Kronologi Kekerasan Terhadap Dua Wartawan Saat Demo Hari Buruh di Bandung

Thomas KukuhThomas Kukuh - Rabu, 01 Mei 2019
Kronologi Kekerasan Terhadap Dua Wartawan Saat Demo Hari Buruh di Bandung

Ilustrai. (pixabay/Engin_Akyurt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kericuhan terjadi dalam aksi demo memperingati hari Buruh Internasional di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Bahkan beberapa wartawan sempat menjadi korban kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian. Dua awak media yang mengalami tindak kekerasan itu adalah fotografer Tempo Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza atau yang akran disapa Reza. Padahal keduanya saat itu sedang melakukan peliputan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 11.30. Saat itu Reza dan Prima berkeliling sekitar Gedung Sate untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate. Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, kedua jurnalis tersebut melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam.

Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikan kamera ke arah kejadian tersebut. Mereka lantas pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain. Tak berselang lama Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Reza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung.

Reza mengatakan, anggota kepolisian itu menggunakan sepeda motor Klx berplatnomor D 5001 TBS. Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan “dari mana kamu?” Reza langsung menjawab “wartawan”. Reza langsung menunjukan kartu pers miliknya. Namun ternyata polisi itu secara paksa mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali.

“Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya mempertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” kata Reza.

Kaki kanan Reza menglami luka dan memar. Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza.

Sedangkan Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi. Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. Bahkan, salah satu polisi itu berkata kasar, “mau diabisin?”.

Sementara itu Ketua AJI Kota Bandung, Ari Syahril Ramadhan membenarkan peristiwa itu. Saat ini Reza dan Prima tengah di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (*)

#Hari Buruh
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Suara Ibu Indonesia Datangi Polda Metro Jaya, Desak Polisi Bebaskan Mahasiswa yang Ditahan karena Demo
Suara Ibu Indonesia menuntut Kapolda Metro Jaya membebaskan mahasiswa yang ditahan usai demo damai. Mereka ingin keadilan untuk generasi muda.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 27 Mei 2025
Suara Ibu Indonesia Datangi Polda Metro Jaya, Desak Polisi Bebaskan Mahasiswa yang Ditahan karena Demo
Indonesia
Kelompok Muda Anarko Jadi Tersangka Melawan Aparat Saat May Day di Semarang
Terhadap anggota grup anarko tersebut pihak kepolisian akan terus menelusuri dan memprofiling aktifitasnya.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 03 Mei 2025
Kelompok Muda Anarko Jadi Tersangka Melawan Aparat Saat May Day di Semarang
Indonesia
Ramaikan Aksi May Day, Musisi Indie Tolak PHK Massal dan Gelar Pahlawan bagi Soeharto
The Brandals, Usman And The Blackstones, Suden, Methosa, Barumil, Jati Andito, dan The Jansen turun ke jalan meramaikan aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di depan Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, (1/5).
Dwi Astarini - Jumat, 02 Mei 2025
Ramaikan Aksi May Day, Musisi Indie Tolak PHK Massal dan Gelar Pahlawan bagi Soeharto
Indonesia
Diduga Berbuat Ricuh saat Aksi Buruh di Gedung MPR/DPR, Belasan Penyusup Ditangkap
Belasan orang diduga perusuh itu ditangkap karena membuat onar di aksi demo tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Mei 2025
Diduga Berbuat Ricuh saat Aksi Buruh di Gedung MPR/DPR, Belasan Penyusup Ditangkap
Indonesia
1 Mei Diperingati sebagai May Day, ini 3 Tokoh Penting dalam Pergerakan Buruh Indonesia
Dalam suatu periode, aktor pergerakan ini bahkan dimusuhi negara karena dianggap menyebabkan ketidaksatabilan negara.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Mei 2025
1 Mei Diperingati sebagai May Day, ini 3 Tokoh Penting dalam Pergerakan Buruh Indonesia
Indonesia
Pastikan Dukung RUU Perampasan Aset, Prabowo akan Tarik Semua Hasil Korupsi untuk Kepentingan Rakyat
Prabowo mengaku telah menghitung kekayaan Indonesia banyak, tetapi banyak yang ingin mencurinya.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Mei 2025
Pastikan Dukung RUU Perampasan Aset, Prabowo akan Tarik Semua Hasil Korupsi untuk Kepentingan Rakyat
Indonesia
Candaan Prabowo di Perayaan Hari Buruh, tak akan Ganti Kapolri dan Panglima TNI
Dia bercanda tidak akan mengganti Kapolri dan Panglima TNI sebab punya nama yang sama dengan dirinya.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Mei 2025
Candaan Prabowo di Perayaan Hari Buruh, tak akan Ganti Kapolri dan Panglima TNI
Berita
Hari Buruh 2025: Marsinah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Intip Profilnya
Nama Marsinah kembali menggema di tengah perayaan Hari Buruh 2025 yang digelar megah di kawasan Monas, Kamis (1/5/2025).
ImanK - Kamis, 01 Mei 2025
Hari Buruh 2025: Marsinah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Intip Profilnya
Indonesia
Libur Hari Buruh, Naik LRT Jabodebek cuma Rp 10 Ribu
LRT Jabodebek akan beroperasi dengan pola layanan akhir pekan.
Dwi Astarini - Rabu, 30 April 2025
Libur Hari Buruh, Naik LRT Jabodebek cuma Rp 10 Ribu
Indonesia
Ada May Day, Hindari Sejumlah Ruas Jalan ini Karena Berpotensi Bakal Macet Kamis Besok
Untuk kendaraan roda dua dari arah Bekasi dan Jawa Barat, jalur alternatif yang disarankan adalah melalui Kalimalang hingga Cempaka Putih
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 April 2025
Ada May Day, Hindari Sejumlah Ruas Jalan ini Karena Berpotensi Bakal Macet Kamis Besok
Bagikan