Kesehatan

Ladies, Kondisi ini Alarm untuk Pergi ke Obsgyn

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 23 Juni 2021
Ladies, Kondisi ini Alarm untuk Pergi ke Obsgyn

Ada sejumlah tanda yang ditunjukkan vagina sebagai alarm untuk periksa obsgyn. (foto: Unsplash/timothy meinberg)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMUA vagina yang sehat memiliki ciri yang sama. Tidak ada bagian, mulai dari leher rahimmu hingga vulva, yang gatal, sakit, atau terasa seperti terbakar. Meskipun aroma dan cairan dapat bervariasi pada setiap perempuan, aroma vagina maupun jumlah cairan yang normal untuk kamu tergantung pada siklus haid.

Namun, jika kamu mengalami gatal yang terus-menerus pada labia atau kamu mulai mencium aroma aneh di vagina, inilah saatnya untuk mencari tahu lebih banyak tentang vaginamu. Rasa gatal dan aroma tidak sedap beserta sejumlah tanda lainnya merupakan cara vaginamu mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah.

Tidak ada salahnya pergi mengunjungi ahli kandungan jika kamu mengalami hal tersebut. Namun, sebagai panduan, berikut beberapa gejala yang ditunjukkan vagina sebagai alarm untuk pergi mengunjungi obsgyn.

BACA JUGA:

Nyeri Haid Bisa Hilang Usai Menikah

Jika vagina gatal

Gatal pada selangkangan yang terjadi sesekali masihlah wajar, semisal ketika Anda banyak berkeringat di pusat kebugaran atau ruam yang timbul setelah bercukur.

Namun, gatal kronis yang terus-menerus pada vulva dan vagina merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Bisa saja rasa gatal timbul karena reaksi alergi terhadap sabun badan. Namun, rasa gatal juga bisa mengindikasikan vaginosis bakteri, yakni kondisi ketika jumlah bakteri di vagina mengalami ketidakseimbangan. Selain itu, kondisi tersebut bisa menjadi gejala infeksi jamur, atau infeksi menular seksual, trikomoniasis.

Untuk mengetahui penyebab munculnya rasa gatal, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Ahli kandungan akan melakukan beberapa tes untuk melihat penyebab gejala yang Anda rasakan.

“Banyak perempuan yang melakukan pengobatan sendiri menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran. Namun, saya tidak menyarankan hal itu,” saran Michael Cackovic, MD, ahli kandungan dari University Wexner Medical Center Ohio.

Bisa saja, pengobatan yang dilakukan sendiri di rumah malah memperparah rasa gatal.


Jika vagina berbau aneh

Tergantung pada waktu dalam bulan itu, pilihan pakaian, dan seberapa banyak Anda berkeringat, bau vagina Anda bisa ringan sampai tajam. Namun, aroma vagina Anda tidak seharusnya busuk atau menyengat. Jadi jika vagina Anda mengeluarkan aroma yang tidak biasa, itulah saatnya Anda berkonsultasi ke dokter.

Aroma tidak sedap pada vagina bisa disebabkan hal sederhana, seperti perubahan menu makanan ataupun cara Anda membersihkan diri. Namun, Cackovic juga memperingatkan bahwa aroma tidak sedap pada vagina bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih rumit, semisal adanya infeksi.

Infeksi bakteri pada vagina atau penyakit menular seksual bisa menjadi penyebab di balik aroma tak sedap vagina. Namun, ingat juga bahwa kelalaian dalam mengganti pembalut secara teratur saat haid juga bisa membuat vagina berbau tidak sedap. jadi pastikan Anda selalu mengganti pembalut secara berkala di saat haid.

Jika haid tidak teratur

Faktor berat badan, olahraga berlebihan, dan stres yang tinggi dapat membuat siklus haid Anda kacau. Namun, jika kesemua kondisi itu sudah dikesampingkan, pertimbangkan kemungkinan adanya polycystic ovary syndrome (PCOS), sebuah kondisi yang terkait dengan ketidakseimbangan hormon.

“Perempuan yang mengidap PCOS tidak berovulasi secara teratur,” Daniel Breitkopf, MD, ketua ginekologi divisi di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota.

Tanpa ovulasi biasa, Anda tidak akan mendapat haid yang normal dan reguler.

Tanda-tanda lain dari PCOS yakni jerawat dan pertumbuhan rambut tidak normal pada wajah, punggung, atau dada. Selain itu, dengan tingkat hormon yang tidak seimbang, pengidap PCOS akan lebih sulit hamil, sehingga masalah kesuburan dapat juga menjadi tandanya.

"Jika gejala itu bertahan selama lebih dari enam sampai 12 bulan, Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk menyelidiki penyebabnya," ujar Breitkopf.


Jika keputihan berubah

Faktanya, jumlah, konsistensi, dan warna cairan vagina bervariasi pada tiap perempuan. Dari putih dan kental hingga bening, berair, dan licin. Semuanya tergantung pada siklus bulanan Anda.

Namun, perubahan yang nyata dalam warna, jumlah, maupun bau cairan vagina perlu ditangani. Perubahan dapat dikaitkan dengan perubahan hormonal, kehamilan, tingkat hidrasi atau infeksi.

Adanya cairan lain dalam cairan vagina, seperti darah yang berwarna kehijauan, haruslah diperiksakan. Perubahan warna pada cairan vagina bisa menandakan penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonorhea.
Jangan tunggu lama. Jika gejala muncul, dalam satu atau dua hari, segeralah ke dokter.

Jika labia berjerawat atau bergelombang

Menemukan benjolan atau benjolan di bawah perut bisa sangat menakutkan. Namun dalam banyak kasus, benjolan itu benar-benar jinak. Sebuah benjolan kecil di bawah kulit vulva atau vagina bisa jadi hanya kelenjar yang tersumbat akibat penumpukan cairan.

Penyumbatan itu, atau kista, biasanya ialng dengan sendirinya. Namun, jika kista disertai rasa sakit atau terus tumbuh, pemeriksaan dokter amatlah diperlukan.

Benjolan jerawat--seperti atau ruam merah bergelombang--di atau dekat labia Anda mungkin mengindikasikan adanya folikel rambut yang tersumbat atau terinfeksi. Hal itu sebagai efek samping yang umum dari mencukur, waxing, atau memakai legging olahraga selama berjam-jam.

Benjolan ataupun jerawat juga bisa menjadi tanda-tanda reaksi alergi, mungkin akibat deterjen atau sabun mandi baru. Tunggu beberapa minggu untuk melihat apakah benjolan itu hilang sendirinya. Jika benjolan masih bertahan, Anda wajib menemui dokter.(dwi)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan