Latihan Silat Sesama Rekan Seperguruan, Remaja Sukoharjo Tewas dengan Luka Bagian Rahang

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 06 Juli 2020
Latihan Silat Sesama Rekan Seperguruan, Remaja Sukoharjo Tewas dengan Luka Bagian Rahang

Warga melayat di rumah almarhum FAS (15) yang meninggal setelah mengikuti latihan silat, Minggu (5/7). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang remaja dari Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, berinisial FAS (15) meninggal dunia usai mengikuti latihan silat bersama sesama rekan seperguruan. Korban meninggal dalam kondisi luka pada bagian mulut dan rahang hingga mengalami pendarahan.

Seorang anggota keluarga korban, Sutejo mengatakan, kejadian pada tanggal 4 Juli pukul 20.00 WIB. Kasus bermula saat FAS berpamitan ikut latihan yang diadakan perguruan silat yang telah diikutinya sejak lama. Total ada 20 orang anggota sesama anggota perguruan silat dari berbagai umur latihan bersama.

Baca Juga:

Setelah Rekonstruksi, Pengacara John Kei Bakal Bertolak ke Istana, Ada Apa?

"Latihan silat tersebut merupakan perdana yang digelar semenjak pandemi COVID-19. Lokasi latihan berada di SDN 1 Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah," ujar Sutejo, Senin (6/7).

 Kasatreskrim Polres Sukoharjo, Jawa Tengah, AKP Nanung Nugroho. (MP/Ismail)
Kasatreskrim Polres Sukoharjo Jawa Tengah AKP Nanung Nugroho. (MP/Ismail)

Ia mendapat kabar dari warga, FAS masuk Puskesmas Gatak dalam kondisi tidak sadarkan diri saat latihan silat. Tak lama kemudian kabar duka datang. FAS meninggal dunia dalam kondisi luka pada bagian mulut dan rahang hingga mengalami pendarahan.

"Kami melaporkan kejadian itu kepada Polsek Gatak untuk mengungkap penyebab (FAS) meninggal dunia dengan luka parah," katanya.

Jenazah FAS langsung dilakukan autopsi dari Satreskrim Polres Sukoharjo di RSUD dr Moewardi Solo. Setelah itu, jenazah FAS dimakamkan pada Minggu (5/7).

Baca Juga:

Eks Bos Keuangan BUMN PT Dirgantara Indonesia Digarap KPK

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho membenarkan adanya kejadian tersebut dan langsung melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

"Hasil autopsi dari RDUD dr Moewardi sudah kami terima dan masih harus memeriksa saksi-saksi," kata Nanung.

Nanung menambahkan keluarga korban juga sudah melaporkan kejadian tersebut. Kami sedang melakukan penyelidikan dan belum ada tersangka dalam kasus ini," tutup Nanung. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Jokowi Bisa Perpanjang Masa Kerja Idham Azis, Calon Kapolri Baru Gigit Jari

#Kecelakaan Maut #Pencak Silat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mobil Listrik BYD Seruduk Pemotor Bekasi Sampai Tewas di Tempat
Petugas segera mengevakuasi jenazah korban menuju Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Kramat Jati
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Mobil Listrik BYD Seruduk Pemotor Bekasi Sampai Tewas di Tempat
Indonesia
Anggota DPR Gus Hilman Kecelakaan Maut di Tol Paspro, Dikabarkan Sudah Lewati Masa Kritis
Anggota DPR RI, Gus Hilman, sudah melewati masa kritis usai mengalami kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Anggota DPR Gus Hilman Kecelakaan Maut di Tol Paspro, Dikabarkan Sudah Lewati Masa Kritis
Indonesia
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Anggota DPR di Tol Pasuruan hingga Sebabkan Korban Jiwa, Diduga Sopir Tak Konsentrasi
Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Probolinggo Kota, Aipda Muhammmad Taufik Rahadian mengatakan, kecelakaan melibatkan dua mobil.
Frengky Aruan - Minggu, 24 Mei 2026
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Anggota DPR di Tol Pasuruan hingga Sebabkan Korban Jiwa, Diduga Sopir Tak Konsentrasi
Indonesia
Menhub Beberkan Kronologi Tabrakan KA di Bekasi Timur
Kecelakaan itu menewaskan 16 orang dan menyebabkan total 124 korban. 

Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Menhub Beberkan Kronologi Tabrakan KA di Bekasi Timur
Indonesia
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Keselamatan publik dalam bermobilisasi merupakan isu strategis yang menuntut perhatian serius
Angga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Indonesia
Tim DVI Kesulitas Identifikasi 17 Jenazah Korban Bus ALS Terbakar
Proses identifikasi korban melalui ciri fisik maupun properti pribadi mengalami kendala karena sebagian besar barang milik korban terlepas dari tubuh
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Tim DVI Kesulitas Identifikasi 17 Jenazah Korban Bus ALS Terbakar
Indonesia
KAI Buka Suara soal Insiden Kecelakaan Bekasi Timur, Minta Tunggu Hasil Investigasi KNKT
KAI buka suara soal insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. KAI meminta publik menunggu hasil investigasi KNKT.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
KAI Buka Suara soal Insiden Kecelakaan Bekasi Timur, Minta Tunggu Hasil Investigasi KNKT
Indonesia
Tim DVI Terima 17 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel
Tim DVI saat ini masih fokus melakukan identifikasi korban melalui pencocokan data antemortem dan postmortem yang diperoleh dari keluarga korban.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Tim DVI Terima 17 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel
Indonesia
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Muratara, DPR Minta Investigasi Total
Tragedi bus ALS vs truk tangki BBM di Muratara menewaskan 16 orang. DPR pun meminta KNKT untuk segera melakukan investigasi total.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Muratara, DPR Minta Investigasi Total
Indonesia
90 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Sudah Boleh Pulang dari RS, 17 Masih Dirawat
Layanan klaim, trauma healing, dan Lost and Found korban tabrakan kereta Bekasi Timur tetap dibuka hingga 11 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
90 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Sudah Boleh Pulang dari RS, 17 Masih Dirawat
Bagikan