MerahPutih.com - Hampir sebulan Gunung Agung berstatus awas namun erupsi belum juga muncul. Meski tanda-tanda mau erupsi sudah terdeteksi oleh PVMBG yakni tingkat kegempaan vulkanik dan tektonik yang setiap harinya masih di atas 500 kali.
Menyikapi hal tersebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mengaku tidak merasa terganggu dalam menyiapkan agenda perhelatan Pilgub maupun pilkada yang dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Wiarsa Raka menjelaskan, dia telah merencanakan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari pelaksanaan Pilgub dan Pilkada ketika Gunung Agung erupsi.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan KPU Pusat, yang dihadiri oleh KPU-KPU se-Bali. Intinya, bahwa pelayanan terkait kepemiluan akan terus berjalan yang kedua mengantisipasi dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten Karangasem," ungkap Wiarsa di kantornya, Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Rabu (18/10).
Wiarsa mengatakan, pada 10 Oktober lalu KPU Bali mengumpulkan seluruh Parpol yang ada di Bali serta badan keuangan Provinsi Bali dan juga Bawaslu untuk membahas rencana baru pelaksanaan pemilu jika sewaktu-waktu Gunung Agung meletus dan merusak agenda politik tersebut.
"Jadi intinya khsusu mengenai bencana ini, tidak bisa kita pastikan kami berharap bencana itu tidak terjadi. Pemerintah Kabupaten Karangasem dan Pemerintah Provinsi telah berkomitmen menyukseskan kedua agenda pemilu ini," tambahnya.
Saat ini KPU Provinsi Bali tengah mengumpulkan data-data pemilih maupun parpol di Kabupaten Karangasem secara komprehensif untuk disetorkan ke KPU Pusat di Jakarta.
"Nanti KPU Pusat akan mengambil kebijakan, jadi kami memberikan data dan laporan nanti bagaimana bentuk pelaksanaannya kami masih menunggu," tandasnya. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Raiza Andini, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bali dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Sejarah Letusan Gunung Agung hingga Kini

