MerahPutih.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) diketahui memuji kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Dki Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno.
Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan hal itu terkait dengan langka Sandi menemui ribuan buruh saat menggelar aksi menuntut penetapan UMP DKI 2018 di Balai Kota DKI Jakarta, pada Selasa (31/10) lalu.
“Buruh menaruh rasa hormat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang berbeda dengan Gubernur sebelumnya dalam menyikapi aksi buruh,” kata Said.
Namun, pujian tersebut telah berubah menjadi komentar buruk, ketika Anies resmi memutuskan dan menetapkan UMP DKI tahun 2018 sebesar Rp 3,648.035. Sebab keinginan para buruh sebelumnya sebesar Rp 3,9 juta tak dipenuhi.
"Dengan demikian, mulai 1 Nopember 2017 buruh Jakarta menyatakan mencabut dukungan dan berpisah dengan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur karena mereka telah berbohong dan ingkar janji terhadap buruh. Pemimpin dipegang janjinya," kata Said melalui keterangan tertulisnya, Kamis (2/11). (Asp)
Baca juga berita terkait dalam artikel berikut: KSPI: Anies-Sandi Ingkar Janji

