Laboratorium Penyimpanan Darah Tali Pusat Indonesia Raih Akreditasi AABB

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 27 Juni 2024
Laboratorium Penyimpanan Darah Tali Pusat Indonesia Raih Akreditasi AABB

Ilustrasi Lab Bank Darah. (Foto: Cordlife)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Laboratorium penyimpanan darah tali pusat PT Cordlife Persada kembali meraih akreditasi dari Associaton for the Advancement of Blood & Biotherapies atau AABB.

AABB merupakan organisasi non-profit yang melakukan audit operasional terhadap bank penyimpanan darah tali pusat hampir di seluruh dunia. Hasil audit diberikan perusahaan tersebut memiliki standar sertifikasi tertinggi di industri bank darah.

"Penyimpanan darah tali pusat ini penting bagi kesehatan individu di masa depan, di mana sel punca (stem cell) sendiri merupakan sel hidup yang digunakan untuk tranplantasi," ujar Country Director PT Cordlife Persada Retno Suprihatin, dalam keterangan resminya yang diterima merahputih.com.

Retno mengatakan penyimpanan darah tali pusat penting bagi kesehatan individu di masa depan. Sebab sel punca (stem cell) sendiri merupakan sel hidup yang digunakan untuk tranplantasi.

Baca juga:

Ingat! Tidak Cukup Satu Kali Tes Darah Untuk Cek HIV

Lebih dari 80 penyakit berat, seperti leukemia, talasemia, dan multiple myeloma; dapat diobati dengan sel punca dan lebih dari 60.000 transplantasi telah dilakukan di seluruh dunia menggunakan sel punca berasal dari darah tali pusat.

Sel punca dapat disimpan tanpa batas waktu jika penyimpanan dilakukan dengan benar, dan
dapat digunakan kapanpun dibutuhkan. Sel punca merupakan jenis sel khusus yang
memiliki dua sifat penting, yaitu mampu memperbanyak dan memperbarui diri, serta mampu berkembang menjadi sel dewasa yang melakukan hal berbeda.
.
“Kelebihan sel punca darah tali pusat lainnya adalah karena darah tali pusat memiliki sel
punca paling muda dibandingkan dengan sumber sel punca lain seperti sumsum tulang, dan
darah tepi," tambahnya.

Sementara itu, Dwi Astuti Handayani, Lab Manager PT Cordlife Persada mengatakan dalam melakukan pemrosesan darah, lab tersebut selalu sejalan dengan rekomendasi dari AABB dan Kemenkes RI. Pemrosesan dilaksanakan di biosafety cabinet yang berada di dalam ruang steril.

Baca juga:

Air Kelapa Efektif untuk Turunkan Tekanan Darah

"Dalam hal pemantauan suhu, kami menggunakan sistem monitoring ganda yang terdiri dari sistem peringatan otomatis serta pemeriksaan manual berkala," ujar Dwi. (ikh)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan