MerahPutih Nasional- Perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Korps Polri membuat khawatir banyak pihak, salah satunya pemikir politik asal Indostrategi, Andar Nubowo.
Menurutnya, akibat perseteruan tersebut kondisi politik dalam negeri semakin tidak menentu dan mengganggu kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Persoalan semakin pelik ketika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melakukan serangan dan rangkaian manuver kepada KPK.
"Kalau sampai terjadi chaos (kekacauan_red) partai politik tidak bisa diandalkan bukan mustahil tampil kekuatan militer,” kata Andar saat dihubungi merahputih.com, Jakarta, Rabu (28/1).
Lebih lanjut ia yang juga dosen ilmu politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan, berkaca dari sejarah masa silam Indonesia saat partai politik tidak becus bekerja dan situasi politik semakin tidak kondusif maka militer turun tangan untuk mengambil alih kekuasaan.
"Kalau nanti sampai terjadi instabilitas politik maka saya rasa TNI akan turun. Dan jika TNI turun memegang kendali kekuasaan maka kita akan seat back (kembali ke belakang_red). Sekali militer pegang kekuasaan, maka akan sulit bagi kekuatan sipil mengambil kekuasaan kembali,” tandas Andar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad menghubungi Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk meminta bantuan pengamanan tambahan. Permintaan tersebut didasarkan adanya rumor yang berkembang bahwa ruang kerja Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto akan digeledah aparat penyidik Bareskrim Mabes Polri.
Pada tahun 2010 silam, Mantan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto juga turun gunung saat terjadi kriminaliasi terhadap dua orang pimpinan KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Endriartono menjadi salah satu tim pengacara dari Chandra-Bibit. (BHD)