Merahputih.com - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengkritik sepak terjang Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang dianggap sudah tak lagi bertaji. Berbeda dengan awal dimana ia begitu keras.
Yunarto mengibaratkan jenderal berbintang empat itu seperti pelari maraton yang berlari sekencang-kencangnya di 1 kilometer pertama, sedangkan sisanya ditempuh dengan jalan cepat, bahkan mungkin duduk.
Baca Juga:
Pohon Natal Milik Pemprov DKI di Lapangan Banteng Belum Terlihat
Hal ini tak lepas dari tidak diizinkannya ibadah Natal bersama di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, merupakan kesepakatan bersama.
"Kalo diibaratkan pelari marathon, bapak ini langsung lari sekenceng- sekencangnya di 1 KM awal, sisanya jalan cepat, mungkin duduk, semoga aja gak malah jalan mundur ke garis start," tulis Yunarto di akun Twitter-nya, @yunartowijaya, Senin (23/12).
Menag Fachrul Razi menyebut tidak diizinkannya ibadah Natal bersama di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, merupakan kesepakatan bersama.
Menurutnya, perayaan Natal bersama disepakati digelar di Sawahlunto karena tidak ada gereja di Dharmasraya.
"Bapak tanya ke kakanwilnya, katanya itu kesepakatan yang sudah lama. Karena di sana tidak ada gereja, maka memang Natal itu disepakati dari dulu memang di Sawahlunto, bukan di dua kabupaten itu (Dharmasraya dan Sijunjung). Karena di dua kabupaten itu nggak ada gerejanya. Menurut penjelasan kanwil ke Bapak," kata Fachrul Razi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/12).
Baca Juga:
Respon PKS Tanggapi Polemik Bebas Penjara dengan Baca Alquran di Polman
Namun demikian, Fachrul Razi mengaku akan menindaklanjuti rincian dari kesepakatan soal ibadah Natal bersama tidak dilakukan di Dharmasraya.
"Nanti kita tanya bagaimana kesepakatannya itu. Tapi penjelasan mereka bahwa itu kesepakatan dan itu sudah lama itu, Pak. Begitu. Karena di dua kabupaten itu nggak ada gereja, maka disepakati bahwa Natalannya di Sawahlunto," ujarnya. (Knu)