Kuatkan Kesiapsiagaan, BNPB Harap Bali Punya Banyak Sirine Tsunami

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 10 Februari 2019
Kuatkan Kesiapsiagaan, BNPB Harap Bali Punya Banyak Sirine Tsunami

Sirine Tsunami (ACT)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengharapkan Bali lebih banyak memiliki sirene tsunami untuk penguatan kesiapsiagaan, yang dalam pengadaannya pemerintah setempat dapat bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat.

"Belum lama ini, Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali yang masih dipegang Bapak Dewa Putu Mantera telah melakukan konsultasi ke BNPB terkait pengajuan penambahan 10 sirene Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina -TEWS) tersebut," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin, Minggu (10/2).

Pemerintah Provinsi Bali sesungguhnya sudah dua kali mengajukan bantuan penambahan 10 sirene tsunami ke BNPB, yakni pada 2012 dan kemudian yang terakhir pada 2019.

Untuk rencana lokasi penempatan 10 sirene Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS) yakni sebanyak lima unit untuk di kawasan bagian barat Bali yakni di Pantai Candi Kusuma, Pantai Yeh Embang, Pantai Surabrata, Pantai Yeh Gangga, dan Pantai Peti Tenget.

Sedangkan lima unit lagi untuk ditempatkan di bagian timur yakni di kawasan Pantai Lebih, Pantai Kusamba, Pelabuhan Padang Bai, Pantai Candi Dasa, dan Pantai Jasi.

"Dari hasil konsultasi dengan BNPB yang diterima Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho disampaikan bahwa penganggaran penambahan 10 sirene tsunami untuk Bali di tahun 2019 memang belum ada di BNPB. Tetapi surat permohonan tersebut akan tetap diajukan kepada Kepala BNPB," ujar Rentin yang baru lima hari menjabat Kepala BPBD Bali itu.

Alat deteksi dini tsunami. Foto: BPPT

Oleh karena itu, lanjut dia, BNPB mengharapkan Bali lebih banyak membangun atau memiliki Ina-TEWS yang dibuat dengan mengedepankan biaya murah namun handal dalam kebencanaan. Anggarannya dapat bersumber dari dana desa atau CSR (dana tanggung jawab sosial perusahaan) dari dunia usaha.

"Menyitir masukan dari Bapak Sutopo, bentuk sirene yang murah dan andal dalam kebencanaan, pernah dibangun oleh BNPB di beberapa daerah seperti di Bantul dan Sumbar, dengan teknologi radio berjumlah total 160 unit yang telah dibangun pada tahun 2014, dengan harga setiap unit Rp70 juta - Rp100 juta," katanya dikutip Antara.

Selain itu, BNPB menyarankan agar di Bali dibangun museum kebencanaan sebagai wadah 'edutainment' (pendidikan sekaligus rekreasi) bagi masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa serta dapat menjadi destinasi objek wisata baru di Pulau Dewata.

Rentin menambahkan, sebelumnya ada sembilan titik sirene yang sudah terpasang yakni di Pantai Sanur, Kedonganan, Tanjung Benoa, Seminyak, BTDC Nusa Dua, Kuta, Pulau Serangan, Seririt, dan Tanah Lot.

"Bapak Gubernur sebelumnya saat menerima audiensi Kepala BMKG Wilayah III Denpasar mengatakan mempersilakan BPBD Bali untuk mengajukan tambahan sirene tsunami ke pusat. Tetapi jika tidak ada kepastian dari pemerintah pusat, menurut Bapak Gubernur ke depan perlu dikaji untuk dianggarkan dari APBD," katanya. (*)

#Tsunami #Peringatan Tsunami
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Inspeksi maraton mencakup wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, hingga Kota Cilegon dengan mengacu pada indikator standar internasional Tsunami Ready.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Indonesia
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengungkapkan, bahwa potensi tsunami di Selat Sunda tergolong rendah. Hal itu berdasarkan pemantauan data HF Radar.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
Indonesia
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Setelah Gempa NTT
BMKG mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang dimutakhirkan menjadi M 7,0 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Setelah Gempa NTT
Indonesia
Tsunami ‘Kecil’ Terjadi di Sejumlah Wilayah Menyusul Gempa M 7,7 NTT
Di Sikka dan Labuan Bajo, NTT, gelombang tsunami masing-masing setinggi 0,19 meter dan 0,36 meter.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Tsunami ‘Kecil’ Terjadi di Sejumlah Wilayah Menyusul Gempa M 7,7 NTT
Indonesia
Peringatan Tsunami di NTT, Gempa M7,7 Guncang Nagekeo hingga Dirasakan di Flores
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sekitar 30 kilometer laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Peringatan Tsunami di NTT, Gempa M7,7 Guncang Nagekeo hingga Dirasakan di Flores
Dunia
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, memicu peringatan tsunami dan menyebabkan pemadaman listrik di 48 ribu rumah.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Indonesia
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Gempa susulan masih mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. BMKG mencatat ada 15 kali gempa susulan sejak Senin (8/6).
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Indonesia
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat pesisir.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Bagikan