Lagi, Korut Kirim Balon Sampah ke Korsel
Lapangan Kim Il-Sung di Pyongyang, Korea Utara. ANTARA/Pixabay/am.
MerahPutih.com - Korea Utara sekali lagi mengirimkan ratusan balon berisi sampah ke negara tetangganya di selatan. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap kiriman balon balasan ke Korea Utara dari aktivis Korea Selatan yang di dalamnya ada USB berisi lagu K-pop dan K-drama.
Sekitar 330 balon yang membawa kantong sampah telah dikirim oleh Korea Utara sejak Sabtu (8/6) malam, 80 di antaranya telah mendarat di Korea Selatan, demikian kata Kepala Staf Gabungan (JCS) Seoul, dikutip dari CNN, Senin (10/6).
Kali ini, di dalam balon tersebut hanya ada kertas bekas dan plastik, tak ada zat berbahaya bagi keselamatan. Sekitar 1.060 balon dari Korea Utara telah berhasil memasuki wilayah Korea Selatan sejak 28 Mei menurut penghitungan CNN.
Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat pada hari Minggu kemarin untuk membahas tanggapan terhadap gelombang balon terbaru.
Baca juga:
Korsel Balas Korut, Kirim Balon Isi USB Drakor dan Lagu KPop
Pekan lalu, Pyongyang mengaku telah mengirimkan total 3.500 balon yang membawa 15 ton sampah ke tetangganya. Militer Korea Selatan merespons dengan memutar siaran propaganda menggunakan pengeras suara di Korea Utara.
Militer Korea Selatan pernah mengirim siaran propaganda sebagai bagian dari perang psikologis melawan Korea Utara, hingga mereka menarik peralatan tersebut setelah pertemuan puncak tahun 2018 antara negara bertetangga.
Siaran tersebut menginformasikan kepada warga Korut mengenai realitas nan terjadi di negaranya. Isi siaran tersebut juga mengumumkan seperti apa kemajuan di Korea Selatan dan budaya Korea lainnya.
JCS mengatakan bahwa Korea Utara bertanggung jawab penuh atas situasi saat ini dan mendesak negara tersebut untuk segera menghentikannya. JCS tak akan ragu mengirimkan kembali siaran propaganda tersebut apabila Korut masih berulah.
Baca juga:
Setelah Kirim Kotoran ke Korsel, Korut Luncurkan 10 Rudal Balistik Jarak Pendek
"Apakah militer akan memutarkan siaran melalui pengeras suara lagi, sepenuhnya tergantung pada tindakan Korea Utara,” kata JCS memperingatkan. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Duet Drum PM Jepang dan Presiden Korea Selatan, Diplomasi K-Pop untuk Hubungan Rumit
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian