Kubah Masjid Agung Sukoharjo Patah Diterjang Angin Ribut
Kubah Masjid Agung jatuh akibat hujan deras disertai angin kencang, Kamis (2/10). (Foto: Merahputih.com/Ismail)
MERAHPUTIH.COM - HUJAN deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang mengakibatkan ujung salah satu menara Masjid Agung Baiturrahman Sukoharjo patah terbawa angin dan terjatuh, Kamis (2/10). Kejadian detik-detik menara patah dan akhirnya jatuh tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial.
Camat Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo mengatakan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. “Kubah setelah diterjang angin jatuh di bawah. Beruntung tidak ada warga yang berada di bawah menara masjid hingga tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Danang, Jumat (3/10).
Ia mengatakan kubah masjid yang sekarang belum bisa diperbaiki. Perbaikan masih menunggu cuaca buruk mereda. Sejumlah pohon yang berada di kawasan rumah dinas Bupati juga ikut tumbang akibat kejadian itu. “Kabel-kabel listrik itu tertimpa pohon hingga aliran listrik wilayah Sukoharjo kota padam,” katanya.
Baca juga:
Bos Sritex Terseret Kasus Korupsi, Nunggak PBB Rp 1,1 Miliar ke Pemkab Sukoharjo
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan rusaknya kubah masjid Agung Sukoharjo akibat diterjang angin ribut sudah dua kali ini terjadi. “Ini merupakan kali kedua kalinya kubah Masjid Agung Sukoharjo roboh akibat cuaca ekstrem. Kejadian pertama pada Maret 2025,” katanya.
Ia menambahkan laporan BPBD mencatat puluhan pohon tumbang di berbagai titik wilayah, di antaranya Sidan, Plumbon, Joho, Gayam, Sukoharjo Kota, Laban, Mandan, Dalangan, Combongan, Weru, dan Pengkol.
“Satu rumah warga di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, dilaporkan rusak tertimpa pohon, sementara sebuah tower internet di Jalan Solo–Bekonang juga ambruk diterjang angin kencang,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Polres Sukoharjo Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu, Tangkap 6 Pengedar Jaringan Antarwilayah
Bagikan
Berita Terkait
68 Korban Longsor Cisarua Bandung Terindetifikasi, Tinggal 17 Jenazah Masih Diperiksa Tim DVI
Respati Rotasi Massal 209 ASN Solo, Biar Sama-Sama Merasakan Pedih dan Lelah
Patuhi Putusan PN Solo, Dukcapil Solo Proses Perubahan Nama Purboyo
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
Menkes Budi Sebut Penyakit Jatung Mematikan Kedua di Indonesia, RS Kardiologi Emirates Solo Dibanjiri Pasien
Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat
Tanggul Darurat Petogogan Hancur Diterjang Arus, Karung Pasir Tak Kuasa Bendung Luapan Kali Krukut
Pemda Siapkan Dana Rp 7,3 Miliar Buat Korban Longsor Cisarua Bandung