MerahPutih.com - Kedutaan Besar Iran di Seoul membantah keras tuduhan militer Republik Islam Iran berada di balik insiden kebakaran kapal curah berbendera Panama, HMM Namu, di Selat Hormuz.
“Kami menolak seluruh tuduhan mengenai keterlibatan angkatan bersenjata Iran dalam insiden tersebut,” tulis pernyataan resmi Kedubes Iran, dikutip dari Anadolu, Jumat (8/5).
Baca juga:
Prancis Takkan Cabut Sanksi Iran Selama Selat Hormuz Masih Diblokade
Imbas Blokade AS
Sebaliknya, Kedubes Iran mengungkapkan keamanan di Selat Hormuz terganggu aktivitas "pasukan musuh dan sekutu mereka", merujuk Amerika Serikat (AS) dan negara-negara pendukungnya.
Teheran menegaskan pelayaran aman hanya dapat terjamin bila ada kepatuhan penuh terhadap regulasi Iran serta koordinasi dengan otoritas setempat.
"Selat Hormuz merupakan bagian integral dari geografi pertahanan Iran," tulis rilis Kedubes Iran di Korsel.
Baca juga:
Iran Terapkan Aturan Baru Transit Kapal di Selat Hormuz, Semua Instruksi Lewat Email!
Eskalasi Militer di Selat Hormuz
Sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, kawasan Teluk semakin bergejolak. Iran membalas dengan serangan terhadap aset AS dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Kondisi ini diperparah dengan blokade angkatan laut yang diberlakukan AS sejak 13 April, yang membatasi lalu lintas maritim Iran di jalur vital tersebut.
Baca juga:
Presiden AS Donald Trump Hentikan Operasi Hormuz, Dorong Kesepakatan dengan Iran
Insiden Kapal HMM Namu
Insiden kebakaran kapal HMM Namu terjadi pada Senin malam (5/5) saat berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab. “Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.40 waktu setempat, namun berhasil dikendalikan dengan cepat,” kata Kementerian Luar Negeri Korsel dalam rilisnya, dilansir Antara.
Kantor berita Yonhap melaporkan api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Seluruh 24 awak kapal, termasuk enam warga Korea Selatan dan 18 warga asing, dipastikan selamat. (*)