Lalu lintas Selat Hormuz Nyaris tidak Terdampak pada Blokade AS, Kapal Pengangkut Tetap Melintas

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Lalu lintas Selat Hormuz Nyaris tidak Terdampak pada Blokade AS, Kapal Pengangkut Tetap Melintas

Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BLOKADE Amerika Serikat terhadap Selat Hormuz di hari pertama tak berpengaruh banyak, Selasa (14/4). Blokade Amerika Serikat itu hanya dilakukan terhadap kapal-kapal yang singgah di pelabuhan Iran. Setidaknya delapan kapal, termasuk tiga tanker yang terkait dengan Iran, melintasi perairan tersebut.

Presiden AS, Donald Trump mengumumkan blokade tersebut pada Minggu setelah perundingan damai akhir pekan di Islamabad antara AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Blokade ini semakin menambah ketidakpastian bagi perusahaan pelayaran, perusahaan minyak, dan penanggung risiko perang. Sumber industri mengatakan lalu lintas saat ini hanya sebagian kecil dari lebih dari 130 penyeberangan harian sebelum perang AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.

“Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS,” kata Komando Pusat AS di platform X, seraya menambahkan bahwa enam kapal mematuhi arahan pasukan AS untuk berbalik dan kembali ke pelabuhan Iran.

Data LSEG, dikutip The Korea Times, menyebut tiga kapal yang terkait dengan Iran yang melintasi selat tersebut tidak menuju pelabuhan Iran dan tidak terdampak blokade. Kapal berbendera Panama, Peace Gulf, sebuah tanker ukuran menengah, sedang menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab. Kapal itu biasanya mengangkut nafta, bahan baku petrokimia, dari Iran ke pelabuhan lain di Timur Tengah non-Iran untuk diekspor ke Asia.

Baca juga:

Matikan Transponder, 20 Kapal Komersial Tembus Blokade AS di Selat Hormuz



Sebelumnya, dua tanker yang dikenai sanksi AS juga melintasi perairan sempit tersebut. Berdasarkan data Kpler, tanker kecil Murlikishan sedang menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak pada 16 April. Kapal itu, yang sebelumnya bernama MKA, pernah mengangkut minyak Rusia dan Iran.

Tanker lain yang terkena sanksi, Rich Starry, menjadi yang pertama melewati selat dan keluar dari Teluk sejak blokade dimulai. Tanker tersebut dan pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co, dikenai sanksi AS karena berurusan dengan Iran.

Rich Starry merupakan tanker ukuran menengah yang membawa sekitar 250.000 barel metanol. Muatan tersebut diambil dari pelabuhan terakhir di Hamriyah, Uni Emirat Arab. Kapal milik perusahaan China itu diawaki kru asal China.

Kementerian Luar Negeri China pada Selasa menyatakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran berbahaya dan tidak bertanggung jawab serta memperingatkan bahwa langkah tersebut hanya akan memperburuk ketegangan. Kementerian tidak menyebutkan apakah kapal China melintasi selat tersebut.

Sementara itu, lima kapal lain juga telah melintasi selat sejak blokade dimulai Senin malam. Kapal-kapal tersebut terdiri dari dua tanker kimia dan gas, dua kapal curah kering, serta kapal kargo Ocean Energy yang bersandar di pelabuhan Bandar Abbas, Iran. Sebuah catatan militer AS yang dikirim kepada pelaut, dikutip Reuters, menyebutkan pengiriman bantuan kemanusiaan akan dikecualikan dari blokade.

“Amerika Serikat tidak perlu memblokade semua jenis kapal atau memasuki Selat Hormuz. Mereka dapat melakukan blokade secara berkala,” kata Fabrizio Coticchia, profesor ilmu politik di Universitas Genoa, Italia, dikutip The Korea Times.

“Kapal tidak akan diserang, tapi dialihkan,” tambahnya, seraya menjelaskan bahwa kapal perang AS akan ditempatkan di luar selat, di Teluk Oman.

Meski biaya asuransi risiko perang tidak meningkat sejak blokade dimulai, nilainya tetap mencapai ratusan ribu dolar sebagai biaya tambahan mingguan, dengan perlindungan biasanya ditinjau penjamin setiap 48 jam.

“Kembalinya ‘normalitas’ di Timur Tengah kini tampak semakin jauh jika dibandingkan dengan satu minggu lalu, terutama karena angkatan laut AS telah memulai blokade. Diperkirakan, akan ada sedikit atau bahkan tidak ada lalu lintas komersial di selat tersebut dalam waktu dekat,” kata perusahaan pialang kapal BRS dalam laporannya.(dwi)

#Selat Hormuz #Iran #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Indonesia
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Seluruh pihak harus mendukung penuh kesepakatan penghentian perang tersebut demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Dunia
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 4,8 persen menjadi USD 83,18 (sekitar Rp 1,36 juta) per barel.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
 AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Olahraga
Klasemen Piala Dunia 2026: AS, Kanada, Meksiko Puncaki Grup
Pencapaian apik Amerika Serikat dan Kanada mengikuti jejak sukses Meksiko di Grup A
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 13 Juni 2026
Klasemen Piala Dunia 2026: AS, Kanada, Meksiko Puncaki Grup
Olahraga
AS Lumat Paraguay 4-1: Balogun Brace, Trivela Cantik dari Reyna Tutup Pesta Gol Tuan Rumah
Timnas AS membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas Paraguay di Los Angeles Stadium
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
AS Lumat Paraguay 4-1: Balogun Brace, Trivela Cantik dari Reyna Tutup Pesta Gol Tuan Rumah
Olahraga
Prediksi Laga AS Vs Paraguay, Pedang Bermata Dua Pemain ke-12 Tuan Rumah
Amerika Serikat menghadapi Paraguay di laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026. Simak prediksi, statistik head to head, dan susunan pemain kedua tim.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Prediksi Laga AS Vs Paraguay, Pedang Bermata Dua Pemain ke-12 Tuan Rumah
Olahraga
Superkomputer Opta Prediksi Duel Ketat Laga AS Vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Superkomputer Opta memprediksi Amerika Serikat unggul tipis atas Paraguay di laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026. Simak peluang kemenangan dan komentar pelatih.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Superkomputer Opta Prediksi Duel Ketat Laga AS Vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Indonesia
Peringatan Terakhir, Iran Lepaskan Tembakan ke Kapal Tanker di Lepas Pantai Sirik!
IRGC Iran menembakkan peringatan ke kapal tanker di lepas pantai Sirik, menegaskan penutupan total Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Peringatan Terakhir, Iran Lepaskan Tembakan ke Kapal Tanker di Lepas Pantai Sirik!
Indonesia
Iran Siagakan Militer Siap Saling Serang dengan AS
Iran mengalami sejumlah kerugian, namun menegaskan bahwa pasukan Iran telah menimbulkan kerugian yang lebih besar terhadap pasukan Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Iran Siagakan Militer Siap Saling Serang dengan AS
Dunia
Neraka Selat Hormuz: Iran Anggap Semua Kapal Musuh, Nekat Melintas Bakal Diserang!
Militer Iran menutup total Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal yang nekat melintas.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Neraka Selat Hormuz: Iran Anggap Semua Kapal Musuh, Nekat Melintas Bakal Diserang!
Dunia
IGRC Serang 18 Titik Aset Militer AS, Iran: Timur Tengah Akan Jadi Neraka Mereka
IRGC memperingatkan Timur Tengah akan jadi “neraka” bagi Amerika Serikat dan sekutunya jika Selat Hormuz terus diganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
IGRC Serang 18 Titik Aset Militer AS, Iran: Timur Tengah Akan Jadi Neraka Mereka
Bagikan