Februari 2026
Belum Ada Kasus Nipah di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Indonesia
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Kasus DBD di Jakarta meningkat menjadi 143 kasus hingga 19 Januari 2026. Dinkes DKI dan Gubernur Jakarta ungkap penyebab dan langkah penanganan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Tak Panik Terkait Virus Super Flu, Tapi Tetap Waspada
Dinkes DKI Jakarta memastikan belum ditemukan kasus Super Flu Influenza A subclade K. Masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Januari 2026
Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Tak Panik Terkait Virus Super Flu, Tapi Tetap Waspada
Bagikan