MerahPutih.com - Ketegangan antara Israel dan Palestina semakin meningkat pasca penambahan pasukan negara zionis itu ke Masjid al-Aqsa. Bentrok tak terhindarkan ketika warga Palestina berusaha berkerumun dan melempari pasukan Israel dengan batu dan botol.
Kabar terakhir dari Tepi Barat, dua warga Palestina tewas di tempat terpisah dalam bentrokan dengan pasukan Israel. Seorang tewas dengan luka pukulan dan seorang lagi tewas akibat ledakan bensin yang akan dilemparkan ke pasukan Israel di tangannya.
Penambahan pasukan dilakukan pasca kematian warga Israel. Kematian itu sebagai "balasan" setelah tiga orang jamaah Palestina tewas di kompleks Masjid al-Aqsa.
Keteganangan akhir-akhir ini di Palestina meningkat pasca penyerangan tentara Israel yang menyebabkan kematian. Aksi tersebut dibalas dengan pentutupan dan pemasangan metal detector sebelum masuk Masjid al-Aqsa.
Seperti dilansir Aljazeera, para analis menyatakan langkah Israel untuk pengendalian di Kota Tua Yerusalem hanya akan menyebabkan banyak serangan dan eskalasi kekerasan.
Pada awalnya, pasca penusukan tiga tentara Israel 14 Juli, sebuah kebijakan pemasangan metal detector (detektor logam) di pintu masuk kompleks Masjid al-Aqsa memicu warga Palestina marah dan menganggap langkah itu sebagai upaya penguasaan terhadap Yerusalem.
Selama seminggu, warga Palestina melakukan protes dan menolak masuk al-Aqsa melalui metal detector, juga salat di jalanan. Aksi protes warga dibalas dengan serangan dan pemukulan pasukan Israel. Korban tak terhindarkan.
"Israel membatasi kebebasan bergerak melalui pemeriksaan keamanan untuk semua orang Palestina, sebagai hukuman atas tindakan beberapa individu," kata Direktur Koalisi Sipil untuk Hak-hak Palestina di Yerusalem Zakaria Odeh kepada Aljazeera.
Zakaria memandang bahwa tindakan Pemerintah Israel akan menyebabkan lebih banyak lagi kekerasan dibanding dengan stabilitas. Apa yang dilakukan Israel akan meningkatkan protes dan perlawanan warga Palestina terhadap pendudukan.
Sementara itu, Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa dan PBB dalam sebuah pernyataan sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan dan bentrokan di sekitar Kota Tua Yerusalem.
Seperti dilansir Reuters, PBB akan melakukan pertemuan untuk membahas situasi terkini pada Senin mendatang. Swedia, Mesir, dan Prancis meminta pertemuan tesebut untuk sebuah seruan meredakan ketegangan. (*)
Baca juga berita lainnya terkait ketegangan Palestina-Israel dalam artikel: Dua Warga Palestina Tewas Dalam Bentrok Dengan Pasukan Israel