Langkah Israel di Masjid al-Aqsa Perparah Ketegangan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 23 Juli 2017
Langkah Israel di Masjid al-Aqsa Perparah Ketegangan

Pengunjuk rasa Palestina dalam bentrokan dengan pasukan Israel dekat pos pemeriksaan Qalandiya, dekat kota Ramallah, Tepi Barat, Jumat (21/7). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketegangan antara Israel dan Palestina semakin meningkat pasca penambahan pasukan negara zionis itu ke Masjid al-Aqsa. Bentrok tak terhindarkan ketika warga Palestina berusaha berkerumun dan melempari pasukan Israel dengan batu dan botol.

Kabar terakhir dari Tepi Barat, dua warga Palestina tewas di tempat terpisah dalam bentrokan dengan pasukan Israel. Seorang tewas dengan luka pukulan dan seorang lagi tewas akibat ledakan bensin yang akan dilemparkan ke pasukan Israel di tangannya.

Penambahan pasukan dilakukan pasca kematian warga Israel. Kematian itu sebagai "balasan" setelah tiga orang jamaah Palestina tewas di kompleks Masjid al-Aqsa.

Keteganangan akhir-akhir ini di Palestina meningkat pasca penyerangan tentara Israel yang menyebabkan kematian. Aksi tersebut dibalas dengan pentutupan dan pemasangan metal detector sebelum masuk Masjid al-Aqsa.

Seperti dilansir Aljazeera, para analis menyatakan langkah Israel untuk pengendalian di Kota Tua Yerusalem hanya akan menyebabkan banyak serangan dan eskalasi kekerasan.

Pada awalnya, pasca penusukan tiga tentara Israel 14 Juli, sebuah kebijakan pemasangan metal detector (detektor logam) di pintu masuk kompleks Masjid al-Aqsa memicu warga Palestina marah dan menganggap langkah itu sebagai upaya penguasaan terhadap Yerusalem.

Selama seminggu, warga Palestina melakukan protes dan menolak masuk al-Aqsa melalui metal detector, juga salat di jalanan. Aksi protes warga dibalas dengan serangan dan pemukulan pasukan Israel. Korban tak terhindarkan.

"Israel membatasi kebebasan bergerak melalui pemeriksaan keamanan untuk semua orang Palestina, sebagai hukuman atas tindakan beberapa individu," kata Direktur Koalisi Sipil untuk Hak-hak Palestina di Yerusalem Zakaria Odeh kepada Aljazeera.

Zakaria memandang bahwa tindakan Pemerintah Israel akan menyebabkan lebih banyak lagi kekerasan dibanding dengan stabilitas. Apa yang dilakukan Israel akan meningkatkan protes dan perlawanan warga Palestina terhadap pendudukan.

Sementara itu, Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa dan PBB dalam sebuah pernyataan sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan dan bentrokan di sekitar Kota Tua Yerusalem.

Seperti dilansir Reuters, PBB akan melakukan pertemuan untuk membahas situasi terkini pada Senin mendatang. Swedia, Mesir, dan Prancis meminta pertemuan tesebut untuk sebuah seruan meredakan ketegangan. (*)

Baca juga berita lainnya terkait ketegangan Palestina-Israel dalam artikel: Dua Warga Palestina Tewas Dalam Bentrok Dengan Pasukan Israel

#Israel #Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Bagikan