Lawan Jadi Kawan dan Riak Pemberontakan di Koalisi Jokowi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 15 Agustus 2019
Lawan Jadi Kawan dan Riak Pemberontakan di Koalisi Jokowi

Presiden Joko Widodo. (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat Komunikasi Politik Silvanus Alvin memprediksi sejumlah partai politik yang pernah tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan merapat ke koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) jilid 2.

Meski saat Pilpres 2019 Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi partai pengusung utama Prabowo-Sandi, namun Alvin menilai kedua partai itu akan banting setir mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Menurut saya, terbuka peluang beberapa partai yang sebelumnya tidak mendukung Jokowi akan berubah 180 derajat dan mendukung Jokowi," kata Alvin kepada MerahPutih.com, Rabu (14/8).

Hanya PKS yang di Luar

Prabowo dan Jokowi di MRT
Jokowi dan Prabowo di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus. (Twitter/@pranomoanung)

Alvin mengatakan pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi di MRT, pertemuan antara Prabowo dengan Megawati serta kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra itu saat PDI Perjuangan menggelar kongres di Bali mengisyaratkan Gerindra akan merapat ke koalisi pendukung pemerintah.

"Dari beberapa peristiwa politik, kita dapat memastikan Gerindra ini tampaknya sedang merapat ke PDIP demi memuluskan langkah bergabung di koalisi pemerintahan," ujar dia.

Baca Juga: Pertemuan Mega-Prabowo Bentuk Persiapan Koalisi Hingga Prakondisi 2024

Sementara PAN, kata Alvin, sejak periode pertama pemerintahan Jokowi memang punya kecendrungan bergabung ke pemerintah. Menurutnya, salah satu bukti konkrit adalah PAN mendukung niat PDI-P untuk melakukan amandemen atas UUD 1945. "Selanjutnya, saya menilai PAN akan bergabung ke koalisi pemerintah," imbuh dia.

Untuk Demokrat, Alvin menilai masih menunjukkan sikap abu-abu apakah akan merapat ke kubu pemerintah atau menjadi oposisi. Pasalnya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari sang Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Bagaimanapun juga Demokrat baru akan bergerak setelah SBY bersuara," kata dia.

Agus Harimurti Yudhoyono dan keluarganya saat bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Twitter @Fadjroel)
Agus Harimurti Yudhoyono dan keluarganya saat bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Twitter @Fadjroel)

Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Alvin meyakini partai besutan Sohibul Iman itu akan tetap teguh dan kukuh sebagai oposisi. Menurut Alvin, sikap itu akan dipertahankan PKS meski tidak ada partai lain yang mau dan bersedia menjadi oposisi.

"Bisa jadi ada dua kemungkinan mereka jadi oposisi. Pertama, karena perbedaan ideologi antara Jokowi dan PKS. Kedua, memang tidak ada ajakan untuk bergabung bagi PKS ke pemerintahan," tegas dia.

Baca Juga: Gerindra dan PDIP Makin Lengket, PKS Nyatakan Tetap Oposisi

Lantas bagaimana nasib parpol koalisi pengusung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 jika Gerindra dan PAN masuk ke dalam koalisi pemerintah?

Riak-Riak Pemberontakan

Presiden Jokowi dan Para Sekertaris Jenderal Partai Politik koalisi pendukung saat Pilpres 2019 lalu (Foto: Biro Pers Setpres)

Alvin mengatakan, jika Gerindra dan PAN bergabung akan menyinggung parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Pasalnya, parpol di Tim Kampanye Nasional (TKN) yang selama ini berjuang memenangkan Jokowi.

"Kalau tiba-tiba Gerindra maupun PAN yang sebelumnya lawan politik merapat dan dapat jatah, nanti parpol lain akan berontak terhadap Jokowi karena menganggap dia bak kacang lupa kulit," ungkap Alvin.

Baca Juga: Nasdem Tolak Oposisi Masuk Kabinet, Gerindra: Jokowi Tak Bisa Sendirian Bangun Indonesia

Menurut Alvin, ruang untuk para profesional sulit terpenuhi di kabinet mendatang karena sudah penuh sesak dengan para politisi. Ia mengingatkan para politisi ini bergabung karena ada tujuan politik semata, yang di kemudian hari bisa mengakibatkan mereka berbalik arah dari jokowi.

"Jadi Jokowi ini kan sudah tidak bisa maju lagi sebagai capres 2024 ditambah Jokowi bukan ketua umum partai. Bisa saja menteri-menteri maupun pejabat di bawah pemerintahan Jokowi tidak patuh," kata dia.

Silvianus
Pengamat Komunikasi Politik lulusan University of Leicester Silvanus Alvin (Dok)

Dengan kondisi tersebut, kegaduhan politik akan terjadi jelang Pemilu 2024 karena masing-masing perwakilan parpol di pemerintahan punya keinginan politik sendiri-sendiri yang mau dicapai. "Di sinilah tekanan dan ujian berat menanti Jokowi. Bagaimana ia mampu mengatasi tekanan tersebut," imbuhnya.

Menurut Alvin, jika Jokowi 'membandel' dan tetap objektif memilih menteri tanpa memperhatikan permintaan-permintaan parpol yang mendukung pemerintah, implikasinya ada di parlemen nanti. Terbuka kemungkinan kebijakan Jokowi berjalan lambat di parlemen.

Baca Juga: Gerindra Mendekat, Koalisi Jokowi Memanas

Karena bagaimanapun juga, sambung Alvin, Jokowi bukanlah ketua umum partai. Sementara di DPR itu anggota dewan merupakan kader partai dan tentu loyalitasnya ada pada ketua umum masing-masing.

"Jokowi pun harus mulai memperhitungkan langkah politik untuk pemerintahannya 5 tahun mendatang. Karena ia sudah tidak bisa maju menjadi capres lagi, dikhawatirkan nanti di pemerintahan tahun ke 3 dan ke 4, dikhawatirkan ia ditinggalkan partai-partai yang sudah mendukungnya saat ini," tutup lulusan Master of Arts dari University of Leicester ini. (Pon)

#Joko Widodo #Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Baznas Bantah Biayai Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Pakai Dana ZIS
Baznas RI menegaskan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak digunakan dalam penerbitan buku Islam Ala Prabowo.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Baznas Bantah Biayai Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Pakai Dana ZIS
Indonesia
Presiden Prabowo Mau Semua WNI Punya Rekening Bank di BRI atau BSI
Presiden Prabowo Subianto minta seluruh WNI memiliki rekening baru melalui BRI dan BSI.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Presiden Prabowo Mau Semua WNI Punya Rekening Bank di BRI atau BSI
Indonesia
Filosofi Rusia-Indonesia Bertemu di Pidato Prabowo: Gotong Royong = Odin v Pole ne Voin
Presiden Prabowo Subianto di EEF 2026 mengaitkan pepatah Rusia Odin v pole ne voin dengan filosofi gotong royong Indonesia.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Filosofi Rusia-Indonesia Bertemu di Pidato Prabowo: Gotong Royong = Odin v Pole ne Voin
Indonesia
Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi di Indonesia ke Perusahaan Rusia
Presiden Prabowo Subianto mengundang perusahaan Rusia berinvestasi di 138 blok eksplorasi energi Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi di Indonesia ke Perusahaan Rusia
Indonesia
'Maksi Bareng' di Vladivostok, Prabowo Minta Maaf ke Putin Absen Saat Perayaan Hari Nasional Rusia
Presiden Putin menyambut hangat kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
'Maksi Bareng' di Vladivostok, Prabowo Minta Maaf ke Putin Absen Saat Perayaan Hari Nasional Rusia
Indonesia
Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Rumah Layak Huni dan Terjangkau
Presiden RI, Prabowo Subianto, memanggil sejumlah menteri ke Hambalang. Hal itu membahas rumah layak huni bagi masyarakat.
Soffi Amira - Selasa, 01 September 2026
Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Rumah Layak Huni dan Terjangkau
Indonesia
Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Prabowo Bandingkan Timor Leste Lebih Kecil dari Bogor Punya 28 Menteri
Presiden Prabowo menanggapi kritik kabinet gemuk membandingkan dengan Timor Leste yang luasnya lebih kecil dari Bogor punya 28 menteri
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Prabowo Bandingkan Timor Leste Lebih Kecil dari Bogor Punya 28 Menteri
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Demi MBG, Ratusan Perusahaan BUMN Ditutup Tahun Ini
Pemerintah dikabarkan akan menutup ratusan perusahaan BUMN di akhir tahun 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Demi MBG, Ratusan Perusahaan BUMN Ditutup Tahun Ini
Bagikan