Larangan Mudik, Penutupan Tol Solo-Ngawi Tunggu Perintah Kemenhub

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 23 April 2020
Larangan Mudik, Penutupan Tol Solo-Ngawi Tunggu Perintah Kemenhub

Kendaraan umum bus AKDP dan kendaraan pribadi melintas masuk di Gerbang Tol (GT) Ngemplak ruas Solo-Ngawi, Kamis (23/4). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), Ari Wibowo menegaskan sejauh ini belum ada rencana melakukan penutupan ruas tol Solo-Ngawi panjang 90,43 kilometer.

Penutupan jalan Solo-Ngawi sebagai tindak lanjut larangan mudik di tengah pandemi COVID-19 masih menunggu perintah resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca Juga

Mudik Dilarang, KAI Batalkan Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh

"Teknis penutupan ruas tol Solo-Ngawi kami menunggu dari arahan Kemenhub. Mekanisme penutupan dan sebagainya bukan kewenangan masing-masing perusahaan operator jalan tol," ujar Ari, Kamis (23/4).

Ari melihat dengan keluarnya kebijakan larangan mudik tersebut arahnya akan ada pembatasan kendaraan lewat jalan tol khusunya kendaraan pribadi dan angkutan umum. Sedaangkan kendaraan pembawa logistik tetap diperbolehkan lewat.

"Jadi nanti ada pengaturan di lapangan dengan kepolisian dan Dishub (Dinas Perhubungan) daerah yang melakukan pengawasan. Kami hanya bantu sarpras (sarana dan prasarana)," kata dia.

Kendaraan umum bus AKDP dan kendaraan pribadi melintas masuk di Gerbang Tol (GT) Ngemplak ruas Solo-Ngawi, Kamis (23/4). (MP/Ismail)
Kendaraan umum bus AKDP dan kendaraan pribadi melintas masuk di Gerbang Tol (GT) Ngemplak ruas Solo-Ngawi, Kamis (23/4). (MP/Ismail)

Ia mengaku saat ini sedang membantu dalam menyukseskan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan sejumlah daerah diantaranya Surabaya, Jawa Timur. Di mana dari pihak polisi membuat posko di jalan tol untuk mengawasi kendaraan luar kota masuk wilayah Jawa Timur.

Ditanya terkait jumlah kendaraan yang lewat saat pandemi Covid-19, Ari mengaku terjadi penurunan sekitar 50 peresen terhitung pada Maret-April. Sebelum ada wabah Corona, kendaraan lewat tol Solo-Ngawi rata-rata 15.000 per hari sampai 16.000 per hari, sekarang hanya 6.000 per hari.

Baca Juga

Gaet Pengunjung, Hotel di Yogyakarta Tawarkan Paket Karantina 2 Minggu

"Kami tidak menutup atau mengurangi karyawan yang berjaga di GT (Gerbang Tol) meskipun ada pengurangan jumlah kendaraan masuk di jalan tol Solo-Ngawi selama pandemi COVID-19," kata dia. (*)

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya

#Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Wapres Gibran Dijadwalkan Hadir, Dhaup Ageng di Pura Mangkunegaran akan Dijaga Ratusan Personel Gabungan
Sebanyak 316 personel disiapkan untuk mengamankan Dhaup Ageng di Pura Mangkunegaran pada 7–8 November 2026. Gibran dijadwalkan hadir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 November 2026
Wapres Gibran Dijadwalkan Hadir, Dhaup Ageng di Pura Mangkunegaran akan Dijaga Ratusan Personel Gabungan
Indonesia
DPRD Bongkar Tunggakan Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, Manajemen Persis Janji Lunasi
Akumulasi tunggakan beserta denda yang harus diselesaikan manajemen Persis mencapai Rp 3,21 miliar sejak 2024 sampai per 13 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPRD Bongkar Tunggakan Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, Manajemen Persis Janji Lunasi
Indonesia
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Pihak pengemudi menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Indonesia
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Dinas Perhubungan (Dishub) Solo berencana mensterilkan aktivitas parkir di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam waktu dekat.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Indonesia
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Populasi rusa di Sriwedari dianggap melonjak dan kandang terbuka membuat hewan mudah keluar sampai ke jalan raya.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Kemendagri saat ini terus mendampingi seluruh kepala daerah agar pelaksanaan enam bidang SPM dapat berjalan optimal.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Hasil tes DNA akan dikirim ke Pusdokkes untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan sampel jenazah yang telah ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Bagikan