Kulit Berminyak Tergantung Makanan, Kurangi Gula dan Karbohidrat
Makanan tinggi gula dapat membuat kulit berminyak. (Foto: Unsplash/Brooke Lark)
MerahPutih.com - Kulit berminyak terjadi karena sejumlah faktor. Apapun makanan yang kamu konsumsi dapat memengaruhi kesehatan kulit. Seperti makanan tinggi gula dan karbohidrat, keduanya dapat membuat kulit berminyak.
Menurut sejumlah penelitian, sering mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi gula dan karbohidrat akan meningkatkan produksi minyak di kulit.
Penelitian telah menunjukkan bahwa makanan yang mengandung banyak gula meningkatkan produksi IGF-1, hormon peptida yang merangsang pertumbuhan. "Tetapi (IGF-1) juga dapat menyebabkan meningkatnya produksi sebum, alias minyak berlebih," kata Jenna Hope, konsultan nutrisi terdaftar dan pendiri Jenna Hope Nutrition Consultancy, seperti dikutip dari Byrdie.
Laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau agar tiap individu membatasi asupan gula, yakni cukup 50 gram sehari. Jumlah tersebut setara dengan empat sendok makan.
Baca juga:
6 Kandungan Wajib pada Serum untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
Selain itu, lanjut Hope, makanan yang mengandung banyak karbohidrat olahan (roti putih, pasta putih, dan nasi putih), juga dapat meningkatkan produksi IGF-1. Hal ini membuat spageti dan bakso menjadi dua makanan yang paling dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit.
Sebagai gantinya, Hope menyarankan untuk mengonsumsi gandum utuh dan biji-bijian berwarna cokelat. Paling tidak, apabila kamu tetap ingin mengonsumsi karbohidrat olahan, kurangi takarannya untuk menjaga kesehatan kulit. Bonus lainnya ialah mengurangi asupan karbohidrat dapat mengecilkan perut. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
dr Richard Lee Daftar Permohonan Praperadilan Usai Terancam 12 Tahun Kurungan, Begini Respons Polisi
Beauty Science Tech 2026, Satukan Sains, Teknologi, dan Dampak Bermakna
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan