Laporan Nielsen Ungkap 26% Pemasar Global Yakin pada Data Audiens Mereka

Andrew FrancoisAndrew Francois - Selasa, 12 April 2022
Laporan Nielsen Ungkap 26% Pemasar Global Yakin pada Data Audiens Mereka

Nielsen rilis Laporan Pemasaran Tahunan 2022. (Foto: Nielsen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NIELSEN merilis Laporan Pemasaran Tahunan 2022 yang mengungkapkan bahwa para pemasar memprioritaskan saluran digital terlebih dahulu namun mengalami kesulitan mengikuti perubahan perilaku media dari konsumen selama dua tahun terakhir ini.

Laporan global yang berjudul 'Era Penyelarasan' tersebut menggambarkan bahwa para pemasar perlu yakin dengan data yang mereka miliki agar dapat fokus pada brand awareness dan akuisisi pelanggan baik melalui perencanaan dari corong atas (upper-funnel) dan corong bawah (lower-funnel) maupun eksekusi.

Laporan yang menyurvei sebanyak 2 ribu pemasar global antara Desember 2021 hingga Januari 2022 tersebut mengungkapkan dominansi digital dalam angka belanja iklan dan juga memaparkan kurangnya keyakinan para pemasar pada data di balik keputusan tersebut.

Baca juga:

Nielsen x The Trade Desk Umumkan Kemitraan Pengukuran Data Strategis Baru

Laporan Nielsen berjudul 'Era Penyelarasan'. (Foto: Nielsen)

Adapun perhatian utama para pemasar antara lain semakin besarnya fragmentasi digital, akurasi data laporan pemasar, pengukuran, dan Laba atas Investasi (ROI).

Meski 69% pemasar percaya data pihak pertama itu esensial untuk strategi dan kampanye mereka, dan 72% pemasar percaya mereka memiliki akses ke data yang berkualitas namun hanya 26% pemasar global yang sangat yakin dengan data audiens mereka.

Laporan pemasaran tahun 2022 mendapati para pemasar di seluruh dunia menghadapi tantangan dan kesuksesan di area yang sama, yakni:

1. Brand awareness adalah tujuan utama pemasar

Para pemilik merek harus meningkatkan serangkaian kanal untuk menjangkau jumlah audiens terbanyak. Sebanyak 64 responden menyatakan bahwa media sosial adalah kanal berbayar paling efektif dengan TikTok dan Instagram yang mendominasi pembelanjaan iklan.

Belanja iklan di media sosial meningkat hingga 53% di seluruh pemasar global secara signifikan bahkan lebih dari total kenaikan belanja iklan TV dan radio. Selain brand awareness, akuisisi pelanggan adalah tujuan kedua mereka untuk menunjukkan bahwa para pemasar harus fokus dalam keseluruhan customer journey.

2. Peningkatan fragmentasi media mendorong kebutuhan pengukuran holistik

Keyakinan para pemasar dalam mengukur ROI dari seluruh marketing hanya 54%. Bila media dan video daring dihilangkan maka keyakinan dalam mengukur ROI di seluruh kanal lain adalah di bawah 50% secara global, dan meski hampir setengah dari para pemasar berencana meningkatkan belanja iklan mereka di podcast namun keyakinan mereka dalam mengukur ROI dari investasi tersebut adalah 44%.

3. Data adalah poin penting bagi pemasar untuk mendapatkan strategi personalisasi terbaik

Meningkatnya proliferisasi kanal menghasilkan kumpulan data unik yang sangat berlimpah. Namun sebanyak 36% pemasar masih mengklaim bahwa akses data, resolusi identitas, dan menggali informasi yang dapat ditindaklanjuti dari data tersebut sangat sulit.

Munculnya TV yang terkoneksi (Connected TV - CTV), menghadirkan tantangan baru untuk solusi penyelarasan yang sifatnya tradisional. Perhatian terhadap CTV memang tengah meningkat di antara pemasar global dengan 51% di antaranya berencana meningkatkan belanja iklan di CTV atau over the top di tahun mendatang.

4. Penekanan pada misi utama pemasaran membantu pemasar terhubung lebih baik dengan konsumen

Laporan Nielsen menunjukkan bahwa sebanyak 60% pemasar di Asia-Pasifik memasukkan tanggung jawab sosial perusahaan, tata kelola lingkungan dan soisial (59%) dan keberagaman; kesetaraan; dan inklusi (56%) dalam strategi pemasarannya.

Meski para pemasar global mengatakan merek mereka mendukung hal tersebut namun berdasarkan data yang ditunjukkan laporan Nielsen menyatakan bahwa sebanyak 55% konsumen tidak yakin bahwa merek mereka benar-benar melakukannya.

Wakil Presiden Marketing Effectiveness Nielsen APAC Abhinav Maheshwari mengatakan bahwa tujuan Nielesen adalah untuk menyediakan temuan yang paling lengkap tetang perilaku konsumen di seluruh industri.

"Sebagai pemimpin dalam pengukuran dan pandangan komprehensif terhadap media, Nielsen akan memberikan pandangan 360 derajat bagi pemilik merek yang tidak dapat ditemukan di tempat lain," kata Abhinav dalam keterangan resmi, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga:

Nielsen Ungkap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Saat Ramadan

Ilustrasi data. (Foto: Unsplash/Carlos Muza)

Menurutnya riset tersebut menegaskan bahwa para pemasar ingin menaruh uang mereka ke kanal yang segera menghasilkan ROI, tapi hal tersebut juga perlu diseimbangkan dengan dampaknya terhadap peningkatan merek secara keseluruhan.

"Dengan pergeseran media, kecepatan dan data merupakan hal kritis guna mengoptimalkan keseluruhan saluran pemasaran. Dengan akan dihapusnya cookie pihak ketiga, sangat dimengerti ketika para pemasar memprioritaskan personalisasi dan menyelaraskan merek mereka dengan nilai-nilai yang dipedulikan oleh pelanggan," lanjutnya.

Nielsen ingin menawarkan solusi melalui laporan yang dirilis untuk terus membantu merek dan pemasar menggali informasi yang dapat ditindaklanjuti agar keputusan dapat dibuat lebih cepat.

Laporan ini berdasarkan survei kepada para pemasar yang mengelola anggaran pemasaran hingga satu juta dolar AS atau lebih, yang bekerja di berbagai industri seperti otomotif, jasa keuangan, FMCG, teknologi, pelayanan kesehatan, farmasi, perjalanan, pariwisata, ritel, yang fokusnya berkaitan dengan media, teknologi, dan strategi pengukuran. (waf)

Baca juga:

Nielsen: Belanja Iklan Juli 2020 Alami Peningkatan

#Survei
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Fun
Berburu Takjil Jadi Tradisi Favorit Gen Z dan Milenial saat Ramadan, Survei Populix Ungkap Faktanya
Survei Populix mengungkap berburu takjil menjadi aktivitas ngabuburit paling populer bagi Gen Z dan milenial. 41 persen menganggap tradisi ini tak tergantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Maret 2026
Berburu Takjil Jadi Tradisi Favorit Gen Z dan Milenial saat Ramadan, Survei Populix Ungkap Faktanya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Survei Metro TV Ungkap 100 Responden Tak Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Beredar unggahan hasil survei yang mengungkap 100 responden tak puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Survei Metro TV Ungkap 100 Responden Tak Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Indonesia
Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan TNI menjadi lembaga paling dipercaya publik dengan 93 persen, sementara DPR terendah dengan 56 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen
Indonesia
Survei Indikator Politik: Baru 13 Persen Publik yang Sangat Puas Kinerja Presiden Prabowo
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan 13 persen masyarakat sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Gen-Z menjadi kelompok paling puas.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Survei Indikator Politik: Baru 13 Persen Publik yang Sangat Puas Kinerja Presiden Prabowo
Indonesia
Kesuksesan MBG Bakal Pengaruhi Persepsi Atas Kinerja Prabowo
Responden yang merasa sangat puas sebanyak 12,2 persen, kemudian yang cukup puas sebanyak 60,6 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Februari 2026
Kesuksesan MBG Bakal Pengaruhi Persepsi Atas Kinerja Prabowo
Indonesia
Survei DFW Temukan 3 Kendala Besar Koperasi Merah Putih
Kebingungan pengurus koperasi Merah Putih juga dipengaruhi regulasi yang tumpang tindih.
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Survei DFW Temukan 3 Kendala Besar Koperasi Merah Putih
Indonesia
Hasil Survei LSI Denny JA: Soeharto Jadi Presiden RI yang Paling Disukai
Hasil survei LSI Denny JA mengungkapkan, bahwa Soeharto menjadi Presiden RI yang paling disukai publik.
Soffi Amira - Sabtu, 08 November 2025
Hasil Survei LSI Denny JA: Soeharto Jadi Presiden RI yang Paling Disukai
Indonesia
Hasil Survei: Menkeu Purbaya Masuk Bursa Capres-Cawapres 2029, Unggul Jauh dari Gibran
Menkeu Purbaya masuk bursa Capres-Cawapres 2029. Ia unggul jauh dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Soffi Amira - Rabu, 29 Oktober 2025
Hasil Survei: Menkeu Purbaya Masuk Bursa Capres-Cawapres 2029, Unggul Jauh dari Gibran
Indonesia
Jawa Timur Paling Puas, Maluku - Papua Paling Kritis terhadap Pemerintahan Prabowo - Gibran
Survei terbaru Poltracking Indonesia mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama 1 tahun terakhir.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Jawa Timur Paling Puas, Maluku - Papua Paling Kritis terhadap Pemerintahan Prabowo - Gibran
Bagikan