Bisnis

Kunci Penting Kembangkan Bisnis Jadi Franchise

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 12 November 2021
Kunci Penting Kembangkan Bisnis Jadi Franchise

Butuh kesabaran untuk bisa sukses mengembangkan bisnis jadi waralaba. (foto: Unpslash/visual karsa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP pebisnis pasti ingin usahanya berkembang menjadi semakin besardan semakin pesar. Bisnis berkembang jadi waralaba atau franchise tentu menjadi harapan. Namun, perjalanan untuk mengembangkan bisnis supaya menjadi bisnis waralaba tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan perjuangan dan kemauan, terutama mau belajar dalam mengembangkan bisnis.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar. Dalam acara IFRA Hybrid Business EXPO in Conjuction with Indonesia Lincensing EXPO 2021, secara virtual, Anang menuturkan bahwa salah satu kunci mengembangkan bisnis menjadi waralaba ialah kesabaran. "Kalau ingin bisnisnya menjadi waralaba jangan cepat puas. Jangan mau cepat jadi. Prosesnya panjang tapi berjuanglah ke tujuan," ujarnya.

BACA JUGA:

Pandemi Munculkan Tren Bisnis Baru

Menurut Anang, semakin lama waktunya, semakin matang bisnis yang dikembangkan. Selain itu, waktu yang cukup panjang bisa digunakan pebisnis untuk lebih menguasai ilmu tentang produk yang dipasarkan. “Cari tahu apakah ada keunikan dan keunggulan yang tidak bisa ditiru orang terhadap produk kita,” jelasnya.

“Sayangilah produkmu. Nikmati semua proses yang dilalui dengan tekun. Perjuangkan agar jadi sesuatu yang dapat bertahan lama,” lanjutnya lagi.

IFRA

Anang Sukandar (di layar) sebut kunci sukses bisnis menjadi waralaba adalah kesabaran (Foto: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

Senada dengan Anang, Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia Susanty Widjaya juga menyebutkan bisnis yang digeluti harus memiliki sisi orisinil dan unik sehingga tidak mudah ditiru dan memberi keberagaman di lapangan. “Pastikan bisnis yang dijalani memiliki keunikan usaha yang tidak mudah ditiru agar ada diversifikasi usaha,” tuturnya ditemui di acara IFRA Hybrid Business EXPO, Jakarta Selatan, Jumat (12/11).

Ada sejumlah kriteria yang harus diperhatikan oleh pengusaha agar usahanya bisa berkembang menjadi bisnis waralaba. “Ada step by step yang harus diperhatikan tidak serta merta langsung usahanya disebut franchise atau waralaba,” ucapnya.

bisnis
Pebisnis harus sabar dan konsisten. (foto: Unsplash/vaishnav-chogale)

Susan menjelaskan sebuah usaha disebut waralaba jika usia bisnisnya minimal 5 tahun dan harus menguntungkan. Selain itu, bisnis yang digeluti minimal harus punya dua gerai.

Usaha yang ingin dijadikan bisnis waralaba juga harus memiliki SOP yang jelas dan mudah dijalankan. “Jika kriteria tersebut sudah dipenuhi semua, skala usahanya akan meningkat menjadi franchise,” tukasnya.(Avia)

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Indonesia
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Sejalan dengan itu, kinerja operasional KAI terus menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Bagikan