Lebih Dari 20 Warga Jepang Jadi Pahlawan Indonesia

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 13 Februari 2015
Lebih Dari 20 Warga Jepang Jadi Pahlawan Indonesia

foto:kemenpora.go.id

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Hampir setengah abad usia Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama, Kalibata, Jakarta. Namun, lahan seluas 25 hektar itu saat ini telah menampung lebih dari 9.000 pahlawan.

"Yang pertama kali dimakamkan di sini KH. Agus Salim tahun 1954, sebelum tahun itu ada juga tapi pindahan dari Ancol," ujar salah seorang security sambil menunjukkan dinding bertuliskan 9.000 nama pahlawan di pintu masuk TMPN yang berurutan berdasarkan tahun pemakaman, Kalibata, Jakarta, Jumat (13/2).

Dengan ramah, security tersebut menunjukkan beberapa hal menarik yang ada di TMPN Kalibata. Diantaranya, salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang gugur dalam usia muda, yakni Alberth P.H. Naiborhu, lahir 30 Agustus 1941 di Barus, tewas 5 Oktober 1965 di Jakarta. Menurut penuturan security yang enggan disebutkan namanya itu, Alberth meninggal saat perang Bekasi.

"Yang paling sering ke sini itu Pak Habibi, setiap Jumat jam 10.00 pagi," kata dia.

Hal menarik lainnya adalah, di TMPN Kalibata ternyata ada pahlawan Indonesia berdarah Jepang. Jumlahnya cukup banyak, sekira 20-an. Keberadaan mereka di TMPN cukup mengagetkan. Pasalnya, mereka bukan berdarah Indonesia.

Baca Juga: Agus Salim: Ketegasan Diplomat Berlidah Tajam

Menurut penuturan security yang sudah 8 tahun bekerja di TMPN Kalibata itu, mereka adalah warga negara Jepang yang pindah kewarganegaraan saat negeri Sakura itu menyerah pada sekutu. Kemudian, pada saat agresi militer Belanda II mereka turut membantu melawan negeri Kincir Angin itu. Salah satunya adalah Moch. Toha Nishimura yang diberi gelar Kapten Purnawirawan Angkatan Darat, wafat tahun 1975.

"Beberapa ada yang sudah masuk Islam, namanya ada aliasnya. Kedubes Jepang kadang berkunjung kesini," katanya.

Dia menambahkan, TMPN Kalibata untuk umum. Bagi yang ingin berziarah bisa langsung ke TMPN dengan berpakaian rapi dan dilarang membawa makanan atau minuman ke dalam makam. Jika rombongan, bisa mengajukan surat ke Direktorat Kepahlawanan dan Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial, Kementrian Sosial, lantai 5.

"Pakaian sopan, enggak boleh celana pendek, jangan pakai sandal jepit," tandasnya. (mad)

#70 Tahun Indonesia Merdeka #Pahlawan Nasional #Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
pengusul Raden Mas Margono Djojohadikusumo berasal dari Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
Indonesia
Kakek Prabowo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, UIN Jakarta Bentuk 2 Tim Periset
Raden Mas (RM) Margono Djojohadikoesoemo, kakek Presiden RI Prabowo Subianto dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI)
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Kakek Prabowo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, UIN Jakarta Bentuk 2 Tim Periset
Indonesia
Pujangga Besar Sutan Takdir Alisjahbana Masuk Bursa Pahlawan Nasional 2026, Mensos Harap Prabowo Setuju
Mensos Gus Ipul menegaskan warisan terbesar STA bagi bangsa ini adalah perjuangannya mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa modern.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Pujangga Besar Sutan Takdir Alisjahbana Masuk Bursa Pahlawan Nasional 2026, Mensos Harap Prabowo Setuju
Indonesia
Prabowo Subianto Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Koleksi Sepeda Onthel Hingga Ijazah Jadi Pengingat Perjuangan Sang Pahlawan Nasional
Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi dan terdiri dari dua bangunan utama
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Prabowo Subianto Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Koleksi Sepeda Onthel Hingga Ijazah Jadi Pengingat Perjuangan Sang Pahlawan Nasional
Indonesia
Pengelolaan TMP Kalibata Bakal Pindah Tangan dari Kemensos ke Kemenhan
Proses pengalihan penuh pengelolaan TMP Kalibata ke Kemenhan akan butuh waktu lama menunggu perubahan undang-undang di DPR.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
Pengelolaan TMP Kalibata Bakal Pindah Tangan dari Kemensos ke Kemenhan
Indonesia
Jenazah Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa, Anak ke-2 Jadi Imam
Setelah prosesi sholat jenazah, jenazah almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Jenazah Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa, Anak ke-2 Jadi Imam
Indonesia
Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Bakal Dimakamkan di TMP Kalibata, Negara Akan Berikan Penghormatan Terbaik
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum Try Sutrisno.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Bakal Dimakamkan di TMP Kalibata, Negara Akan Berikan Penghormatan Terbaik
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno dan Soeharto
Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, diusulkan menjadi pahlawan nasional. Jasanya dianggap lebih besar dibanding Soekarno dan Soeharto.
Soffi Amira - Sabtu, 15 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno dan Soeharto
Indonesia
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Marsinah mendapat gelar pahlawan nasional. Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS, Muhammad Rusli menilai, negara mulai menghargai buruh.
Soffi Amira - Selasa, 11 November 2025
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Indonesia
Dari Akademisi hingga Diplomat, Kiprah Prof. Mochtar Kusumaatmadja Kini Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Prof. Mochtar Kusumaatmadja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya memperjuangkan konsep Negara Kepulauan Indonesia di dunia internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 November 2025
Dari Akademisi hingga Diplomat, Kiprah Prof. Mochtar Kusumaatmadja Kini Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Bagikan